Komponen Sistem Pengisian Pada Sepeda Motor Terdiri Dari Komponen Berikut Ini

Bagaimana cara kerja sistem pengisian sepeda motor? Komponen sistem pengisian pada sepeda motor terdiri dari alternator, stator coil, dan regulator/rectifier.

Saat kunci diputar dan tombol start ditekan, arus mengalir dari ke komponen yang diperlukan, seperti mesin starter, sistem pengapian, dan sistem injeksi bahan bakar. Menghidupkan mesin menggunakan beberapa arus baterai, dan pengurasan dapat diintensifkan oleh sambungan listrik atau pemalasan rendah, yang tidak memutar alternator cukup cepat untuk mengisi ulang baterai saat memanas.

komponen sistem pengisian pada sepeda motor terdiri dari

Saat sepeda idle dan rpm mesin meningkat, begitu juga output alternator. Arus dihubungkan dengan kabel ke regulator/rectifier. Itu tiba di penyearah sebagai arus bolak-balik, melewati antara satu dan enam dioda – tergantung pada jenis dan kapasitas sistem. Dioda, yang merupakan pintu listrik, memungkinkan arus mengalir hanya dalam satu arah, sehingga hanya tegangan positif yang mencapai baterai dan komponen listrik sepeda.

Metode yang paling umum dari kontrol alternator adalah dengan menggunakan thyristor dalam hubungannya dengan rangkaian penginderaan tegangan untuk mengatur tegangan DC. Ketika arus DC mencapai tingkat yang telah ditentukan, biasanya 14,5 volt atau lebih, rangkaian penginderaan memberi tahu thyristor, yang tidak lebih dari sakelar hidup/mati, untuk dihidupkan. Ketika itu terjadi, itu membumikan belitan stator, membunuh output alternator. Setelah tegangan turun di bawah level tertentu, biasanya 13,0 hingga 13,5 volt, thyristor menyala kembali dan mengambil output generator.

Jika semua ini hidup dan mati tampaknya membutuhkan waktu, Anda benar; Dalam kondisi normal, siklus terjadi ribuan kali per detik, sangat cepat sehingga hanya semikonduktor yang dapat terjadi, itulah sebabnya regulator tegangan mekanis tidak berfungsi.

Komponen utama yang mengubah energi tersebut disebut alternator atau pada motor lebih dikenal dengan sebutan spull. Alternator berfungsi untuk menghasilkan energi listrik

Namun, sistem komponen pengisian pada sepeda motor tidak hanya alternator, melainkan ada beberapa komponen yang terkait. Sistem pengisian pada sepeda motor juga terdiri dari banyak komponen yang bekerja sama agar kebutuhan listrik pada motor dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Komponen sistem pengisian pada sepeda motor terdiri dari komponen berikut ini:

1. Rotor magnet

Salah satu komponen sistem pengisian pada sepeda motor adalah rotor magnet. Rotor berfungsi sebagai penyedia medan magnet. Medan magnet pada rotor, akan memotong (menyentuh) bagian stator coil.
Saat mesin diengkol, otomatis poros engkol akan berputar dan karena rotor ini terletak pada ujung poros engkol maka rotor juga akan berputar. Putaran rotor ini akan menggerakkan garis gaya magnet yang sebelumnya ada. Pergerakan inilah yang menimbulkan perpotongan garis gaya magnet.
Rotor pada pengisian motor tidak memerlukan arus pemicu. Hal ini yang menyebabkan tanpa aki pun motor masih bisa dihidupkan.

2. Wire (kabel)

Kabel adalah komponen yang selalu ada pada rangkaian kelistrikan pada sepeda motor. Ada banyak kabel yang diperlukan, termasuk pada sistem pengisian. Biasanya untuk membedakan jenis kabel satu dengan yang lain digunakan perbedaan warna kabel.

Untuk arus positif biasanya menggunakan kabel merah, sementara kabel masa menggunakan kabel hitam. Kemudian kabel ke lampu atau beban yang lain bisa kuning atau hijau tergantung jenis motor yang digunakan.

3. Aki

Aki berfungsi hanya sebagai penyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh spull. Aki tidak memiliki peranan cukup penting pada karburator sepeda motor. Karena fungsinya hanya terlihat ketika proses starting engine.
Saat sepeda motor hidup, aki tidak lagi diperlukan karena kebutuhan arus listrik sudah dipenuhi oleh sistem pengisian. Akan tetapi, pada motor injeksi, aki menjadi komponen cukup penting.
Selain sebagai penyedia arus ECU, aki juga berperan sebagai stabilizer tegangan. Sehingga tegangan yang masuk ke ECU tetap konstan.

4. Regulator/Kiprok

Kiprok yaitu komponen yang fungsinya untuk meregulasi arus pengisian yang dihasilkan oleh spull. Ketika RPM mesin tinggi otomatis putaran rotor semakin cepat sehingga tegangan yang dihasilkan saat pengisian juga semakin besar.

Jika tegangan besar ini dihubungkan ke kelistrikan kendaraan, risikonya terbakar karena diluar dari kapasitas tegangan yang disiapkan. Oleh karena itu regulator atau kiprok dipakai agar tidak terjadi overcharge.
Regulator ini juga dilengkapi dengan satu set rectifier pada sepeda motor. Rectifier merupakan serangkaian dioda yang disusun sedemikian rupa untuk menyearahkan arus listrik dari spull.

Sebab arus pengisian yang dihasilkan spull masih dalam bentuk bolak-balik (AC). Namun kelistrikan motor menggunakan arus DC. Jadi perlu disearahkan menggunakan dioda.

5. Spul/Stator coil

Spull atau stator coil merupakan kumparan statis yang berfungsi sebagai pengantar. Pengantar ini akan dialiri arus listrik saat perpotongan gaya magnet terjadi.

Dalam melakukan perubahan energi putar ke energi listrik, dilakukan dengan menggerakkan gaya magnet di sekitar pengantar. Gerakan tersebut akan menghasilkan perpotongan gaya magnet yang dapat memicu aliran listrik.

komponen sistem pengisian pada sepeda motor terdiri dari, komponen rem tromol sepeda motor, komponen sepeda motor, komponen rem cakram sepeda motor, komponen transmisi manual sepeda motor, komponen sistem kemudi sepeda motor, komponen sistem pengisian sepeda motor, berikut ini adalah bagian dari komponen alternator sepeda motor bebek yang tidak ikut berputar, komponen mesin sepeda motor bagian tengah, komponen suspensi depan sepeda motor, komponen sistem pengapian sepeda motor, komponen kopling otomatis sepeda motor, komponen komstir sepeda motor, komponen blok silinder sepeda motor, komponen roda sepeda motor, komponen pengapian sepeda motor, komponen sistem injeksi sepeda motor, komponen rem hidrolik sepeda motor, komponen kelistrikan sepeda motor, komponen kopling sepeda motor dan fungsinya, komponen suspensi belakang sepeda motor, komponen mesin sepeda motor, komponen transmisi manual sepeda motor dan fungsinya, komponen roda belakang sepeda motor, komponen kelistrikan pada sepeda motor dan fungsinya, komponen kopling manual sepeda motor, nama komponen rem cakram sepeda motor, komponen rantai sepeda motor, komponen kelistrikan sepeda motor dan fungsinya, gambar komponen rem cakram sepeda motor, komponen kopling manual pada sepeda motor, komponen karburator sepeda motor, pada sepeda motor terdapat komponen yang mampu merubah gerak putar menjadi energi listrik yaitu, komponen rem cakram depan sepeda motor, komponen kaliper rem cakram sepeda motor, komponen master rem sepeda motor, komponen sistem starter sepeda motor, komponen kopling sepeda motor beserta gambarnya, komponen sistem bahan bakar sepeda motor, komponen sistem kelistrikan sepeda motor, komponen kopling sepeda motor, komponen fuel pump sepeda motor, gambar komponen kelistrikan sepeda motor, komponen transmisi otomatis pada sepeda motor, komponen sistem rem sepeda motor, komponen komponen rem cakram sepeda motor, gambar komponen rem hidrolik sepeda motor, komponen transmisi sepeda motor, daftar komponen sepeda motor, komponen sepeda motor listrik

Masalah Pada Sistem Pengisian Sepeda Motor

Pada dasarnya, sistem pengisian sepeda motor cukup sederhana. Dan kalau kalian sudah tahu cara kerjanya, mendeteksi kerusakan akan jadi lebih mudah.

Menguji Sistem Pengisian Sepeda Motor Secara Singkat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terdapat 4 komponen utama dan beberapa komponen tambahan. Jika ada yang salah dengan sistem pengisian motor mu, berarti salah satu komponen yang rusak.

Namun jangan terburu buru memutuskan sampai kalian betul yakin masalahnya di mana. Soalnya banyak kasus dimana orang langusng membeli baterai baru, padahal masalahnya bukan pada baterai, kan jadinya rugi.

Gejala Sistem Pengisian Sepeda Motor Rusak

Ada beberapa tanda tanda jika terjadi masalah pada sistem pengisian motor. Dan jika salah satunya terlihat, kemungkinan besar ada masalah pada motor kalian: Motor tidak mau distarter. Ini yang paling gejala yang paling sering kita temukan.

 

Demikian artikel tenttang komponen sistem pengisian pada sepeda motor terdiri dari berbagai macam komponen penyusun sehingga sistem pengisian pada sepeda motor kita bisa berfungsi dengan baik. Baca juga artikel lainnya di alwepo.com