Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Saat Mengendarai Mobil Persneling Manual

Pengguna mobil transmisi manual sepertinya harus bersiap pindah ke mobil transmisi otomatis atau matik.
Melansir CNBC, pada 2020 tercatat hanya 41 dari 327 mobil atau sekitar 13 persen mobil model baru di Amerika yang terjual menggunakan transmisi manual.

Secara umum, mobil transmisi manual masih banyak ditemukan pada kelas mobil murah.

Walaupun beberapa produsen mobil sport masih ada juga yang mempertahankan sentuhan transmisi manual yang dipasang pada model mobil tertentu.

Kesalahan mobil manual (persneling manual) bukannya tak pernah dilakukan pengemudi yang memilih mobil bertransmisi ini. Pengemudi yang memilih mobil manual sebagai kendaraan sehari-hari umumnya memang dianggap lebih jago soal berkendara, dibanding matik.

Padahal belum tentu begitu, masih banyak ternyata kebiasaan negatif yang kerap dilakukan oleh beberapa pengguna kendaraan dengan tiga pedal ini. Beberapa di antaranya bahkan dianggap sepela, meski sejatinya berpotensi membahayakan.

Kesalahan mobil manual

Setidaknya ada tujuh kesalahan yang sering dilakukan oleh pengemudi manual. Memang tidak sampai menyebabkan kecelakaan, tapi bisa jadi penyebab beberapa komponen mobil cepat rusak, sampai boros bahan bakar. Lantas, apa saja kesalahan mobil manual yang sering dilakukan?

1. Kaki yang selalu di pedal kopling

Pertama, kaki selalu standby pada pedal kopling. Meski dianggap hanya sekedar menempel saja, tapi ini bisa menyebabkan kopling cepat aus.

Jadi sebaiknya kaki diistirahatkan dari pedal kopling, ketika mobil lagi melaju.

2. Jarang dalam posisi netral

Kedua, tidak dalam posisi transmisi netral, dan kaki masih menginjak kopling saat lampu merah. Karena dengan menahan kopling terlalu lama, dapat membuat otot pegal.

Sarannya tentu manfaatkan rem tangan ketika berhenti. Begitu juga ketika berhenti di tanjakan, hindari teknik setengah kopling pada mobil manual.

3. Langsung injak gas saat pertama kali melaju

Ketiga, menginjak gas pada saat kendaraan akan mulai dijalankan. Sebenarnya cukup dengan memainkan kopling terutama pada jalanan rata, mobil sudah bisa bergerak, baru tambahkan gas sedikit. Kekurangannya adalah, pada mobil bensin bisa lebih boros.

4. Jarang memanfaatkan engine brake

Keempat, manfaatkan teknik engine brake dan tidak hanya mengandalkan fungsi rem. Dengan memanfaatkan engine brake, maka beban rem jadi berkurang, sehingga bisa memperpanjang umur pakai rem dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Melakukan kesalahan mobil manual yang satu ini artinya malah menyia-nyiakan salah satu keuntungan yang dimiliki oleh mobil manual.

5. Hampir selalu setengah kopling saat ganti transmisi

Kelima, menginjak pedal kopling tidak sampai penuh ketika melakukan perpindahan gigi, yang dapat menyebabkan dog clutch cepat rusak.

Ingat, pada dasarnya kopling digunakan untuk memutuskan putaran dari roda serta putaran pada mesin yang kemudian saling berhubungan.

Lebih dari itu, pada mobil manual kopling juga digunakan untuk membantu mengubah posisi gigi, sehingga dapat menambah atau menguranginya dengan lebih mudah tanpa harus merusak roda gigi pada masing-masing transmisinya.

6. Malas oper transmisi

Keenam, tidak menyesuaikan kecepatan dengan gigi, hal ini dapat menyebabkan boros dan mobil kehilangan tenaga, atau sederhananya menggunakan gigi tinggi di kecepatan rendah atau malas mengganti posisi gigi transmisi.

7. Mengganti transmisi tunggu putaran tinggi

Ketujuh, mengganti gigi transmisi di putaran mesin yang tinggi (di atas 2.500 rpm). Perilaku ini bisa menyebabkan bahan bakar bisa terbuang sia-sia.

Dan, jangan lupa untuk mengatur posisi duduk dengan lebih nyaman, hal ini bisa kamu dapatkan dengan melakukan setting pada bagian kursi yang hendak digunakan.

Dengan demikian, selama mengemudi pun akan merasa lebih nyaman. Pasalnya posisi duduk mampu mempengaruhi fungsi kaki dalam menginjak rem, gas, serta kopling.