Bahan Bakar Hidrogen Untuk Dekarbonisasi Tahun 2050

alwepo.com, Toyota dalam mendukung misi pemerintah Indonesia untuk mencapai dekarbonisasi pada tahun 2050 melalui pengembangan teknologi hidrogen. Hidrogen dianggap sebagai Energi Baru Terbarukan (EBT) yang potensial digunakan di Indonesia karena dapat menjadi sumber energi bersih yang tidak meninggalkan residu di udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca.

Bahan Bakar Hidrogen Untuk Dekarbonisasi Tahun 2050

Sebagai pionir dalam pengembangan teknologi hidrogen, Toyota telah memperkenalkan konsep hidrogen hijau, sebuah inovasi yang menghasilkan energi bersih tanpa meninggalkan residu di udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dukungan signifikan dalam mencapai target dekarbonisasi, terutama dalam sektor manufaktur.

Pemerintah Indonesia sendiri telah meluncurkan program Renewable Energy Based in Industrial Development (REBID), yang melibatkan berbagai sumber energi terbarukan, termasuk hidrogen. Dalam sebuah diskusi di Yogyakarta, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan hidrogen hijau, memastikan bahwa negara tidak tertinggal dalam persaingan global sambil mencapai tujuan dekarbonisasi.

Mengakui bahwa pencapaian target Net Zero Emission 2060 memerlukan transformasi energi yang komprehensif, pemerintah Indonesia menggambarkan strategi dalam peta jalan transformasi energi. Strategi tersebut mencakup penjelajahan potensi sumber energi baru, termasuk hidrogen, ammonia, dan nuklir, sebagai alternatif pengganti sumber energi konvensional.

Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, Feby Misna, menyoroti pentingnya mencari sumber energi alternatif, terutama untuk sektor transportasi dan industri, sebagai kunci untuk mengurangi emisi karbon. Hidrogen diakui sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, dan pemerintah berencana meningkatkan penggunaannya pada tahun 2031 untuk sektor transportasi dan 2041 untuk sektor industri.

Meskipun terdapat tren global yang menunjukkan minat besar terhadap hidrogen sebagai energi alternatif, Indonesia masih harus mengembangkan payung hukum khusus yang mengatur kebijakan hidrogen sebagai sumber energi alternatif. Feby Misna menyatakan bahwa peta jalan hidrogen direncanakan akan disusun pada tahun ini sebagai langkah penting menuju penggunaan hidrogen sebagai sumber energi utama.

Beberapa negara, termasuk Malaysia, telah mengadopsi peta jalan dan aktif mengembangkan hidrogen sebagai sumber energi masa depan. Dalam konteks ini, Toyota telah memainkan peran kunci dengan mengembangkan teknologi hidrogen, termasuk generasi kedua berupa hidrogen internal combustion engine/HICEV. Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, meyakinkan bahwa infrastruktur hidrogen akan menjadi pendorong perubahan besar bagi Indonesia, dan sektor otomotif telah bersiap untuk menyerap produksi hidrogen sebagai alternatif energi yang ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya untuk menjadi bagian dari revolusi energi bersih dan mencapai visi dekarbonisasi pada tahun 2050.