Bagaiaman Cara Mencegah Boiler Agar Tidak Meledak?

Bagaiaman Cara Mencegah Boiler Agar Tidak Meledak?

Meledak

Pernahkah anda membaca, mendengar atau melihat berita tentang Boiler Meledak?

Boiler Meledak

 

 

Boiler Meledak – Jika pernah tentu pasti akan kita akan merasa ngeri melihatnya. Bagaimana tidak, kita amabil contoh Boiler jenis Water Tube dengan tekanan kerja 40 Barg seperti kebanyakan di boiler di pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill). Saat kita membaca berita sering kali kita juga mendengar atau membaca ada korban luka dari setiap kejadian tersebut.

 

Setiap pekerjaan yang kita lakukan pastinya mempunyai potensi bahaya yang berbeda-beda, namun tinggi rendahnya bahaya tersebut pasti sudah di perhitungkan terlebih dahulu sebelum didirikan atau di buatnya suatu pekerjaan atau suatu alat dan salah satu yang dapat ditentukanadalah dari lingkungan kerjanya.

 

Sebagai contoh bahaya dan resiko yang bisa kita lihat adalah lingkungan perkantoran risiko bisa terjadi seperti terjebak di lift, terbentur benda, gedung roboh akibat gempa bumi, selain itu bisa karena masalah kesehatan. Setiap lingkungan tempat kerja kita pasti memiliki dua hal yang tidak bisa dipishkan yaitu Bahay dan Reisko.

Read also  Daftar Harga Kapasitor Pompa Air Terlengkap 2023

 

Seperti contoh di Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill) di stasiun power generation dimana bisa kita temua adanya Boiler. Tentu boiler itu sendiri adalah Bahaya kemudian meledak adalah Resiko. Satu hal yang biasanya sudah dilakukan dalam proses pembangunan Boiler adalah analisa HIRADC atau IBPR (Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko).

 

Boiler merupakah salah satu jenis Bejana Tekanan, dikarenakan bekerja pada tekanan tinggi. Untuk jenis tube di mana ada bejana tekan sebagai penampung air kemudian ada pipa yang di panaskan oleh api dari furnace (Tungku). Yang kemudian panas tersebut memanaskan pipa dan air dalam waktu tertentu sehingga terbentuk Uap ().

 

Bagian Boiler Water Tube yang bisa berpotensi meledak antara lain:

 

1.Water drum Boiler

Ini merupakan bagian utama sebagai penampung air dan tempat terbentuknya steam dan tempat adanya pengontrol untuk menjaga level air selalu di posisi Normal. Steam yang terbentuk di dalam drum ini akan di alirkan melalui pipa sesuai dengan kebutuhan untuk membangkitkan listrik menggunakan Turbin Uap ().

 

2.Pipa-pipa Boiler

Beberapa sawit pasti sering mengalami pipa boiler yang pecah ataupun tiba-tiba terjadi kebocoran. Hal ini sering terjadi pada boiler apalagi boiler kelapa sawit, dikarenakan sumber air yang kualitasnya sering berubah-ubah. Kenapa kualitas air boiler kelapa sawit sering berubah-ubah? Untuk pembahsan ini nnanti kita akan bahas di artikel selanjutnya.

 

Dua bagian tersebut diatas memiliki potensi besar untuk terjadinya kegagalan fungsi, oleh karenya dalam setiap operasional Boiler sering dilakukan simulasi Boiler ( Drill)untuk mencegah dan untuk mengamankan Operator dan boiler di tempat tersebut.

Read also  Siklus Alat/Unit di Pabrik Kelapa Sawit

 

Untuk mencegah terjadinya kerusakan seperti Boiler meledak ada beberpa hal yang harus di perhatikan:

 

1.Pastikan ijin dan hasil inspeksi rutin dilakukan.

Ijin disini adalah ijin kita ke dinas terkait, biasanya mereka akan melakukan pengechekan secara real time dengan cara turun ke lapangan meninjau dan menguji boiler kita. Apakah masih layak di gunakan atau tidak. Jika sudah dilakukan secara rutin maka tinggal bagaiaman kita melakukan pengamanan secara internal.

 

2.Pastikan alat-alat pengaman boiler befungsi dengan baik

Memastikan 13 peralatan pengaman boiler berfungsi dan masih dalam kondisi baik

 

Upper Drum

 

 

Ada 13 pengaman yang Wajib di Miliki Oleh Boiler

1. Safety Valve

Merupakan alat pengaman pertama pada Boiler, biasanya ini terpasang di Upper drum sebanyak 2 buah dan pada pipa superheater 1 buah. Prinsip dasarnya adalah akan membuang tekanan berlebih, jadi ketika tekanannya melebihi dari tekanan yang diijinkan maka safety valve akan terbuka dengan sendirinya

 

2. Water gauge glass (Gelas Penduga)

Fungsi utamanya adalah untuk mengetahui level air pada drum boiler, dalam operasional yang normal isi atau level air yang di ijinkan adalah level normal atau pada posisi tengah biasanya terpasang di samping upper drum boiler

 

3. Pressure gauge

Untuk mengetahui tekanan dari boiler yang kita operasikan. Ketika tekanan berlebih ataupun tekanan low, operator bisa melakukan tindakan sesuai dengan SOP untuk mencegah terjadinya kerusakan pada boiler.

 

4. Blowdown Valve

Biasnaya menggunakan pipa 1” berfungsi untuk melakukan sirkulasi dan blowdown (membuang air yang ada dalam drum)

Baca Juga: Cara Menghitung Blowdown Boiler

 

5. Main steam stop valve

Berfungsi untuk membuka atau menutup aliran utama boiler menuju ke pipa header . Jika ada kondisi darurat saat operasi, misal kekurangan air atau kegagalan fungsi. Maka valvenya bisa langsung di tutup.

Read also  200 Daftar Nama Pabrik Kelapa Sawit di Sumatra Utara

 

6. Feed Check valve

Untuk mencegah terjadinya aliran balik saat dilakukan umpan  air pada boiler

 

7. Boiler Feed Water Pump

Berfungsi untuk menyuplai air ke boiler, dimana boiler feed water pump biasnaya memiliki tekanan kerja yang tinggi. Untuk Boiler feed water pump untuk sebuah boiler minimal harus memiliki 2 Feed Pump.

 

8. Pressure Gauge Cock

Untuk memsang presure gauge inspector Disnaker. Digunakan saat dilakukan pengechekanoleh Disnaker

 

9. Fusible Plug

Biasanya di pasang pada ujung drum, memiliki titik leleh yang paling rendah diantara semua bagian drum. Berfungsi untuk membuang steam saat terjadi over heating pada drum. Saat overheat, fusible flug akan melelh dan steam akan langsung keluar dari lubang tersebut.

 

10. Low Water Alarm

Berfungsi untuk memberitahukan operator ketika terjadi kekurangan air (dibawah standard yang ditentukan)

 

11. Low Water Fuel Cut-Out

Berfungsi mengeluarkan bahan bakar saat tejadinya low low level pada boiler

 

12. Name Plate

Sebagai petunjuk spesifikasi dari boiler tersebut agar lebih mudah untuk melakukan analisa dan pengechekan dan juga menentukan tekanan operasional.

 

13. Registration Plate

Sebagai bukti bahwa boiler tersebut sudah layak operasi dan terregistrasi di dinas. Dan agar mudah dilakukan pelacakan.