Turbine Uap Untuk Pabrik Kelapa Sawit

Turbin

TURBIN UAP

Dalam Industri Pabrik Kelapa Sawit, Untuk melakukan perebusan Tandan Buah Segar (TBS) di perlukan steam sebanyak 700 kg/Ton TBS. Jadi untuk kapasitas sterilizer 60 ton/jam memerlukan steam sebanyak 42,000 kg steam/Jam. Oleh karena itu dalam Pabrik kelapa sawit menggunakan pembangkit listrik dengan menggunakan siklus tertutup.

Boiler memanaskan air untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan Turbin, kemudian steam sisa dari turbin di manfaatkan untuk proses perebusan di sterilizer. Dan steam sisa sterilizer di buang. Jadi untuk kebutuhan air yang diperlukan sangatlah banyak. Pemakaian Air normal di pabrik kelapa sawit adalah 1m3/kg.

A. PRINSIP KERJA TURBIN UAP

Turbine Uap adalah mesin pengerak yang merubah secarlangsung energy yang terkandung dalam uap menjadi gerak putar pada poros. Uap ( steam yang diproduksi dari ketel uap / boiler ) setelah melalui proses yang dikehendaki maka uap yang dihasilkan dari proses tersebut dapat digunakan untuk memutar turbin melalui alat memancar ( nozzle ) dengan kecepatan relative, dimana kecepatan relative tesebut membentur sudu penggerak sehinga dapat menghasilkan putaran. Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin. Uap yang mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin. Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang mendorong dan kemudian memutar roda dan poros.

Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin yang berjalan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris sudu gerak. Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Maka antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua sudu gerak dengan arah yang tepat. Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat dibuat sekecil mungkin, agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena kehilangan energi relatif kecil. 

Read also  Pressing Station

B. JENIS TURBIN UAP

Ada banyak jenis turbin yang di manfaatkan dalam industri. Secara umum jenis turbin dibedakan berdasarkan :

a. Berdasarkan transformasi energy yaitu:

– Turnbin impulse yaitu energy potensial uap diubah menjadi energy kinetic didalam nozzle.
– Turbin reaksi yaitu exspansi uap terjadi pada sudu pengarah dan sudu gerak

b. Berdasarkan tekanan uap keluar turbin yaitu:

– Back pressure yaitu uap yang telah dipakai diproses lagi dan digunakan untuk mengerakan sudu turbin sisi intermediate.
– Condensing yaitu uap masuk turbin langsung turun keproses pendingin.

c. Berdasarkan tekanan uap yang masuk turbin yaitu :

– Tekanan uap super kritis ( tekana uap diatas 225 bar )
– Tekanan uap tinggi ( tekana uap antara 88 – 224 bar )
– Tekanan uap menengah ( tekana uap antara 10 – 88 bar )
– Tekana uap rendah ( tekanan uap dibawah 10 bar )

d. Berdasakan pengaturan uap yang masuk ke turbin yaitu :

– Konstan dengan mengatur control valve ( dengan cara ditrotle ) dimana tekan uap dari boiler yang digunaka untuk memutar turbin diatur pada valve utama ( valve utama tidak terbuka penuh ) tetapi pengaturan putran msih mengunaka control valve / gavenor valve.
– Konstan dengan cara mengatur nozzle dimana tekan uap dari boiler yang digunakan untuk memutar turbin diatur pada control valve / gavenur valve sehinnga valve utama terbuka penuh.
– Dengan sistim sliding control yaitu uap masuk turbin langsung di control oleh satu valve.

e. Berdasrkan aliran uap yaitu :

– Turbin axial dimana fluida kerja / uap mengalir dengan arah yang sejajar terhadap sumbu turbin.
– Turbin raqdial dimana fluida kerja / uap mengalir dengan arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin.

Read also  Stasiun Perebusan Konvensional (Sterilizing Station)

f. Berdasarkan pemakaian dibidang industri yaitu:

– Yaitu turbin stasioner dengan tekanan konstan yang dipakai terutama untuk mengerakan generator.
– Yaitu turbin stasioner dengan tekana bervariasi banyak dipakai untuk mengerakan pompa, fan, blower dll.
– Yaitu turbin tidak stasioner dengan putan yang bervariasi turbin jenis ini banyak dipakai pada indutri perkapalan.

g. Berdasarkan typenya

– Single casing , untuk turbin – turbin yang bersekala kecil ( blower, fan , bfpt, generator dengan kapasitas < 50 MW dll )
– Double casing , untuk turbin – turbin yang bersekala besar ( generator diatas 50 MW )