Memilih Pompa Untuk Sumur Bor

Kali ini team alwepo.com akan membahas tentang memilih air yang bagus untuk merupakan langkah awal kita ketika kita akan membangun instalasi air dimana sumber arinya berasal dari sumur bor. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilihnya. Untuk bisa mengalirkan air dengan baik dari sumur bor, tentu akan dibutuhkan pompa yang bisa melakukan pekerjaannya. Bagaimana cara memilihnya?

Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara memilih pompa air yang baik untuk sumur bor milik Anda. Jadi tidak perlu bingung lagi, langsung saja baca informasi yang ada di bawah ini.
memilih pompa air untuk sumur bor

yang Bagus untuk Sumur Bor

Apa yang Anda rencanakan dengan air yang dipompa dari lubang bor? Apakah untuk irigasi kebun, mengisi tangki atau reservoir, penggunaan rumah tangga atau aplikasi pada industri pertanian?
Apa pun aplikasinya, ada dua faktor utama yang menjadi perhatian utama, jumlah air yang akan dipindahkan (atau mengalir), dan tekanan yang harus dihasilkan. Keduanya tentu menjadi alasan mengapa Anda ingin memompa sumur bor.

1. Laju dan Tekanan Aliran

Berdasarkan penggunaannya, Anda akan memiliki pengetahuan tentang laju aliran dan tekanan yang dibutuhkan. Misalnya, sistem irigasi untuk taman dengan penyemprot jet mikro otomatis akan membutuhkan tekanan tinggi, tetapi alirannya lebih rendah. Menyiram dengan selang akan membutuhkan tekanan yang lebih rendah, tetapi butuh banyak aliran air. Jika Anda ingin mengisi tangki, mungkin bisa bertahan dengan tekanan rendah dan aliran rendah. Pastikan Anda paham akan 2 hal yang menjadi kebutuhan Anda.

2. Jarak Pompa Air

Air akan mulai di bawah tanah dan akhirnya dikirim ke titik akhirnya oleh pompa. Ada beberapa langkah untuk perjalanan ini:

  • Dari bawah tanah ke atas lubang bor (kedalaman lubang bor).
  • Dari atas lubang bor ke titik pengiriman (jarak horizontal).
  • Dari atas lubang bor ke titik tertinggi air akan dipompa keluar (elevasi tanah).

Kedalaman lubang bor

Kontraktor akan dapat memberitahu Anda kedalaman rata-rata air di lubang bor. Memompa air ke atas secara vertikal membutuhkan banyak usaha, sehingga lubang bor yang dalam akan membutuhkan pompa yang jauh lebih kuat daripada lubang bor yang dangkal. Sebagai panduan, akan dibutuhkan 1 bar tekanan untuk setiap 10 m lubang bor Anda.

Jarak Horizontal

Setelah air dipompa secara vertikal dari bawah tanah ke atas tanah, akan perlu dibawa lagi ke titik akhir akhirnya. Semakin jauh titik akhir ini dari bagian atas lubang bor, semakin banyak tekanan yang dibutuhkan.

Elevasi Tanah

Jika ada perbedaan ketinggian antara bagian atas lubang bor dan titik akhir air (elevasi tanah), maka hal ini masuk dalam proses pemilihan pompa, karena akan membutuhkan tambahan dari pompa.

 

 

3. Tingkat Isi Ulang Lubang Bor

Ingat bahwa kedalaman air adalah ukuran rata-rata. Ketinggian air di lubang bor akan turun saat dipompa keluar, dan naik saat diisi ulang. Laju pengisian ulang lubang bor juga harus dipertimbangkan saat memilih pompa, terutama jika aplikasinya melibatkan pengeringan.

4. Diameter Lubang Bor

Saat proses pemasangan pompa air pada sumur bor, setiap lubang akan dibor dengan diameter tertentu. Diameter lubang bor akan menentukan diameter pompa submersible yang perlu digunakan. Di sini, Anda harus melakukan sedikit tindakan penyeimbangan biaya, karena pompa dengan diameter kecil umumnya perlu memiliki lebih banyak tahapan atau impeller daripada pompa dengan diameter lebih besar untuk mencapai output yang sama.