Jenis Asuransi dan Manfaat Asuransi

Halo sobat alwepo, kali ini kita akan mengupas tentang asuransi. Jika berbicara mengenai asuransi, apa yang terbayang di benak Anda? Pemberian jaminan, ataukah sekedar pengalihan resiko? Agar Anda tidak salah kaprah dalam menilai asuransi, hingga jenis-jenis asuransi ini. Yuk, simak sejumlah informasi penting dalam artikel ini.

Karena tentunya, sebelum Anda memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi. Pastinya Anda harus mengetahui lebih dahulu mengenai apa yang dinamakan asuransi, hingga jenis dan manfaatnya bagi Anda sebagai peserta, sekaligus yang menjadi tertanggung. Tanpa harus menunggu lebih lama lagi, yuk kenali sistem pertanggungan yang dikenal dengan istilah asuransi ini !

asuransi

Pengertian dan Jenis-Jenis Asuransi 

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa yang dinamakan asuransi adalah salah satu perjanjian antara 2 pihak, yang dikenal juga dengan istilah pertanggungan. Dimana dengan adanya perjanjian ini, telah dibuat sebuah kesepakatan, bahwa salah satu pihak memiliki kewajiban untuk membayar iuran asuransi (premi), sebagaimana yang tertulis pada polis asuransi.

Sementara pihak lainnya memberikan jaminan perlindungan sepenuhnya maupun sebagian, bilamana pihak yang membayar asuransi tersebut mengalami kejadian, baik yang mengenai dirinya sendiri, ataupun barang yang ditanggungkan. Sesuai dengan perjanjian yang dibuat. 

Untuk selanjutnya, pihak pemberi iuran asuransi dikenal dengan istilah tertanggung. Sedangkan pihak yang memberikan perlindungan/jaminan disebut dengan penanggung, yang kini lebih dikenal dengan perusahaan asuransi.

Sementara menurut KUHD pasal 246, menyebutkan bahwa istilah asuransi merupakan suatu perjanjian, dimana seorang penanggung akan mengikatkan kepada tertanggung, dengan cara menerima premi, sebagai jaminan ataupun penggantian terhadap tertanggung. Bilamana terjadi kerusakan ataupun  kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin saja diderita, karena ada suatu peristiwa yang tidak tentu.

Dengan kata lain, asuransi bisa diartikan sebagai suatu perjanjian untuk mengalihkan sejumlah resiko kepada pihak lain, yang disebut penanggung, yang dilakukan oleh tertanggung, dengan pembayaran sejumlah premi. Lalu apa saja manfaat dan jenis-jenis asuransi ini? untuk lebih jelasnya, bisa Anda simak dalam uraian di bawah ini.

 

Jenis-Jenis Asuransi yang Paling Banyak Dipilih Oleh Masyarakat Indonesia

Secara garis besar, asuransi terbagi kedalam beberapa jenis. Diantaranya asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran, asuransi hari tua, asuransi tenaga kerja, asuransi perjalanan, dan yang lainnya.

Namun kali ini, hanya akan dibahas mengenai beberapa jenis asuransi yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Di antaranya :

1. Asuransi Jiwa

life insurance / asuransi jiwa

Asuransi jiwa merupakan salah satu jenis asuransi yang menanggung seluruh, ataupun sebagian resiko yang diakibatkan oleh kematian. Dalam arti, jenis asuransi ini akan memberikan perlindungan dengan menanggung kerugian finansial, yang diakibatkan oleh meninggalnya seseorang, yang menjadi peserta asuransi (tertanggung).

Dana asuransi yang diberikan pada jenis asuransi yang satu ini akan diberikan setelah peserta asuransi meninggal. Sehingga peserta asuransi tidak akan menikmati dana asuransi. Dan secara otomatis, akan diberikan kepada ahli waris dari peserta asuransi tersebut. 

Dengan kata lain, peserta asuransi tidak akan menikmati dana asuransi tersebut. Namun lebih kepada antisipasi dengan memberikan jaminan kepada ahli waris yang ditinggalkan. Bilamana peserta asuransi tersebut meninggal nantinya. Beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai asuransi jiwa ini diantaranya :

 

A. Berbagai Jenis Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa bisa dibilang memiliki peran yang cukup penting. Baik itu bagi peserta asuransi tersebut, maupun bagi ahli waris yang ditinggalkan. Karena itu, ada baiknya jika setiap orang memiliki/terdaftar sebagai asuransi dengan jenis ini.

Namun sebelum Anda mendaftar sebagai peserta asuransi jiwa, ada baiknya agar Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai macam-macam asuransi jiwa ini. Di antaranya :

 

Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life)

Merupakan jenis asuransi jiwa yang berlangsung dalam jangka/periode tertentu, yang sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Dalam arti, asuransi jiwa berjangka yang sering dikenal dengan asuransi jiwa kredit ini, akan memberikan pertanggungan, bilamana saat perjanjian berlangsung, peserta asuransi/tertanggung ternyata meninggal dunia. 

Maka perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana asuransi, serta melunasi sisa pinjaman (kredit). Namun bilamana polis asuransi mengalami lapse (tidak aktif). Maka secara otomatis, manfaat asuransi akan terhenti, dan ahli waris tidak akan mendapatkan pertanggungan

Asuransi Jiwa untuk Seumur Hidup (Whole Life)

Berbeda dengan asuransi jiwa berjangka yang hanya berlangsung dalam periode/jangka waktu tertentu saja. Maka, whole life insurance (asuransi jiwa seumur hidup) akan memberikan jaminan hingga peserta berusia sekitar 99 hingga 100 tahun. Dengan kata lain, jaminan untuk seumur hidup. 

Meskipun berlangsung seumur hidup, namun besaran premi tidak akan meningkat, dan masih tetap seperti pada awal pembuatan polis. Lalu bagaimana dengan pemberian jaminan pada asuransi jiwa jenis ini, bilamana polis ternyata sudah tidak aktif? 

Pemberian jaminan akan tetap dilakukan saat peserta asuransi meninggal dunia, dengan dikurangi biaya penutupan polis, serta biaya-biaya lainnya. Meskipun ternyata, polis mengalami lapse

Asuransi Jiwa Endowment (Dwiguna)

Merupakan jenis asuransi jiwa yang berupa tabungan. Dimana Anda membayar premi setiap bulan/tahun, layaknya saat Anda menabung. Sementara dana asuransi akan diberikan pada saat periode/jangka waktu tertentu, yang telah disepakati sebelumnya. Meskipun peserta asuransi tersebut masih hidup. Sementara dana asuransi akan diberikan sebelum periode berakhir, bilamana saat perjanjian asuransi tersebut berlangsung, peserta ternyata meninggal dunia

Asuransi Jiwa Unit Link

Pada asuransi jiwa jenis ini, biasanya premi yang dibayarkan peserta akan dialihkan/diputarkan menjadi dana investasi. Dengan demikian, selain akan memperoleh dana asuransi yang berasal dari premi yang dibayarkan. Ahli waris juga akan memperoleh sejumlah manfaat berupa hasil/keuntungan dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi

B. Cara Klaim

Setelah Anda terdaftar menjadi peserta asuransi jiwa, maka Anda yang menjadi peserta asuransi seumur hidup, maupun keluarga yang menjadi ahli waris, hendaknya telah mengetahui mengenai cara untuk mengklaim asuransi jiwa ini. 

Terutama jika periode asuransi jiwa seumur hidup ini berjangka, maupun saat Anda sebagai peserta asuransi jiwa ini tiba-tiba meninggal dunia.Namun kali ini, hanya akan dibahas mengenai cara klaim untuk salah satu dari jenis-jenis asuransi jiwa dengan kategori selain dari whole life insurance, maupun untuk jenis asuransi jiwa ini, namun kemudian, peserta asuransi ternyata meninggal, selama periode perjanjian asuransi berlangsung. Adapun caranya yaitu :

  1. Melaporkan perihal kematian anggota keluarga kepada perusahaan asuransi, paling lambat  sekitar 30 hingga 60 hari, setelah kematian peserta asuransi
  2. Mengisi serta memberikan sejumlah dokumen yang diperlukan untuk keperluan klaim asuransi jiwa ini.
  3. Beberapa diantaranya yaitu polis asli, formulir klaim yang diisi oleh ahli waris, formulir klaim mengenai kematian peserta asuransi yang ditandatangani oleh dokter yang menanganinya, surat kuasa isi rekam medik, kutipan akta kematian dari pemerintah setempat, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian, jika ternyata peserta asuransi tersebut meninggal karena kecelakaan.
  4. Bukan hanya itu saja, ahli waris juga harus menyertakan surat kronologis kematian, buku rekening dan juga nomor rekening tertanggung (peserta asuransi), kartu identitas tertanggung dan juga ahli waris, dan dokumen lainnya yang diperlukan
  5. Setelah dokumen-dokumen tersebut diterima oleh perusahaan asuransi. Biasanya perusahaan asuransi akan memerlukan waktu untuk memverifikasi dokumen, dengan cara mencocokkannya dengan yang tertera pada polis. Waktu yang diperlukan untuk proses verifikasi ini yaitu sekitar 14 hari, ataupun sesuai dengan kebijakan masing-masing perusahaan asuransi
  6. Jika ternyata, dokumen-dokumen tersebut telah diverifikasi, dan pengajuan klaim ahli waris ini telah disetujui. Maka dengan demikian, proses pencairan dana asuransi akan segera dilakukan, dan ahli waris hanya tinggal menunggu untuk dilakukan pemberian dana asuransi. Khususnya kepada ahli waris, sebagai penerima manfaat dari salah satu jenis-jenis asuransi untuk kategori asuransi jiwa ini

C. Kelebihan dan Manfaat dari Asuransi Jiwa

Sekilas, manfaat dari asuransi jiwa ini hanya bisa dirasakan oleh penerima manfaat, dalam hal ini ahli waris yang telah terdaftar sebagai penerima dana asuransi, jika ternyata peserta asuransi tersebut meninggal dunia. Namun sebenarnya, asuransi jiwa ini juga memberi banyak kelebihan dan manfaat bagi peserta asuransi itu sendiri. Di antaranya :

  • Sebagai bentuk antisipasi, bilamana ternyata sang kepala keluarga, dalam hal ini peserta asuransi pergi dipanggil Tuhan lebih dulu (meninggal)
  • Memberikan ketenangan batin, mengenai keberlangsungan hidup ahli waris, sepeninggal sang kepala keluarga ataupun anggota keluarga yang menjadi peserta asuransi
  • Membantu pengelolaan keuangan dan sebagai investasi yang disediakan untuk ahli waris untuk masa mendatang. Hal ini dikarenakan, dengan penyisihan keuangan dalam setiap bulan/tahunnya untuk pembayaran premi asuransi jiwa. Secara tidak langsung bisa dijadikan sebagai sebuah investasi untuk ahli waris, yang nantinya akan diberikan penggantian berupa dana asuransi. Sesaat setelah peserta asuransi tersebut meninggal dunia
  • Premi bisa dibayarkan secara bulanan maupun tahunan, yang bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan dari peserta asuransi.

D. Kekurangan

Selain memiliki sejumlah manfaat dan kelebihan, bisa dibilang, jenis-jenis asuransi yang satu ini juga ternyata memiliki beberapa kekurangan. Dimana kekurangan-kekurangan tersebut meliputi :

  • Dana asuransi tidak bisa dinikmati oleh peserta asuransi itu sendiri, namun hanya ditujukan bagi ahli waris saja
  • Dana asuransi hanya bisa diterima sekali seumur hidup, yaitu pada akhir penutupan polis, setelah peserta meninggal dunia
  • Besaran premi pada umumnya lebih mahal, jika dibandingkan dengan jenis-jenis asuransi yang lainnya
  • Biasanya tidak ada transparansi keuangan mengenai premi yang dialihkan untuk investasi, yang biasanya terjadi pada asuransi jiwa dengan jenis unit link

E. Tips Memilih Asuransi Jiwa Terpercaya

Dengan banyaknya kejadian mengenai tidak ada transparansi mengenai premi yang dialihkan ke salah satu instrumen tertentu. Hal ini tentunya membuat sejumlah masyarakat kurang begitu percaya terhadap asuransi jiwa ini.

Meskipun demikian, tidak semua perusahaan asuransi seperti itu. Buktinya, masih banyak perusahaan asuransi yang memberikan informasi keuangan yang lebih transparan, mengenai pengalokasian premi, yang diterima dari sejumlah peserta asuransi yang terdaftar pada perusahaan asuransi tersebut.

Bagi Anda yang telah memiliki niat untuk menjadi peserta asuransi jiwa dalam waktu dekat ini. Ada baiknya agar Anda melakukan sejumlah tips berikut ini. Di antaranya :

  • Cari tahu mengenai kredibilitas perusahaan asuransi

Hal ini dikarenakan, sebelum Anda menjadi peserta asuransi jiwa pada salah satu perusahaan asuransi, tentunya Anda sudah mengetahui mengenai perusahaan asuransi mana yang akan Anda pilih. 

Meskipun demikian, Anda tidak hanya sekedar mengetahui nama perusahaannya saja, namun juga, Anda harus mencari tahu mengenai kredibilitas perusahaan tersebut. Khususnya kredibilitas perusahaan tersebut, terkait dengan layanan asuransi yang dilakukan serta pemberian informasi yang akurat mengenai pengalokasian premi untuk tujuan investasi

  • Memilih produk dan layanan asuransi jiwa terbaik dan sesuai dengan kebutuhan

Meskipun mungkin Anda telah memilih asuransi jiwa sebagai pilihan asuransi, namun seperti diketahui, ada berbagai macam jenis asuransi jiwa yang tersedia di hampir semua perusahaan asuransi. Maka dari itu, pilihlah jenis asuransi jiwa dengan produk dan layanan terbaik, serta yang sesuai dengan kebutuhan Anda

  • Pahami mengenai manfaat dan dana asuransi yang akan diterima oleh ahli waris nantinya

Bukan hanya mencari tahu mengenai produk dan layanan asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhan Anda saja. Namun Anda juga harus memahami mengenai manfaat dan juga informasi, yang berkaitan dengan besaran dana asuransi, yang nantinya akan diterima oleh ahli waris

  • Pilih produk asuransi jiwa dengan premi yang sesuai dengan kemampuan 

Meskipun mungkin Anda telah memilih produk/jenis asuransi jiwa terbaik, serta telah mengetahui mengenai manfaat dan jumlah dana asuransi yang akan diberikan nantinya. Namun tetap saja, Anda harus memilih asuransi jiwa yang merupakan salah satu dari jenis-jenis asuransi ini, dengan besaran premi yang sesuai dengan kemampuan Anda

2. Asuransi Kesehatan

asuransi

Selain asuransi jiwa, pastinya Anda juga telah mengenal salah satu dari jenis-jenis asuransi yang satu ini. Benar sekali, asuransi yang dimaksud dikenal dengan nama asuransi kesehatan. Bisa dibilang, asuransi jenis ini sangat populer dewasa ini.

Contohnya saja, menurut salah satu sumber menyebutkan bahwa pada tahun 2017 saja, jumlah penduduk Indonesia, sekitar 79,4% diantaranya merupakan peserta dari asuransi kesehatan. Dengan demikian, bisa diasumsikan, bahwa dari sekitar 262 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 208 juta diantaranya telah memilih asuransi kesehatan, sebagai salah satu dari jenis-jenis asuransi yang dipilihnya.

Lalu, apakah yang dinamakan dengan asuransi kesehatan ini ? Mengapa banyak orang yang memilih jenis asuransi ini, dibandingkan dengan jenis asuransi yang lain ? Sebelum membahas manfaat dan kelebihannya, ada baiknya untuk mencari tahu mengenai pengertian dari asuransi kesehatan ini.

Secara umum, asuransi kesehatan adalah salah satu jenis asuransi yang memberikan perlindungan dan jaminan terhadap kesehatan seseorang, yang menjadi peserta asuransi. Perlindungan tersebut meliputi biaya pengobatan, perawatan, rawat inap, biaya operasi/bedah hingga biaya untuk obat-obatan, dan segala hal yang berkaitan dengan penanganan medis di berbagai klinik dan rumah sakit.

Bahkan beberapa perusahaan asuransi juga banyak yang menambahkan beberapa manfaat lainnya, seperti biaya transportasi dari dan juga ke klinik/rumah sakit yang ditunjuk (referensi), hingga biaya rujukan ke rumah sakit yang menjadi rekanan dari perusahaan asuransi. Dengan banyaknya fasilitas dan manfaat yang diberikan oleh perusahaan asuransi tersebut, tentunya hal ini akan membuat besaran premi yang harus dibayarkan juga akan menjadi sedikit berbeda. 

Dimana dengan besaran premi yang sedikit lebih mahal, tentunya hal ini akan membuat manfaat asuransi yang nantinya akan Anda peroleh, menjadi lebih banyak dan beragam. Begitu juga jika Anda memilih asuransi kesehatan dengan besaran premi yang berjumlah lebih rendah misalnya. Tentunya manfaat kesehatan yang akan Anda peroleh juga menjadi terbatas.

A. Macam-Macam Asuransi Kesehatan

Sama halnya dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan juga terdiri dari berbagai macam. Beberapa diantaranya yaitu :

Dilihat dari jenis perawatannya

Untuk jenis asuransi kesehatan yang dilihat dari jenis perawatannya ini terbagi ke dalam 2 macam. Diantaranya asuransi kesehatan untuk rawat inap dan juga asuransi kesehatan yang memang dipilih untuk keperluan rawat jalan

Berdasarkan penyelenggaranya

Jika dilihat dari badan penyelenggara yang memfasilitasinya, maka asuransi kesehatan dibagi ke dalam 2 macam. Diantaranya jenis asuransi kesehatan yang dikelola oleh pemerintah, dan yang lainnya yaitu asuransi kesehatan yang memang diselenggarakan dan dikelola oleh swasta. 

Contohnya BPJS sebagai asuransi kesehatan yang difasilitasi oleh pemerintah, dan beberapa perusahaan asuransi ternama seperti Prudential, Allianz, Sinarmas, dan perusahaan asuransi lainnya di Indonesia, yang menyelenggarakan jenis asuransi kesehatan dalam lingkup swasta

Berdasarkan status tertanggung saat mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi

Ada 2 macam asuransi kesehatan yang dilihat dari status tertanggung ini. Diantaranya yaitu asuransi kesehatan untuk jenis personal dan juga yang mewakili kelompok/unit. Artinya, saat seseorang melakukan pendaftaran asuransi, pada umumnya, orang tersebut akan mendaftarkan diri atas nama pribadi (personal).

Namun ada juga yang melakukan pendaftaran atas nama perusahaan tempatnya bekerja, ataupun kelompok lainnya yang berkaitan dengannya. Sehingga orang tersebut tercatat sebagai peserta asuransi kesehatan dengan status perwakilan kelompok/unit

Berdasarkan layanan asuransi yang dilakukan

Untuk kategori ini, asuransi kesehatan terbagi ke dalam asuransi kesehatan dengan tipe konvensional, dan juga asuransi kesehatan dengan tipe syariah

B. Cara Klaim

Asuransi kesehatan tentunya berbeda dengan asuransi jiwa, dimana nilai manfaatnya hanya bisa diperoleh sekali dalam seumur hidup. Sementara untuk asuransi kesehatan ini, Anda bisa memperoleh manfaat berkali-kali, dengan besaran yang telah ditentukan sebelumnya dalam polis asuransi.

Hanya saja untuk memperoleh dana asuransi ini, tentunya Anda harus mengajukan klaim terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini. Diantaranya:

Penuhi semua persyaratan yang berlaku 

Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta asuransi kesehatan, bilamana klaim yang diajukan nantinya bisa segera disetujui. Diantaranya yaitu premi yang terdeteksi dalam keadaan aktif, cicilan premi yang dibayarkan dalam setiap bulannya, dan tidak ada tunggakan.

Sementara persyaratan lainnya yaitu tidak ada masa tenggang polis, tidak mengajukan klaim terhadap perawatan dan juga pengobatan terhadap penyakit yang dikecualikan, dan persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh perusahaan asuransi yang bersangkutan

Menghubungi perusahaan asuransi secepatnya

Jika Anda merasa sejumlah persyaratan diatas telah Anda penuhi semuanya. Maka langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk pengajuan klaim yaitu dengan menghubungi pihak asuransi. Ada baiknya Anda menghubungi pihak asuransi ini sebelum Anda melakukan rawat inap. Paling lambat yaitu dalam waktu 2 x 24 jam, setelah Anda rawat inap

Memberikan dokumen pendukung

Langkah lainnya yang perlu Anda lakukan yaitu dengan memberikan dokumen pendukung yang dibutuhkan. Diantaranya yaitu data diri, berupa kartu identitas, tanggal lahir, nomor polis, nomor telepon, serta alamat. 

Bukan hanya itu saja, Anda juga wajib menyertakan mengenai nama rumah sakit, nomor ruangan tempat Anda rawat inap, dokter yang menangani, surat rujukan dari dokter, jika Anda sebelumnya telah memeriksakan ke dokter di klinik, gejala penyakit yang diderita, serta beberapa bukti rekam medis lainnya

Pastikan Anda memilih rumah sakit yang menjadi referensi pihak asuransi

Biasanya, sebelum Anda mengajukan klaim, Anda akan diminta untuk membayar pembayaran di muka. Berbeda halnya jika Anda memilih rumah sakit referensi dari pihak asuransi kesehatan yang bersangkutan. 

Dimana dengan memilih sejumlah rumah sakit yang merupakan referensi dari pihak asuransi tersebut, biasanya rumah sakit  tidak akan meminta Anda untuk melakukan pembayaran. Baik itu untuk pembayaran yang dibayarkan di awal, maupun pembayaran untuk pengobatan dan perawatan seluruhnya, maupun sebagian

Berikan nomor dan identitas polis pada pihak administrasi rumah sakit

Jika langkah-langkah diatas telah Anda lakukan, maka cara selanjutnya yaitu dengan memberikan nomor dan identitas polis ke pihak administrasi rumah sakit untuk proses penyelesaian klaim. 

Biasanya pihak rumah sakit akan mencocokkan data mengenai biaya rumah sakit, dengan nilai asuransi kesehatan yang tercatat di polis. Jika ternyata, biaya rumah sakit tersebut melebihi nilai manfaat yang tertulis di polis, maka tentunya, Anda harus membayar sejumlah kekurangan tersebut

Cara tersebut dilakukan bagi Anda yang mengajukan klaim pada pihak asuransi, dengan sebelumnya memilih rumah sakit yang menjadi referensi dan juga rekanan dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Namun bagaimana jika ternyata Anda memilih rumah sakit yang bukan menjadi rekanan pihak asuransi? 

Sebenarnya Anda juga bisa melakukan klaim. Hanya saja, sebelumnya, Anda harus membayar sejumlah perawatan rumah sakit tersebut dengan biaya sendiri. Barulah pihak asuransi akan melakukan sejumlah penggantian, saat Anda melakukan klaim nantinya.

Adapun sejumlah dokumen yang harus dipenuhi, sebagai cara untuk mengajukan klaim bagi peserta asuransi yang memilih rumah sakit yang bukan direkomendasikan pihak asuransi di antaranya :

  • Bukti biaya perawatan yang diberikan pihak rumah sakit
  • Bukti pembayaran
  • Rincian mengenai biaya obat-obatan dan pelayanan yang diberikan selama di rumah sakit, serta
  • Laporan diagnosis dari dokter. Termasuk rincian obat-obatan yang ditulis oleh dokter

C. Kelebihan dari Asuransi Kesehatan

Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa asuransi kesehatan merupakan salah satu dari jenis-jenis asuransi yang kian populer di Indonesia. Bahkan memiliki jumlah peserta asuransi terbanyak, jika dibandingkan dengan jenis asuransi lainnya.

Hal ini tentunya berkaitan dengan kelebihan dari asuransi jenis ini. Dimana asuransi kesehatan ini memiliki sejumlah manfaat dan kelebihan berupa :

  • Bisa meminimalisir sejumlah resiko
  • Membantu meringankan beban. Terutama yang berkaitan dengan biaya pembelian obat-obatan dan perawatan
  • Bisa meng-cover seluruh, maupun sebagian biaya rumah sakit
  • Mendapatkan layanan pengobatan dan perawatan secara maksimal
  • Sebagai investasi di masa depan. Terutama saat peserta asuransi tiba-tiba jatuh sakit dan memerlukan biaya pengobatan dan perawatan yang tidak terduga
  • Dengan memilih asuransi kesehatan secara tidak langsung, Anda tidak akan merepotkan keluarga Anda. Karena biaya perawatan telah dijamin oleh pihak asuransi
  • Dengan membayar premi dalam setiap bulannya, hal ini akan membuat Anda lebih disiplin dalam mengatur keuangan, dan membayar premi pada waktu yang telah ditentukan
  • Selain rawat inap dan juga rawat jalan, asuransi kesehatan juga memberikan perlindungan terhadap perlindungan penyakit kritis, perawatan gigi, terapis, bahkan perawatan penyakit tropis

D. Kekurangan dari Asuransi Kesehatan

Selain memiliki sejumlah kelebihan, tak bisa dipungkiri bahwa asuransi kesehatan yang menjadi salah satu dari jenis-jenis asuransi ini ternyata memiliki kekurangan juga. Beberapa kekurangan yang dimaksud diantaranya:

Sebagian besar tidak bisa mengcover seluruh biaya pengobatan. Sehingga peserta asuransi kesehatan harus membayar kekurangan biaya. Jika ternyata, biaya pengobatan tersebut melebihi batas nilai manfaat yang diatur pada polis

Jika memilih rumah sakit yang bukan rekanan dari pihak asuransi, ataupun yang tidak menjadi referensi dari pihak asuransi. Maka peserta asuransi diharuskan untuk membayar biaya rumah sakit sendiri. Barulah kemudian bisa mengajukan klaim, untuk meminta penggantian biaya

Pada umumnya, asuransi kesehatan memberikan perlindungan hingga 1 tahun lamanya. Namun jika selama periode tersebut, peserta asuransi tidak mengajukan klaim. Maka secara otomatis, premi akan hilang. 

Namun hal ini hanya berlaku bagi asuransi kesehatan untuk tipe konvensional saja. Berbeda dengan asuransi kesehatan syariah, yang bisa dibilang lebih mirip dengan tabungan. Dimana Anda bisa mengambil tabungan tersebut, meskipun selama setahun itu, Anda tidak mengajukan klaim

E. Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat

Hampir sama dengan memilih asuransi jiwa, dalam memilih asuransi kesehatan ini juga, Anda haruslah jeli. Hal ini tentunya, agar Anda bisa memilih asuransi kesehatan yang tepat, dan juga perusahaan asuransi yang terpercaya.

Untuk itu, Anda bisa melakukan sejumlah langkah-langkah berikut ini. Di antaranya :

  1. Cari tahu mengenai kredibilitas perusahaan asuransi yang akan Anda pilih
  2. Pahami kebutuhan Anda. Dalam arti, pilihlah jenis asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan penyakit yang diderita
  3. Lakukan perbandingan dengan perusahaan asuransi lainnya. Khususnya mengenai besaran premi, dan manfaat yang akan diperoleh nantinya
  4. Pilihlah jenis asuransi kesehatan dengan besaran premi yang sesuai dengan kemampuan Anda, serta
  5. Pilihlah perusahaan asuransi yang memiliki jaringan dan rekanan rumah sakit dalam jumlah banyak, dengan lokasi yang dekat dengan tempat tinggal Anda

 

3. Asuransi Pendidikan

Jenis-jenis asuransi lainnya yang perlu Anda ketahui yaitu asuransi pendidikan. Dinamakan asuransi pendidikan tentunya karena jenis asuransi yang satu ini memberikan jaminan pendidikan bagi putra putri Anda.

Dimana dengan memilih jenis-jenis asuransi yang satu ini, secara tidak langsung, Anda telah menyiapkan dana dan jaminan untuk keberlangsungan pendidikan anak-anak Anda. Baik itu yang dimulai saat mereka baru masuk Taman Kanak-Kanak (TK), maupun sampai anak-anak kuliah.

Meskipun asuransi dengan jenis ini dikenal dengan asuransi pendidikan. Namun sebenarnya, asuransi ini merupakan gabungan antara asuransi jiwa dan juga investasi. Dimana jika seandainya pencari nafkah tersebut meninggal dunia, maka biaya pendidikan anak akan dijamin oleh pihak asuransi.

Sementara dikatakan sebagai investasi, tentunya hal ini berkaitan dengan manfaat asuransi yang akan dinikmati nanti. Terutama saat anak  Anda mulai sekolah, hingga nantinya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

A. Macam-Macam Asuransi Pendidikan

Sebenarnya, asuransi pendidikan ini bukan hanya untuk menyiapkan pendidikan anak saja. Namun lebih dari itu, jenis asuransi yang satu ini juga bisa meringankan beban orangtua. Khususnya dalam menyiapkan dana pendidikan, yang semakin tahun terasa semakin meningkat.

Sehingga bisa dikatakan, asuransi pendidikan adalah salah satu bentuk investasi orangtua bagi anak-anaknya, yang diwujudkan dalam bentuk dana pendidikan. Secara garis besar, asuransi pendidikan terbagi ke dalam 2 jenis. Diantaranya:

Asuransi Pendidikan Endowment (Dwiguna)

Merupakan salah satu jenis asuransi pendidikan, yang menggabungkan asuransi jiwa dan juga pasar uang. Dimana pasar uang disini bisa disamakan dengan deposito. Sehingga memiliki nilai nominal yang pasti, dan bisa dicairkan saat anak mulai masuk ke sekolah. Baik saat masuk TK, SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi

Asuransi Pendidikan dengan Jenis Unit Link

Berbeda dengan asuransi pendidikan dwiguna, asuransi pendidikan yang satu ini merupakan gabungan antara asuransi jiwa dan juga investasi. Dimana pihak asuransi akan menjamin pendidikan anak, meskipun orang tua dari anak tersebut meninggal dunia maupun cacat permanen. 

Namun juga, karena asuransi pendidikan ini berupa unit link, maka tentu saja, premi yang dibayarkan akan dialihkan ke berbagai instrumen investasi. Sama halnya dengan investasi yang lain, keuntungan investasi akan diberikan secara bertahap, saat anak mulai masuk sekolah. Namun selain memiliki sejumlah keuntungan, investasi ini tentunya memiliki resiko yang cukup besar, yang akan berpengaruh pada dana asuransi yang diberikan nantinya

C. Cara Klaim

Bagi Anda yang mendaftarkan anak-anak Anda pada asuransi pendidikan, dan kemudian ingin mengajukan klaim. Maka Anda bisa melakukan langkah-langkah seperti di bawah ini. Di antaranya :

  1. Menghubungi pihak asuransi, dan pastikan Anda telah mendaftarkan anak Anda sebagai penerima manfaat asuransi dan Anda telah terdaftar sebagai peserta asuransi, minimal selama 2 tahun
  2. Mempersiapkan dokumen yang diperlukan meliputi KTP, SIM, polis asuransi, kartu asuransi, hingga fotokopi kwitansi pembayaran premi terakhir
  3. Menyerahkan dokumen ke perusahaan asuransi
  4. Untuk beberapa lama, pihak asuransi akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah dokumen yang Anda berikan sebelumnya, dan dilanjutkan dengan melakukan survey
  5. Jika dalam batas yang ditentukan, pihak asuransi tersebut akhirnya menyetujui klaim yang Anda ajukan, maka dengan begitu, proses pencairan dana akan segera dilakukan
  6. Tunggu hingga pihak asuransi akhirnya melakukan proses pencairan, dan dana asuransi bisa Anda terima, untuk digunakan dalam membiayai pendidikan anak-anak Anda

D. Kelebihan dari Asuransi Pendidikan

Bagi Anda yang belum mengetahui apa saja kelebihan dari asuransi pendidikan ini, dan mengapa para orangtua harus memilih salah satu dari jenis-jenis asuransi ini. Maka Anda harus menyimak beberapa ulasan berikut ini, yang akan menjelaskan beberapa kelebihan dari asuransi pendidikan ini. Di antaranya :

  1. Bisa menjamin pendidikan anak
  2. Bisa meminimalisir beban keuangan orangtua, terutama yang menyangkut pendidikan anak
  3. Menjamin pendidikan hingga anak masuk ke perguruan tinggi, yang disesuaikan dengan periode kesepakatan polis
  4. Sistem pembayar premi yang terbilang mudah
  5. Menjamin pendidikan anak, disaat biaya pendidikan menjadi terus meningkat dari hari ke hari

E. Kekurangan

Sebelum Anda mendaftar menjadi peserta asuransi dan juga anak-anak Anda sebagai penerima manfaat dari asuransi dengan jenis ini. Maka Anda perlu tahu mengenai kekurangan dari asuransi pendidikan ini, agar nantinya Anda tidak terlalu kecewa. Bilamana nantinya, klaim Anda ditolak, ataupun besaran dana asuransi tidak sesuai dengan yang Anda inginkan.

Beberapa kekurangan dari asuransi pendidikan ini di antaranya :

  1. Klaim Anda akan ditolak jika Anda mengajukannya sebelum masa 2 tahun, setelah Anda mendaftar asuransi
  2. Nilai besaran manfaat asuransi ini terbilang kecil
  3. Bagi asuransi pendidikan jenis unit link, besaran nilai manfaat tambahan tidak menentu. Hal ini dikarenakan, hasil investasi dipengaruhi oleh aktivitas investasi yang kadang tidak menentu. Bisa saja akan menguntungkan, namun disisi lain, resiko kerugian juga terkadang tidak bisa dihindari
  4. Sering terjadi kelambatan dalam proses pencairan dana

F. Tips Memilih Asuransi Pendidikan yang Tepat untuk Anak-Anak Anda

Meskipun memang, hampir semua perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi pendidikan ini menjamin akan memberikan perlindungan bagi pendidikan anak-anak Anda. Namun tetap saja, Anda harus bisa memilih perusahaan asuransi yang tepat, yang bisa menjamin masa depan anak-anak Anda.

Karena itu, Anda perlu melakukan sejumlah tips berikut ini. Di antaranya :

  • Sebelum Anda memilih asuransi pendidikan, buatlah dahulu target pendidikan serta rincian biayanya
  • Kemudian pilih perusahaan asuransi dengan kredibilitas terpercaya. Terutama mengenai layanan/produk asuransi pendidikan yang sesuai dengan rincian biaya pendidikan yang telah Anda buat sebelumnya
  • Setelah memilih perusahaan asuransi yang tepat, maka selanjutnya Anda bisa mencari tahu mengenai produk/layanan asuransi pendidikan yang sekiranya bisa memenuhi target pendidikan anak-anak Anda
  • Jangan lupa untuk mencari tahu mengenai besaran premi yang harus Anda bayar nantinya
  • Pilihlah asuransi pendidikan dengan besaran premi yang sesuai dengan kemampuan keuangan Anda
  • Ada baiknya untuk membandingkan dahulu produk/layanan tersebut dengan produk dan layanan asuransi pendidikan dari perusahaan asuransi lainnya
  • Langkah terakhir yaitu pilihlah asuransi pendidikan yang memberikan manfaat tambahan lainnya. Seperti tunjangan anak berprestasi, tunjangan bilamana orang tua meninggal, maupun saat mengalami cacat permanen, dan yang lainnya