Fire Protection Hydrant, How To Work.? Landasan Hukum?

Cara Kerja Hydrant

Sesuai dengan keputusan Mentri Tenaga Kerja Republik Indonesia NO. KEP-186/MEN/1999 TENTANG UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI TEMPAT KERJA

Klasifikasi tingkat potensi bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 terdiri dari:

1. Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan;

2. Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan sedang I;

3. Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan sedang II;

4. Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran ringan sedang III dan;

5. Klasifikasi tingkat resiko bahaya kebakaran berat.

Hydrant, Fire Protection, Pompa Hydrant,

Hydrant merupakan salah satu jenis unit atau alat untuk menanggulangi kebakaran yang terjadi di tempat kerja kita atau dalam industri. Salah satu area yang perlu mendapatkan proteksi di Industri besar seperti PLTU, Maka hydrant menjadi sebuat kewajiban adanya. Salah satu contoh misal terjadi kebakaran pada unit Boiler. Jika unit boiler tidak diamankan secepat mungkin maka akan dapat menyebabkan kerusakan yang sangat besar, bukan hanya untuk boiler itu sendiri tetapi PLTU akan mengalami Breakdown yang lama. Oleh karena itu hydrant merupakah salah satu proteksi yang wajib.

Cara Kerja Hydrant dan Komponen-komponennya

Cara Kerja Hydrant – Hydrant PumpSebelum mengetahui cara kerja hydrant, ada baiknya kenali dulu apa itu sistem hydrant. Sistem hydrant merupakan sistem proteksi kebakaran yang menggunakan air sebagai medianya.

Sistem hydrant umumnya digunakan untuk mengatasi kebakaran yang cukup berat dan jika APAR sudah tidak dapat mengatasi kebakaran tersebut. Cara kerja hydrant memang tidak sesederhana seperti penggunaan APAR. Namun, tentunya sistem hydrant bekerja lebih mumpuni untuk memadamkan api.

Dalam hydrant terdapat beberapa komponen yang membuat sistem ini bekerja. Yuk, kenali dulu komponen-komponen yang ada di dalamnya!

Komponen yang Mendukung Cara Kerja Hydrant

Cara Kerja Hydrant – Komponen Hydrant

1. Reservoir (Tandon Air)

Read also  Siapa Yang Wajib Menerapkan SMK3?

Reservoir merupakan penampung air yang akan dijadikan media dalam sistem hydrant. Biasanya tandon ini berada di bawah tanah atau biasa juga disebut ground tank. Sebuah reservoir harus bisa menyediakan air untuk proses pemadaman api selama 30 menit.

2. Jockey Pump Unit

Jockey pump merupakan komponen yang digunakan sebagai alat untuk menstabilkan tekanan air yang akan di alirkan dari tandon air menuju hydrant pillar. Tujuannya, agar tekanan air tetap stabil dan tidak merusak sistem hydrant.

3. Electric Pump Unit

Electric pump merupakan pompa yang bekerja untuk mengalirkan air dari tandon air menuju hydrant pillar. Pompa ini bekerja dengan energi listrik dari PLN sebagai sumber dayannya. Ataupun dari Listrik yang dihasilkan dari Turbin untuk Industri yang menggunakan Boiler dan turbine sebagai power generatornya.

4. Diesel Pump Unit

Saat tidak ada sumber daya listrik di lokasi kebakaran, diesel pump adalah pompa yang akan digunakan untuk mengalirkan air dari reservoir ke hydrant pillar. Namun ketika listrik kembali menyala, diesel pump berfungsi menstabilkan tekanan sistem hydrant.

5. Hydrant Pillar

Hydrant pillar merupakan komponen yang menghantarkan air yang berasal dari tandon air dan dihubungkan dengan selang agar dapat menuju lokasi kebakaran. Hydrant pillar ada yang berjenis one way, two way, dan three way.

6. Siamese Connection

Komponen yamg satu ini merupakan komponen penghubung yang dapat membantu proses penyuplai air dari mobil pemadam kebakaran menuju sistem hydrant. Hal tersebut merupakan bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu air dalam tandon telah habis.

7. Hydrant Box Unit

Mungkin Anda kerap menemui hydrant box pada sistem hydrant. Namun, apa sih yang terdapat dalam hydrant box tersebut? Hydrant box merupakan tempat penyimpanan yang berisi aksesoris pendukung untuk mengalirkan air dari pillar menuju lokasi kebakaran.

Read also  Implementasi Sistem Manajemen K3 Di Perusahaan

Cara Kerja Hydrant

Saat memadamkan api, jockey pump berfungsi untuk memompa air dari reservoir menuju hydrant pillar. Jockey pump biasanya dapat bekerja jika tekanan air berada pada angka 6-8 bar. Jika tekanan menurun, tugas jockey pump akan digantikan oleh electric pump.

Electric pump bekerja empat kali lipat dari jockey pump. Pompa ini membutuhkan listrik untuk dapat bekerja dalam proses pemadaman api.

Namun sayang, umumnya saat terjadi kebakaran aliran listrik akan terputus. Sehingga, diesel pump yang akan menggantikan proses pemompaan air dari reservoir ke hydrant pillar. Semua pompa tersebut akan bekerja setelah dihidupkan dari panel control.

Lalu setelah air sampai ke hydrant pillar, bagaimana cara air bisa sampai ke lokasi kebakaran? Dalam sistem hydrant, akan terdapat hydrant box unit yang berisi aksesoris seperti roll fire hose, hose nozzle, valve, dan hose rack. Aksesoris tersebutlah yang akan mengalirkan air dari hydrant pillar menuju titik kebakaran.

Nah, itu dia cara kerja hydrant sebagai sistem proteksi kebakaran. Meskipun instalasi sistem hydrant membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun sistem hydrant cukup mumpuni untuk mengatasi kebakaran skala besar.