9 Ruang Lingkup Material Handling Beserta Fungsinya

Halo sobat alwepo, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang ruang lingkup material handling. Materi ini sangat penting dalam dunia industri, dan pemahaman yang baik tentang konsep ini akan memberikan manfaat besar. Jadi, mari kita mulai!

9 Ruang Lingkup Material Handling Beserta Fungsinya
alwepo

Sebelum kita masuk ke dalam ruang lingkup material handling, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu material handling. Secara sederhana, material handling adalah proses pengelolaan, pengangkutan, penyimpanan, dan pengendalian bahan atau barang di dalam sebuah fasilitas industri. Ini mencakup semua aktivitas yang terlibat dalam menggerakkan, mengangkut, dan mengelola bahan dalam berbagai bentuknya.

Material handling menjadi unsur kunci dalam berbagai industri, termasuk manufaktur, logistik, dan distribusi. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko cedera, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

1. Pengangkutan (Transportation)

Deskripsi: Pengangkutan dalam material handling melibatkan pemindahan material atau produk dari satu lokasi ke lokasi lain. Ini bisa termasuk pengangkutan dalam fasilitas produksi, pengiriman ke pelanggan, atau distribusi antar fasilitas.

Metode: Pengangkutan dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti menggunakan truk, forklift, konveyor, lift, mesin crane, dan bahkan transportasi otomatis seperti AGV (Automated Guided Vehicles) atau robot pengiriman.

Tujuan: Tujuan pengangkutan adalah memindahkan material dengan efisien, cepat, dan aman ke tujuan yang ditentukan.

2. Penyimpanan (Storage)

Deskripsi: Penyimpanan dalam material handling mencakup tempat-tempat penyimpanan sementara atau jangka panjang material, barang, atau produk di dalam fasilitas atau gudang.

Tipe Penyimpanan: Penyimpanan bisa dalam bentuk gudang, rak penyimpanan, rak palet, rak penyimpanan khusus, atau sistem penyimpanan otomatis.

Tujuan: Tujuan penyimpanan adalah menjaga material tetap tersedia saat diperlukan, mengurangi risiko kerusakan, dan memaksimalkan penggunaan ruang penyimpanan.

3. Pemindahan Material (Material Movement)

Deskripsi: Pemindahan material adalah aktivitas yang melibatkan pemindahan material dari satu titik ke titik lain di dalam fasilitas atau gudang.

Metode: Pemindahan dapat dilakukan secara manual oleh pekerja atau dengan menggunakan peralatan seperti forklift, konveyor, sistem transportasi pneumatik, atau AGV.

Tujuan: Tujuan pemindahan material adalah memindahkan material dengan cepat dan akurat, menghindari kerusakan, dan meminimalkan waktu tunggu.

4. Pemuatan dan Pembongkaran (Loading and Unloading)

Deskripsi: Proses pemuatan dan pembongkaran melibatkan pemindahan material dari atau ke dalam kendaraan transportasi atau mesin produksi.

Prosedur: Pemuatan melibatkan mengangkat material ke kendaraan atau mesin, sedangkan pembongkaran melibatkan menurunkan material dari kendaraan atau mesin.

Tujuan: Tujuan proses ini adalah menjaga integritas material, menghindari kerusakan, dan memastikan material siap digunakan.

5. Pengemasan (Packaging)

Deskripsi: Pengemasan adalah aktivitas yang melibatkan pemilihan, desain, dan implementasi kemasan yang sesuai untuk material atau produk.

Tujuan: Tujuan pengemasan adalah melindungi material dari kerusakan selama transportasi dan penyimpanan, memenuhi persyaratan pengiriman, dan mempromosikan merek atau produk.

6. Pemrosesan (Processing)

Deskripsi: Beberapa material atau produk memerlukan proses tambahan selama material handling, seperti pengolahan, pengujian, perakitan, atau pemrosesan khusus.

Tujuan: Tujuan pemrosesan adalah mempersiapkan material untuk langkah berikutnya dalam produksi atau memenuhi spesifikasi produk yang diinginkan.

7. Manajemen Inventori (Inventory Management)

Deskripsi: Manajemen inventori melibatkan pengawasan stok material, pengaturan pesanan, perencanaan pengadaan, dan pengelolaan siklus inventori.

Tujuan: Tujuan manajemen inventori adalah memastikan stok tersedia saat dibutuhkan, menghindari overstock atau understock, dan mengoptimalkan pengeluaran.

8. Teknologi Otomasi (Automation Technology)

Deskripsi: Teknologi otomasi mencakup penggunaan peralatan, sistem kontrol otomatis, sensor, dan robotik untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam material handling.

Manfaat: Otomasi dapat mengurangi keterlibatan manusia, mengurangi kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

9. Keselamatan (Safety)

Deskripsi: Keselamatan dalam material handling adalah prioritas utama. Ini melibatkan pelatihan pekerja, penggunaan peralatan pelindung diri, pemeliharaan peralatan, dan perencanaan fasilitas yang aman.

Tujuan: Tujuan keselamatan adalah mencegah kecelakaan, cedera, atau kerusakan material yang disebabkan oleh proses material handling.

 

Demikianlah artikel tentang ruang lingkup material handling. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai aspek yang termasuk dalam konsep material handling. Dalam dunia industri yang terus berkembang, pengelolaan material yang efisien adalah kunci keberhasilan. Kami membuka diskusi di kolom komentar, jangan lupa di share artikelnya ke teman atau medsos kesayangan kalian. Semoga Bermanfaat!