Penyebab terjadinya kerusakan pada Power Generator (Turbine)


Power Generation, Turbine

Turbine merupakan alat atau unit mesin yang berfungsi untuk mengubah energi panas menjadi energi gerak yang kemudian di gunakan untuk memutar rotor rotor sehingga terbentuklah energi listrik. Energi yang berasal dari Boiler akan di transfer ke turbine menggunakan sistem piping. Dalam industri pengolahan tebu menjadi gula pada pabrik gula dan pabrik kelapa sawit ataupun industri yang lainnya, tentu keberadaan turbine menjadi salah satu pertimbangan yang besar sebagai penghasil energi. Pilihannya adalah apakah menggunakan energi dari PLN atau membangun Power Generation sendiri.

Kerusakan pada turbine
Sumber: wikipedia

 

 

Beberapa penyebab kerusakan pada turbin antara lain:

1. Over speed, Karena putaran generator naik melebihi putaran normal sehuingga menyebabkan gaya sentrifugal naik sehingga timbul gesekan dan panas berlebihan pada generator.

2. Temperatur air pendingin tinggi, akibatnya overheating sehingga:

  • Pelumas menjadi cepat encer.
  • Menyebabkan kerusakan bantalan.
  • Komponen – komponen mesin mengalami pemuaian akibat panas yang timbul.

3. Tekanan minyak pelumas rendah, akan menyebabkan gesekan antar bantalan menjadi besar sehingga menyebabkan kerusakan pada bantalan dan komponen lain yang ikut bergerak karena kekurangan pelumas.

 

Kemampuan Sebauh Turbine

Suatu unit pembangkit merupakan alat yang bernilai besar dan dibutuhkan dana yang besar pula untuk membangun suatu pembangkit yang diharapkan dapat beroperasi dengan baik dan kinerjanya memuaskan.

 

Faktor – faktor yang keberhasilan power generation antar lain :

  • Faktor desain, tentang kapasitas yang dihasilkan, bahan bakar yang digunakan, material yang digunakan, serta analisa biaya yang digunakan.
  • Faktor konstruksi, diharapkan dalam masa konstruksi tidak menyimpang serta kesesuaian material yang digunakan dan desain yang telah ditentukan.
  • Faktor komisioning, yaitu fese pengetesan yang tidak mengalami kendala.
  • Faktor operasi dan pemeliharaan.

 

Sinkronisasi / Penggabungan daya

Sinkronisasi adalah suatu pengoperasian secara bersama-sama ( sinkron ) dari 2 atau lebih mesin pembangkit listrik pada satu sistim panel dengan kondisi dan persyaratan tertentu.

Pengoperasian mesin pembangkit secara sinkron di lakukan untuk menampung beban operasi yang lebih besar dari kapasitas tampung beban masing-masing pembangkit listrik. Proses sinkronisasi ini sering terjadi kesalah fatal di akibatkan ketidak mampuan atau kesiapsiagaan operator ketika melakukan sinkron terutama untuk perkebunan, secara instrumen masih menggunakan manual sehingga resiko kegagalan juga lebih besar. Berbeda dengan industri lain seperti pada pembangkit-pembangkit PLTU tentu sinkron bisa dilakukan secara otomatis.

 

Tahapan Sinkronisasi Mesin Pembangkit Listrik :

* Perhatikan beban operasional yang ada pada panel utama.

* Siapkan mesin pembangkit yang akan disinkronisasir.

* Tutup netral switch mesin pembangkit yang akan disinkronisir.

* Tutup switch-switch sinkronisasi.

* Perhatikan tegangan (voltage) dan frekwensi pada voltmeter dan frekwensi meter yang ada pada panel sinkronisasi.

* Lakukan sinkronisasi dengan tetap memperhatikan kesamaan voltage, frekwensi dan arah putaran sincronoscope serta 2 buah lampu indikator sinkronisasi.

* Buka kembali switch-switch sinkronisasi.

* Pindahkan kelebihan beban yang ada ke pembangkit yang baru disinkronisasi dengan mengatur frekwensi kedua mesin pembangkit.

* Perhatikan beban operasional yang ada pada panel utama.

* Pindahkan beban operasional dari mesin pembangkit yang akan diputus hubungannya dari panel utama dengan mengatur frekwensi kedua mesin pembangkit.

* Turunkan tegangan operasional mesin pembangkit yang akan diputus sampai 200-220 volt (tegangan phase to phase).

* Matikan mesin (untuk genset diesel) atau buka switch operasi alternator dan tutup katup utama masukan steam kerja (untuk genset turbine Uap).

 

Demikian beberapa hal tentang penyebab terjadinya kerusakan pada power generation terutama problem yang sering terjadi pada turbine, seperti kit aketahui penggunaan turbine sangat luas sekali sebagai unit konversi energi dari energi panas menjadi energi gerak.

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com

Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code:
Close