Overhead Conveyor: Pengertian, Bagian Utama, dan Cara Kerjanya


alwepo, Overhead Conveyor, atau conveyor gantung, adalah jenis conveyor dalam sistem transportasi yang memainkan peran penting dalam memindahkan barang atau material dari satu titik ke titik lain dalam suatu fasilitas. Kami akan membahas pengertian Overhead Conveyor, komponen utamanya, dan cara kerjanya dalam berbagai aplikasi industri.

Pengertian Overhead Conveyor

Overhead Conveyor: Pengertian, Bagian Utama, dan Cara Kerjanya

Overhead Conveyor adalah sistem konveyor yang dirancang untuk mengangkut barang atau material di atas kepala operator atau di lokasi yang tinggi di dalam fasilitas. Sistem ini umumnya terdiri dari jalur konveyor yang terpasang di langit-langit atau di atas area kerja. Overhead Conveyor sering digunakan untuk memindahkan barang-barang berat, material dalam proses produksi, dan komponen yang akan dirakit.

Keunggulan Overhead Conveyor meliputi penggunaan ruang yang efisien dan kemampuan mengangkut barang di lokasi yang sulit dijangkau oleh konveyor konvensional di lantai. Ini membuatnya menjadi pilihan yang cocok untuk berbagai aplikasi industri, termasuk manufaktur, distribusi, dan pemrosesan material.

Bagian Utama Overhead Conveyor

Overhead Conveyor terdiri dari berbagai bagian utama yang bekerja bersama-sama untuk menjalankan fungsi transportasi material. Berikut adalah beberapa komponen utama yang ditemukan dalam sistem Overhead Conveyor:

1. Track (Jalur Konveyor)

Track adalah jalur yang membawa trolley atau perangkat transportasi. Ini dapat terbuat dari berbagai material, termasuk baja dan aluminium, tergantung pada beban yang akan diangkut.

2. Trolley

Trolley adalah perangkat yang bergerak di atas jalur konveyor dan membawa barang atau material. Trolley biasanya terpasang pada rantai atau kabel yang bergerak secara terus-menerus.

3. Motor dan Reducer

Motor dan reducer adalah bagian yang bertanggung jawab untuk menggerakkan trolley di sepanjang jalur konveyor. Motor menghasilkan tenaga yang diperlukan, sementara reducer mengurangi kecepatan dan meningkatkan torsi untuk memastikan trolley bergerak dengan stabil.

Motor dan Reducer

4. Support Structure (Struktur Pendukung)

Struktur pendukung adalah rangkaian yang mendukung jalur konveyor dan menjaga posisinya di atas area kerja. Struktur ini sering terpasang di langit-langit pabrik atau fasilitas lainnya.

5. Control Panel (Panel Kontrol)

Panel kontrol adalah pusat pengendalian sistem Overhead Conveyor. Ini mencakup tombol, sakelar, dan sistem otomatisasi untuk mengendalikan pergerakan trolley dan jalur konveyor.

Control Panel

Cara Kerja Overhead Conveyor

Overhead Conveyor bekerja berdasarkan prinsip dasar transportasi barang di atas kepala. Berikut adalah cara kerjanya:

1. Pemuatan Material

Tahap pertama dalam kerja Overhead Conveyor adalah pemuatan material atau barang yang akan diangkut. Material ini dapat berupa bagian-bagian manufaktur, produk jadi, atau barang-barang lain yang perlu dipindahkan dalam fasilitas. Pemuatan material dapat dilakukan secara manual, di mana operator memuat barang ke dalam trolley, atau secara otomatis menggunakan peralatan mekanis.

2. Pergerakan Trolley

Setelah material atau barang dimuat, motor dan reducer dalam sistem Overhead Conveyor diaktifkan. Ini menggerakkan trolley melalui jalur konveyor. Trolley adalah wadah atau tempat di mana material atau barang ditempatkan. Mereka dirancang untuk bergerak dengan lancar di atas jalur konveyor.

3. Pemindahan Material di Atas Kepala

Salah satu keunggulan utama dari Overhead Conveyor adalah material atau barang yang diangkut di atas kepala operator atau di lokasi yang tinggi. Ini membebaskan ruang di lantai fasilitas untuk penggunaan lainnya. Pemindahan di atas kepala ini sering digunakan untuk menghindari rintangan di lantai atau untuk mengangkut material di sepanjang jarak jauh dalam fasilitas.

4. Pembebanan Material

Setelah material atau barang mencapai tujuan akhirnya, trolley akan berhenti atau melambat, dan material tersebut dibongkar atau digunakan sesuai kebutuhan. Proses pembebanan dapat dilakukan oleh operator atau secara otomatis dengan menggunakan peralatan khusus.

Aplikasi Overhead Conveyor

Overhead Conveyor memiliki berbagai aplikasi di berbagai industri. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Industri Otomotif

Overhead Conveyor digunakan dalam industri otomotif untuk memindahkan komponen mobil dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya dalam proses perakitan. Ini membantu meningkatkan efisiensi dan kecepatan produksi.

Industri Otomotif

2. Industri Manufaktur

Industri manufaktur umumnya menggunakan Overhead Conveyor untuk memindahkan bahan baku, komponen, dan produk dalam proses produksi. Sistem ini membantu mengurangi penumpukan material di lantai pabrik.

Industri Manufaktur

3. Distribusi dan Pergudangan

Industri distribusi dan pergudangan menggunakan Overhead Conveyor untuk mengangkut barang dari satu lokasi ke lokasi lain di gudang atau pusat distribusi. Ini memungkinkan proses pengambilan pesanan yang lebih efisien.

Distribusi dan Pergudangan

4. Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman menggunakan Overhead Conveyor untuk mengangkut bahan baku dan produk jadi. Sistem ini membantu menjaga kebersihan dan higienisitas produk.

Industri Makanan dan Minuman

Menghitung Kapasitas Overhead Conveyor

Menghitung kapasitas dari sebuah Overhead Conveyor adalah langkah penting dalam merancang dan mengoperasikan sistem konveyor tersebut. Kapasitas conveyor mengacu pada jumlah material atau barang yang dapat dipindahkan oleh konveyor dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan kapasitas ini membantu memastikan bahwa sistem Overhead Conveyor dapat mengatasi kebutuhan produksi Anda. Berikut adalah panduan umum tentang cara menghitung kapasitas Overhead Conveyor:

Menentukan Parameter Penting

Sebelum Anda mulai menghitung kapasitas Overhead Conveyor, ada beberapa parameter penting yang perlu Anda tentukan:

  1. Kecepatan Trolley (V): Kecepatan trolley adalah kecepatan pergerakan trolley di atas jalur konveyor, diukur dalam meter per detik (m/s).
  2. Kapasitas Beban Maksimum (Q): Kapasitas beban maksimum adalah berat total barang atau material yang dapat diangkut oleh trolley. Ini diukur dalam kilogram (kg).
  3. Waktu Operasional (t): Waktu operasional adalah periode waktu selama Overhead Conveyor beroperasi dalam satu siklus. Ini diukur dalam detik (s).

Menggunakan Rumus Dasar

Kapasitas Overhead Conveyor (Q) dapat dihitung dengan menggunakan rumus dasar berikut:

Dalam rumus ini:

  • adalah kapasitas Overhead Conveyor (dalam kilogram).
  • adalah kecepatan trolley (dalam meter per detik).
  • adalah waktu operasional (dalam detik).
  • adalah jumlah trolley yang digunakan dalam sistem Overhead Conveyor.

Menghitung Jumlah Trolley (N)

Untuk menghitung kapasitas Overhead Conveyor, Anda perlu menentukan jumlah trolley (N) yang digunakan dalam sistem. Ini dapat ditemukan dengan menggunakan rumus berikut:

Anda dapat menentukan jumlah trolley yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas beban maksimum yang diinginkan.

Contoh Perhitungan Kapasitas Overhead Conveyor

Misalkan Anda memiliki sistem Overhead Conveyor dengan spesifikasi berikut:

  • Kecepatan trolley (V) = 0.5 m/s.
  • Kapasitas beban maksimum (Q) = 1000 kg.
  • Waktu operasional (t) = 60 detik.

Langkah pertama adalah menghitung jumlah trolley (N) yang dibutuhkan:

Anda perlu setidaknya 34 trolley dalam sistem Overhead Conveyor Anda untuk mencapai kapasitas beban maksimum 1000 kg dengan kecepatan 0.5 m/s dan waktu operasional 60 detik.

 

Demikianlah artikel tentang Overhead Conveyor: Pengertian, Bagian Utama, dan Cara Kerjanya. Kami membuka diskusi di kolom komentar, jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman-teman atau media sosial kesayangan Anda. Semoga bermanfaat!

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com

Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code:
Close