Cara Kerja ELCB Sebagai Pengaman Dari Bahaya Listrik

merupakan sumber yang sangat berguna bagi kehidupan kita, namun listrik juga memiliki yang sangat besar.

Berbagai bahaya listrik, seperti bahaya jiwa, sengatan listrik, sengatan listrik, dan bahaya terhadap material lain, seperti kebakaran, ledakan, dan lain-lain.

Penyebab utama bahaya listrik, seperti tersengat listrik dan bahaya lainnya, adalah kebocoran arus listrik dan mengalir melalui benda lain, seperti manusia, benda lain, bumi, dan lain-lain.

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko tersengat listrik dan bahaya lainnya, diperlukan suatu perangkat untuk mengamankannya.

elcb sebagai pengaman

Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Produk ini hanya mempunyai satu fungsi, mendeteksi arus bocor. Tidak terdapat pengaman thermal dan magnetis, sehingga ELCB harus diamankan terhadap hubung singkat oleh MCB sisi atasnya. ELCB tidak boleh dipasang apabila kemungkinan hubung singkat melebihi 6kA. ELCB dapat dipadukan dengan alat bantu (auxiliary) seperti : OFS, MX, MN yang menyediakan fasilitas signaling jarak jauh dan trip jarak jauh. ELCB mempunyai mekanisme trip tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat ini digunakan jika pengaman arus bocor dibutuhkan pada sekelompok sirkit yang maksimum terdiri dari 4 sirkit. Untuk memilih gawai arus bocor, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari masing-masing gawai arus bocor tersebut.

Bagaimana mengamankan manusia dan peralatan?

Tahukah anda bahwa 30% gangguan listrik pada instalasi bukan disebabkan oleh beban lebih ataupun hubung singkat, tetapi akibat gangguan isolasi? Perlengkapan isolasi dan pengkabelan yang buruk,atau alat yang dipakai salah dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan (api) dan manusia (kematian).

Resiko atas kebakaran.

Akibat utama dari gangguan arus yang melalui konduktor atau alat lain yang tidak diharapkan untuk menerima arus adalah peningkatan suhu yang tidak normal. Suhu yang tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan pada kabel atau bahkan percikan api pada material, lalu terbakar.

Resiko akan kematian

Hal ini terjadi pada manusia dan disebut juga “Electrocution”. Electrocution ialah mengalirnya arus ke tubuh manusia, dan sangat berbahaya. Aliran arus merusak dua fungsi tubuh yang vital : pernapasan dan detak jantung. Penelitian menyatakan skala resiko berdasarkan dua faktor : arus pengenal dan lamanya waktu kontak.

Kita mengenal alat pengaman kelistrikan yang biasa kita sebut anti kontak, atau dalam bahasa kelistrikan memiliki beberapa nama, antara lain :

  • ELCB (Pemutus Sirkuit Gangguan Tanah)Selain ELCB ada beberapa yang lain, diantaranya:
  • GFCI (Pemutus Sirkuit Gangguan Tanah)
  • RCD (Arus Sisa – ​​Perangkat yang Dioperasikan)


Bagaimana sebenarnya prinsip kerja ELCB atau Anti-kontak dalam mendeteksi kebocoran listrik yang terjadi?

Pada artikel ini, kami akan mencoba membagikan bagaimana perangkat atau kontak ELCB dapat mencegah dan mendeteksi kebocoran listrik.

Prinsip Kerja Keselamatan Kebocoran Listrik Anti-Kontak

Alat pengaman kebocoran listrik seperti ELCB, GFCI, RCD memiliki prinsip kerja yang sama yaitu mendeteksi nilai beban/arus yang tidak seimbang (unbalanced) yang terjadi antara beban yang disangga oleh kawat fasa dan beban Arus yang ditopang oleh kawat netral.

Ketidakseimbangan muatan ini disebut arus sisa.

Ketidakseimbangan arus ini menunjukkan adanya kebocoran arus listrik ke ground.

Kebocoran listrik yang terjadi baik aliran listrik melalui tubuh manusia (atrofi) atau benda lain yang bersifat konduktif dan menyentuh atau mengalir ke tanah atau bumi.

  • Jika kebocoran arus listrik menyebabkan arus listrik mengalir melalui suatu penghantar melalui tubuh manusia yang bersentuhan dengan tanah/bumi, maka akan menimbulkan bahaya keselamatan manusia atau yang biasa kita sebut dengan sengatan listrik. Bahkan hal ini dapat menyebabkan kematian pada manusia dalam waktu yang sangat singkat.

Besarnya arus bocor bumi yang mengalir melalui tubuh manusia yang dapat menimbulkan bahaya keselamatan manusia itu sendiri hanya berkisar lebih dari 30mA.

  • Jika kebocoran arus listrik terjadi karena arus listrik yang mengalir ke tanah melalui benda lain, dapat menyebabkan kebakaran atau bahaya kerusakan peralatan listrik.


Klasifikasi keamanan kebocoran berdasarkan sensitivitas

Berikut ini adalah berbagai kelas perlindungan kebocoran tergantung pada jumlah arus yang terdeteksi dan bahaya yang dapat mereka lindungi:

  • ELCB dengan sensitivitas tinggi 6mA – 30mA

Ini digunakan untuk perlindungan kontak langsung dan bahaya keselamatan manusia.

  • ELCB dengan Sensitivitas Sedang (Sensitivitas Sedang) 100mA – 1000mA

Ini digunakan untuk melindungi objek dari risiko kebakaran.

  • ELCB dengan sensitivitas rendah (Sensitivitas Rendah) 3A – 30A

Hal ini digunakan untuk perlindungan terhadap kerusakan dari alat-alat listrik.

ELCB ini memiliki dua jenis waktu operasi:

  • Tipe Cepat (Tipe Instan)

Jenis ELCB/GFCI ini memiliki respon kerja yang sangat cepat yaitu kurang dari 0,1 detik saat terdeteksi kebocoran, alat jenis ini digunakan untuk life safety dan fire protection.

Tipe ini biasanya digunakan untuk cakupan nilai tertentu. Distribusi daya umumnya menggunakan jenis keamanan ini.

Prinsip kerja ELCB:

ELCB beroperasi dengan mengukur keseimbangan arus listrik antara fasa dan netral menggunakan Trafo Arus Diferensial.

Pengukurannya diambil dari selisih atau selisih antara arus listrik yang bersirkulasi melalui kabel fasa (+) dan arus yang kembali melalui kabel netral (-).

Hasil selisih nilai arus antara kedua kabel tersebut seharusnya bernilai nol pada kondisi normal.

Jika nilai beda arus listrik antara kedua kabel tidak sama dengan nol, hal ini menunjukkan adanya arus bocor.

Sehingga ketika terjadi ketidakseimbangan nilai arus antara kedua kabel tersebut maka alat pengaman ELCB akan mengaktifkan dan mematikan daya.

Besarnya perbedaan nilai arus listrik antara Kawat Panas dan Kawat Netral yang terdeteksi oleh ELCB dapat menyebabkan ELCB bekerja dan memutuskan catu daya.

Sensitivitas ELCB menentukan seberapa besar perbedaan arus listrik yang terjadi antara kabel Live dan Netral.

Sebagai contoh :

satu. Dalam kondisi normal, dalam arti keadaan instalasi listrik tidak menimbulkan kebocoran, maka :

Jika arus listrik yang melalui kawat fasa adalah 10 ampere, maka kuat arus listrik yang melalui kawat netral harus sama dengan 10 ampere.

Artinya perbedaan arus listrik antara kabel Fasa dan Netral adalah:

10 amp – 10 amp = 0 amp.

dua. Ketika salah satu kabel mengalami kebocoran listrik, atau kita asumsikan kabel fasa disentuh oleh manusia, maka akan terjadi peningkatan arus listrik pada kawat fasa. Tapi arus listrik di kabel Netral masih 10 Amps.

Hal ini kemudian akan menyebabkan perbedaan arus listrik antara kabel fasa dan netral.

Jika arus listrik pada kawat fasa meningkat menjadi 10,03 amp.

Artinya perbedaan arus listrik antara kabel Fasa dan Netral adalah:

10,03 amp – 10 amp = 0,03 amp atau 30mA.

Perbedaan arus listrik sebesar 30mA merupakan kebocoran listrik, dan perangkat ELCB yang memiliki sensitivitas sebesar 30mA akan mendeteksi kebocoran listrik ini dan dengan cepat mematikan aliran listrik.

Sehingga manusia yang tersentuh kawat fasa dapat lepas dari sengatan listrik.

Oleh karena itu dengan melengkapi instalasi listrik dengan ELCB Anti-kontak diharapkan kita dapat mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.

Demikianlah artikel dari alwepo.com tentng ELCB sebagai pengaman, semoga bermanfaat dan bisa lebih hati-hati bekerja dengan selalu mengutamakan keselamatan.