Apa itu Forklift dan Cara menghitung Beban Forklift

alwepo, Apa itu Forklift dan Cara menghitung Beban Forklift – Dalam dunia industri kita akan sering menemukan proses pemindahan barang, baik dengan berat ringan maupun beratnya melebihi kemampuan manusia. Dalam proses pemindahan barang yang berskala besar kita akan sering menemukan proses pemindahan menggunakan alat. Salah satunya forklift dimana Forklift merupakan kendaran yang berfungsi sebagai alat untuk memindahkan barang dengan  beban yang besar. Kendaran besar ini terbilang cukup praktis digunakan untuk menunjang proses produksi atau pemindahan barang di gudang.

Apa itu Forklift dan Cara menghitung Beban Forklift
Foto oleh Harrison Haines dari Pexels

Apa Itu Forklift

Forklift merupakan sejenis truk yang dioperasikan untuk mengangkat, memindahkan, dan menurunkan barang-barang berat dari satu tempat ke tempat lain. Benda yang diangkat adalah benda yang sulit atau terlalu berat untuk diangkat oleh manusia. Pengoperasian forklift bisa dilakukan di dalam ruangan maupun luar ruangan seperti bongkar muat barang di pelabuhan, gudang, pabrik, ekspedisi, supermarket, dan masih banyak lagi tentunya.

Dengan adanya forklift bisa meningkatkan efektivitas serta efisiensi dalam kegiatan operasional. Penggunaan forklift juga bisa meringankan beban karyawan khususnya dalam hal memindahkan barang. Nah perlu diketahui, saat ini ada berbagai macam jenis forklift berdasarkan fungsinya. Yuk, simak apa saja sih jenis forklift yang biasa digunakan.

Jenis – Jenis dan Fungsi Forklift

Desain forklift yang compatible, menjadikan angkutan multimoda ini mampu meringankan pekerjaan di sebuah perusahaan dan industri. Ada empat jenis forklift yang beredar di pasaran yaitu Forklift Diesel, Forklift Gasoline, Forklift Elektrik, dan Forklift Reach Truck.

apa itu forklift dan cara menghitung beban forklift
sumber: pexels

Berdasarkan Pasarannya:

1. Forklift Diesel

Pertama ada forklift modern bernama forklift diesel. Jenis ini adalah salah satu yang canggih dan memiliki kualitas terbaik. Alat ini berfungsi untuk mengangkut serta melakukan bongkar muat barang-barang produksi.

Performa yang dimiliki oleh forklift diesel lebih tinggi dibandingkan jenis forklift lain. Tidak hanya itu, bahan bakar yang dibutuhkan juga lebih sedikit. Tentunya, hal itu akan lebih menghemat pengeluaran untuk bahan bakar. Forklift diesel sangat cocok digunakan untuk berbagai kegiatan outdoor. Itu karena bentuk forklift ini sangat memungkinkan untuk dioperasikan di ruangan terbuka.

Alat ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki kebutuhan pemindahan barang berkapasitas besar di luar ruangan. Kapasitas forklift diesel memiliki mulai satu sampai dengan tiga puluh ton. Sementara tinggi angkatnya  hingga 6 meter.

2. Forklift LPG/Gasoline

Forklift jenis ini memiliki kapasitas sampai 10 ton. Sementara tinggi angkatnya mencapai 2 meter. Fungsi dari forklift ini adalah untuk bongkar muat ataupun memindahkan barang dan menatanya pada tak yang tinggi. Forklift jenis ini sangat direkomendasikan untuk mobilitas barang di oudoor.

3. Forklift Elektrik

Forklift elektrik ini didesain untuk pemindahan barang yang berkapasitas besar, penggunaannya sangat cocok baik di indoor maupun outdoor. Dari segi kapasitas, forklift jenis ini cukup besar dibandingkan reach truck. Untuk kapasitasnya sendiri mulai dari 8 ton dengan ketinggian angkat mencapai 6 meter.

Forklift elektrik sangat cocok digunakan untuk industri farmasi karena tidak mengeluarkan asap berbahaya. Hal ini karena forklift elektrik menggunakan baterai sebagai sumber energinya.

4. Forklift Reach Truck

Forklift reach truck adalah forklift yang memiliki kapasitas hingga 2 ton dengan tinggi angkat hingga 11 meter. Forklift jenis ini digunakan untuk memindahkan barang produksi dengan kapasitas yang besar, biasanya untuk ditata di atas rak yang tinggi.

Tidak hanya itu, reach truck juga memiliki body yang ramping. Dengan begitu, jenis forklift ini dapat bermanuver pada tempat yang sempit sekalipun. Melihat karakteristiknya, maka forklift reach truck akan sangat cocok jika digunakan pada gudang/warehouse.

Tak hanya jenis forklift yang beredar di pasaran yang harus Anda ketahui. Masih ada jenis transmisi forklift yang harus Anda ketahui sebelum Anda membeli forklift untuk kebutuhan perusahaan Anda. Berikut adalah dua jenis transmisi forklift.

Berdasarkan Transmisinya:

1. Automatic Transmission Forklift

Automatic transmission forklift atau forklift automatic adalah jenis forklift yang sangat mudah untuk dioperasikan daripada forklift manual. Perbedaan dari kedua forklift ini terletak pada tuas handlenya.

Forklift automatic hanya memiliki 3 bagian tuas handle yaitu, naik turun lift, maju mundur, dan tilt mast. Pedal bawah pada forklift automatic berfungsi sebagai rem. Jika Anda ingin mengoperasikan forklift ini, Anda hanya cukup menggerakkan handle jalan ke arah maju atau mundur lalu menginjak gas atau rem untuk mengoperasikan forklift, seperti layaknya mobil matic.

2. Manual Transmission Forklift

Manual transmission forklift atau forklift manual memiliki cara pengoperasian yang lebih sulit dibanding dengan forklift automatic. Pengoperasian forklift manual hampir sama dengan mobil pada umumnya yang memiliki pedal gas, kopling, dan rem. Pada forklift manual tidak terdapat tuas handle maju mundur. Forklift manual memiliki gigi dan tuas handle naik turun serta tilt mast.

Bagian-Bagian Forklift

Mengenal bagian-bagian forklift akan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada spare part forklift. Untuk itu Anda perlu mengenal bagian – bagian forklift dan fungsinya.

1. Fork

Fork merupakan bagian utama dari forklift. Bagian ini memiliki fungsi untuk menopang dan membawa barang serta mengangkatnya. Fork terbuat dari besi panjang dan lurus. Panjang fork telah memiliki standar yaitu 1070 mm atau 1,07 m. Namun bagian ini bisa ditambah fork extension bila Anda menginginkan fork yang lebih panjang.

Sebelum anda menggunakan forklift, Anda perlu memastikan lebar, dimensi, dan kapasitas berat beban yang diangkat. Setelah itu letakkan beban di atas fork dan atur lebar fork agar beban yang diangkat atau dipindahkan aman.

2. Mast

Salah satu bagian paling penting dan utama dari sebuah forklift adalah mast. Mast pada forklift adalah sebuah bagian yang berperan sebagai tumpuan forklift. Mast terbuat dari dua besi yang tebal dengan komponen hidrolik di antaranya. Fungsi hidrolik pada mast adalah untuk menaikan atau menurunkan barang yang terletak pada fork.

3. Carriage

Carriage pada forklift berfungsi untuk menghubungkan fork dengan mast forklift. Selain itu, carriage berfungsi sebagai sandaran keamanan untuk barang yang berada di atas mast lifting.

4. Overhead Guard/Kanopi

Overhead guard atau yang kerap disebut sebagai kanopi forklift adalah salah satu komponen forklift yang fungsinya sebagai pelindung operator saat mengoperasikan forklift dalam pekerjaannya. Selain itu, adanya overhead guard ini menjaga agar operator tidak kejatuhan barang secara langsung dari ketinggian. Overhead guard juga dapat melindungi operator dari teriknya matahari dan hujan.

5. Counterweight

Counterweight merupakan salah satu bagian forklift yang memiliki fungsi sebagai penyeimbang beban yang diangkat. Letak counterweight terdapat pada bagian belakang forklift. Tujuan utama counterweight pada forklift adalah untuk menjaga keseimbangan forklift saat mengangkat barang-barang yang berat.

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Forklift

Untuk dapat menggunakan forklift, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh operator forklift. Apa saja?

1. Ketahui bahaya umum yang mungkin terjadi saat mengoperasikan forklift.

2. Perhatikan batas berat maksimal yang telah ditetapkan forklift yang Anda pakai.

3. Usahakan bahwa medan yang akan dilalui tidak bergelombang dan tidak ada halangan atau gangguan benda keras lainnya saat memindahkan barang.

4. Penting bagi operator untuk mengetahui posisi garpu saat melewati medan, menurunkan barang, dan saat menaikkan barang.

5. Ketahuilah dengan pasti usia dan kondisi perangkat forklift yang Anda gunakan.

6. Pastikan bahwa kelengkapan keamanan pada forklift tersedia.

7. Usahakan posisi dan kondisi forklift aman saat mengangkat beban yang mampu menutupi pandangan operator.

 

Menghitung Beban Forklift

beban forklift

Sebuah forklift memiliki berat 3500 lb dan membawa kontainer berbobot 800 lb. Ada dua roda depan dan dua roda belakang pada forklift. (a) Tentukan gaya kontak antara roda dan tanah. (b) Seberapa berat beban dapat diangkut sebelum forklift nungging? atau dengan kata lain berapa beban maksimum yang dapat diangkut forklif hingga tidak menyebabkan nungging, karena roda belakang terangkat (karena ini berbahaya)?

image

Penyelesaian:

Pendekatan:

Kita akan mencari gaya kontak roda dan beban maksimum forklift yang dapat dibawa sebelum forklif mengalami fenomena nungging. Kita berasumsi bahwa forklift adalah tidak bergerak. Kemudian kita gambarkan diagram benda bebas dengan kesepakatan tanda positif untuk gaya (ke atas) dan momen (berlawanan jarum jam). Telah diketahui massa forklift 3500-lb dan massa beban kontainer 800-lb yang masing-masing bekerja melalui pusat massa forklift dan kontainer.

Gaya (tidak diketahui) antara roda depan dan tanah dilambangkan dengan F, dan gaya (tidak diketahui) antara roda belakang dan tanah adalah R. Berikut adalah diagram benda bebas, dengan gaya-gaya aksi dan gaya-gaya reaksi pada roda pasangannya yakni 2F dan 2R.

Diketahui:

Massa Forklift (M) = 3500 lb

Massa Kontainer/ bebab (m) = 800 lb

Ditanya:

(a) Gaya kontak antara roda dan tanah (F dan R = ?)

(b) Beban maksimum yang dapat diangkut hingga forklift tidak nungging (w = ?)

image 1

(a) Ada dua hal yang tidak diketahui (F dan R). Oleh karena itu, dua persamaan keseimbangan bebas diperlukan untuk menyelesaikan problem ini. Pertama kita menjumlahkan gaya ke arah vertikal,

Σ Fy = 0

– 800 lb – 3500 lb + 2F + 2R = 0
atau

F + R = 2150 lb

Persamaan kedua diperlukan untuk menentukan dua variabel yang tidak diketahui. Penjumlahan gaya dalam arah horizontal tidak akan memberikan informasi yang berguna; sehingga kita menggunakan persamaan keseimbangan momen. Lokasi manapun dapat dipilih sebagai titik pivot. Dengan memilih titik yang bertepatan dengan titik kontak roda depan, gaya F akan dengan mudah dihilangkan dari perhitungan.

Momen di titik A adalah

Σ Ma = 0

800 lb (24 in) – 3500 lb (42 in) + 2R (72 in) = 0

menghasilkan, R = 888 lb.

Di sini, gaya 800-lb dan gaya reaksi di roda belakang (2R) menghasilkan momen yang berlawanan arah jarum jam (positif) terhadap A, adapun bobot (gaya) forklift 3500-lb menghasilkan momen negatif. Dengan mensubstitusi harga R = 888 lb diatas ke dalam persamaan keseimbangan gaya vertikal, menghasilkan:
F + 888 lb = 2150 lb

F = 1262 lb

(b) Ketika forklift berada di ambang tumpuan roda depan, roda belakang baru saja kehilangan kontak dengan tanah, sehingga R = 0.

Kita nyatakan bobot (gaya berat) baru kontainer yang menyebabkan forklift nungging (roda belakang terangkat atau nungging) sebagai w. Persamaan keseimbangan momen roda depan adalah

w (24 in) – 3500 lb (42 in) = 0

w = 6125 lb

Jadi, forklift akan berada di ambang nungging (nyaris nungging, susah bahasanya) saat operator mencoba untuk mengangkat kontainer dengan bobot w = 6125 lb.

Diskusi
Sangat logis jika gaya roda depan lebih besar dari roda belakang, karena beban ada di depan. Jumlah gaya roda juga sama dengan berat gabungan forklift dan beban. Bobot yang besar dapat menyebabkan forklift nungging sehingga sudah seharusnya menjadi bagian dari desain forklift. Mari periksa kembali solusi bagian (a), kita dapat menentukan gaya roda depan tanpa harus mencari dan menemukan gaya yang dibawa oleh roda belakang. Kuncinya adalah menjumlahkan momen pada roda belakang di titik B. Gaya yang tidak diketahui, R melewati titik itu, yang tegak lurus dengan lengan tuas dengan panjang nol akan menyebabkan dieliminasi dalam perhitungan momen (karena perkalian antara R dengan 0 menghasilkan 0).

Persamaan keseimbangan momen yang dimaksud

Σ Mb = 0

800 lb (96 in) + (3500 lb) (30 in) – 2F (72 in) = 0

F = 1262 lb

Hanya dengan satu persamaan tanpa langkah yang melibatkan R. Pendek kata, dengan kecermatan memilih titik pivot momen, kita dapat mereduksi sejumlah perhitungan aljabar dengan secara langsung mengeliminasi gaya-gaya yang tak diketahui.

Kesimpulan: Nilai-nilai yang diperoleh adalah

Gaya-gaya (reaksi) pada roda, F = 1262 lb dan R = 888 lb

Gaya beban maksimum sebelum nungging: w = 6125 lb

 

Demikianlah penjelasan tentang apa itu forklift dan cara menghitung beban forklift. Semoga dapat membantu anda memahami tentang forklift dan dapat menghitung sesuai dengan kebutuhan dan keperluan anda.