Tips Memilih Obeng Bor Listrik

Obeng bor listrik merupakan salah satu tools perbengkelan yang banyak di gunakan untuk membantu dalam mempermudah pekerjaan mekanik. Namun sesuai dengan perkembangan teknologi, obeng bor listrik tidak hanya di gunakan di kalangan perbengkelan saja namun siapapun bisa menggunakannya dengan mudah dan lebih praktis. Oebeng bor lisrik juga merupakan alat universal yang sangat diperlukan untuk mengencangkan sekrup (sebagai obeng) dan mengebor.
Mekanisme obeng bor listrik hanya berputar pada ujung bit dan tidak memberikan tekanan seperti pada obeng impact. Oleh karena itu, obeng bor listrik memiliki fitur yang cocok untuk pekerjaan sulit seperti mengencangkan sekrup kecil. Obeng bor listrik dapat digunakan setelah memasang mata obeng atau mata bor pada ujung obeng, dan dapat melakukan berbagai jenis pekerjaan dengan cara mengganti mata obeng/bor sesuai kebutuhan.
Alat listrik ini sangat penting untuk kebutuhan DIY (Do It Yourself), berikut ini akan dijelaskan lebih detail mengenai standar serta cara pemilihannya. Kamu dapat membeli alat ini di toko listrik terdekat di sekitar tempat tinggal kamu.

Obeng Bor Listrik

Jenis Obeng Bor Listrik

Tak perlu dipungkiri bahwa obeng bor listrik adalah alat listrik rekomendasi untuk DIY, tetapi ada juga yang diperuntukkan bagi kebutuhan profesional. Perbedaan antara spesifikasi DIY dan profesional adalah kekokohan dan kekuatannya. Perangkat profesional dibuat untuk pengerjaan kasar sehingga tidak akan rusak jika digunakan setiap hari, dan memiliki kapasitas baterai yang besar, sehingga dayanya juga besar.

Untuk DIY, Anda dapat membelinya dengan harga termurah sekitar Rp300.000, hingga seharga jutaan rupiah untuk spesifikasi profesional. Jika tidak untuk penggunaan setiap hari, jenis DIY sudah cukup memadai.

Selain itu, ada dua jenis obeng bor listrik: menggunakan baterai dan menggunakan listrik dari stop kontak. Obeng bor listrik dengan catu daya tipe kabel memiliki keunggulan karena lebih stabil, sedangkan yang menggunakan baterai lebih unggul dalam hal fleksibilitas saat berpindah-pindah area kerja. Obeng listrik sering digunakan untuk kegiatan mobilitas, seperti untuk pekerjaan pertukangan atau merakit perabotan di luar ruangan, oleh karena itu jika menggunakan jenis kabel, gerakan menjadi terbatas sesuai panjang kabel. Oleh karena itu pilihlah sesuai kebutuhan Anda, jika jarang digunakan, ada baiknya mempertimbangkan tipe kabel yang lebih murah. Namun jika akan membutuhkan mobilitas saat memakainya, pilihlah yang menggunakan baterai.

 

Kelebihan dan Kekurangan dari Obeng Bor Listrik Tipe Kabel

Kelebihan utama dari obeng bor listrik jenis kabel adalah dapat digunakan kapan saja selama kabel dihubungkan ke stop kontak, yang berarti tidak perlu khawatir untuk kehabisan daya dan memiliki daya yang stabil. Obeng bor listrik jenis kabel sangat disarankan untuk pekerjaan yang tidak memerlukan banyak gerakan, umumnya yang dilakukan di atas meja kerja. Selain itu, salah satu kelebihannya adalah harganya lebih murah dan memiliki bobot yang lebih ringan dari jenis baterai. Kekurangan dari obeng listrik jenis kabel adalah tidak dapat digunakan tanpa kabel yang terhubung ke stop kontak. Jika Anda harus berpindah tempat kerja, Anda harus menggunakan kabel ekstensi dan terkadang kabel seringkali menghalangi gerakan Anda saat bekerja. Tetapi jika Anda menggunakan obeng bor listrik hanya untuk di satu tempat yang dekat dengan stop kontak, jenis kabel sudah mencukupi kebutuhan.

Obeng Bor Listrik

Kelebihan dan Kekurangan Obeng Listrik Isi Ulang

Kelebihan utama dari obeng listrik baterai adalah mobilitas kerja, tidak seperti obeng jenis kabel yang terbatas. Anda dapat bekerja di mana saja, seperti di atas langit-langit, di bawah lantai, di atap atau di luar ruangan, karena tidak perlu mengambil daya dari stop kontak. Sebaliknya, jika Anda menggunakannya hanya di satu tempat, seperti di meja kerja dan dekat dari stop kontak, hampir tidak ada keuntungannya untuk memilih obeng bor listrik jenis baterai. Untuk jenis baterai ini, Anda dapat menggunakannya hanya setelah mengisi daya baterai. Karena itu, pastikan baterai sudah terisi sebelum menggunakannya. Anda juga perlu mengetahui tingkat ketahanan baterai saat menggunakannya, dan dalam beberapa kasus mungkin Anda membutuhkan baterai cadangan. Obeng bor listrik baterai memiliki kekuatan lebih rendah dan juga bobot yang lebih berat daripada jenis kabel. Karena baterai merupakan barang habis pakai, maka harus diganti secara berkala. Dan biaya perawatan tambahan ini merupakan salah satu kekurangannya.

 

Perbedaan antara Obeng bor listrik dan Obeng Impact

Perbedaan antara obeng bor listrik dan obeng impact tidak mungkin bisa diketahui langsung bagi amatir. Namun, jika dilihat lebih dekat, Anda dapat mengetahui bahwa ada perbedaan di bagian cengkam (chuck) dimana bit (mata) terpasang. Ada dua jenis chuck untuk obeng listrik: chuck tanpa kunci dan chuck heksagonal. Berikut penjelasan lebih detail:

1. Keyless chuck

Keyless chuck dapat disesuaikan untuk segala bentuk poros seperti poros heksagonal, poros bulat, poros tebal dan poros tipis. Oleh karena itu, keyless chuck sering digunakan dalam obeng bor listrik. Untuk menggunakannya Anda harus mengencangkan bit dengan memutar bagian luar chuck.

2. Hexagonal chuck

Bit (mata) dapat dengan mudah diganti dengan menarik bagian pangkal, dan posisi idle dapat dicegah dengan memperbaiki bit di keenam sisi. Namun, jika ingin menggunakan bit (mata) poros bundar, perlu untuk memasang tambahan chuck (cengkam) karena poros heksagonal tidak dapat dipasangkan begitu saja. terdapat berbagai jenis mata bor yang dapat digunakan untuk pengerjaan kayu dan logam. Bit poros heksagonal dapat dipasangkan dengan obeng bor listrik dan obeng impact. Obeng impact pada dasarnya memiliki chuck poros heksagonal. Sedangkan pada obeng bor listrik berporos heksagonal, Anda dapat menggunakannya untuk melakukan berbagai hal seperti mengencangkan sekrup, pengeboran ataupun pemolesan dengan cara mengganti berbagai bitnya. Saat membeli bit (mata bor/obeng), pastikan Anda memeriksa bentuk porosnya.

 

Selain itu, obeng impact juga memberikan tekanan ke arah putaran saat digunakan untuk mengencangkan sekrup. Di sisi lain, obeng bor listrik dapat mengencangkan sekrup dengan kekuatan secukupnya, dan jika sekrup tidak berputar, motor akan masuk ke mode idle, sehingga tidak perlu khawatir merusak ulir sekrup. Obeng bor listrik juga memiliki fungsi untuk menyesuaikan gaya putar (torsi), sehingga dapat dengan mudah digunakan untuk sekrup kecil dan pekerjaan rumit lainnya. Seperti dijelaskan di atas, obeng impact dan obeng bor listrik memiliki karakteristik yang berbeda. Dibandingkan dengan obeng impact, obeng bor listrik dapat kehabisan daya saat mengencangkan sekrup, sehingga akan lebih baik untuk memiliki keduanya jika memungkinkan.

 

Kriteria apa yang harus dipilih untuk obeng bor listrik?

Dapat dikatakan bahwa Obeng bor listrik merupakan standar pilihan utama. Jika digunakan untuk perakitan perabotan di satu ruangan seperti rumah, dapat dikatakan bahwa obeng bor listrik jenis kabel yang murah sudah mencukupi. Namun jika digunakan untuk pekerjaan di luar ruangan seperti pertukangan kayu, disarankan untuk menggunakan obeng bor listrik jenis nirkabel sehingga tidak akan ada kebutuhan untuk mencari outlet listrik.

Ada beberapa kriteria untuk memilih obeng bor listrik nirkabel, tetapi yang paling penting adalah pastikan bahwa baterainya adalah baterai lithium. Anda juga perlu memeriksa torsi maksimum dan fungsi penyesuaian torsi. Torsi adalah nilai yang mengukur seberapa besar daya sekrup dapat dikencangkan. Semakin tinggi angka torsi, semakin banyak daya yang dapat dikeluarkan. Sedangkan besar jumlah putaran maksimum adalah, kemudahan membuka saat pengeboran. Pilihlah obeng bor listrik dengan cermat dan pastikan sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Skema rangkaian saklar bor listrik

Skema rangkaian saklar bor listrik adalah sebuah diagram yang menggambarkan bagaimana saklar bor listrik terhubung dengan komponen-komponen lain dalam sistem instalasi listrik. Skema ini biasanya mencakup saklar, kabel, dan peralatan listrik lain yang terhubung dengan saklar tersebut.

Skema ini sangat berguna untuk memahami bagaimana sistem instalasi listrik bekerja dan membantu dalam proses perbaikan atau pemeliharaan instalasi listrik.

Skema rangkaian saklar bor listrik biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu saklar, kabel, dan peralatan listrik lain yang terhubung dengan saklar tersebut. Berikut adalah deskripsi lebih detail tentang masing-masing komponen:

  1. Saklar. Saklar merupakan perangkat yang digunakan untuk mengontrol aliran listrik ke peralatan listrik yang terhubung ke saklar tersebut. Pada skema rangkaian saklar bor listrik, saklar biasanya terhubung dengan kabel yang mengalirkan arus listrik ke peralatan listrik.
  2. Kabel. Kabel merupakan salah satu bagian penting dari instalasi listrik yang bertugas untuk menyalurkan arus listrik dari sumber ke peralatan listrik. Pada skema rangkaian saklar bor listrik, kabel biasanya terhubung dengan saklar dan peralatan listrik lain yang terkait dengan saklar tersebut.
  3. Peralatan listrik lain. Selain saklar dan kabel, skema rangkaian saklar bor listrik juga dapat mencakup peralatan listrik lain yang terhubung dengan saklar tersebut, seperti lampu, motor, atau bor listrik.

Skema rangkaian saklar bor listrik biasanya menggunakan simbol-simbol yang mewakili masing-masing komponen untuk memudahkan dalam memahami bagaimana sistem instalasi listrik bekerja. Simbol-simbol tersebut biasanya disajikan dalam bentuk diagram yang menunjukkan bagaimana komponen-komponen tersebut terhubung satu sama lain.