Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance


Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance – Sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya pada artikel berbagai jenis maintenance di pabrik kelapa sawit. Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan maintenance/pemeliharaan pada industri atau pabrik lain atau bahkan pada pemeliharaan kendaraan bermotor anda. Seperti kita ketahui Maintenance merupakan istilah untuk suatu kegiatan menjaga sesuatu agar tetap terjaga dengan baik. Seringkali istilah tersebut dipakai pada perusahaan yang memang sangat penting untuk menjaga mesin serta peralatan. Tentu dengan adanya perawatan atau pemeliharaan tersebut, membuat peralatan dapat bekerja dengan baik selain itu juga akan membuat parts, unit, peralatan ataupun item yang di maintenance lifetimenya bisa bertahan lama. Berikut penjelasan tentang Maintenance.

Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance

Pengertian Maintenance

Maintenance adalah suatu proses perawatan atau pemeliharaan terhadap barang, seseorang ataupun sesuatu hal. Dalam dunia bisnis, maintenance dikenal sebagai rangkaian proses untuk memastikan bahwa peralatan, mesin atau aset lainnya bisa bekerja dengan baik. Hal ini juga untuk menjaga peralatan bisa digunakan dalam jangka Panjang.

Tentunya dengan diterapkannya maintenance ini akan sangat efektif dan berpengaruh pada kinerja pada kinerja dari setiap peralatan yang ada. Dalam kegiatan maintenance ini terdapat dua bagian yaitu maintenance yang terencana serta tidak. Dimana, maintenance terencana ini dilakukan dan dikontrol sesuai jadwal yang ditentukan. Sementara tidak terencana, yaitu maintenance tidak terduga.

Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance

Manfaat Maintenance

Setelah mengetahui mengenai maintenance yang merupakan suatu kegiatan pemeliharaan. Dalam proses tersebut tentunya memiliki manfaat yang diberikan ketika menerapkan maintenance. Apalagi, dengan maintenance ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kinerja. Untuk lebih jelasnya mengenai manfaat atau tujuan maintenance ini, mari simak berikut ini:

  1. Dapat meningkatkan dan memaksimalkan kinerja aset. Dimana ketika menerapkan maintenance pada aset-aset yang ada akan membuat kinerja lebih optimal.
  2. Dapat meningkatkan keawetan dari aset. Dengan menerapkan maintenance atau pemeliharaan, tentu akan membuat aset tidak gampang rusak dan awet.
  3. Biaya perbaikan yang tidak terlalu besar. Memelihara suatu aset dengan baik, tentu akan membuat aset tidak gampang rusak. Dengan demikian, akan lebih hemat biaya dalam perbaikan.
  4. Mencegah kerusakan yang fatal. Dalam suatu perusahaan, tentu akan sangat merugikan jika suatu aset mengalami kerusakan mendadak dan parah. Nah, dengan menerapkan maintenance ini akan lebih terkontrol dan terhindar hal-hal tersebut.
  5. Dapat menjamin kesiapan dari suatu operasional pada seluruh peralatan serta fasilitas dalam produksi.
  6. Dapat menjaga atau melindungi keselamatan kerja serta keamanan dalam penggunaanya.

Jenis Maintenance

Jenis Maintenance secara general terdiri dari 2 jenis yaitu, planned maintenance dan unplanned maintenance. Planned maintenance di lakukan secara rutin dan terjadwal sesuai dengan kebutuhan unit atau alat yang di maintenance. Untuk Planned Maintenance sendiri terdidi dari Preventive maintenance, Predictive maintenance dan corrective maintenance. Sedangkan Untuk Unplanned Maintenance sendiri merupakan jenis maintenance yang tanpa adanya schedule yang jelas dan jenis maintenance seperti ini biasanya di kategorikan Breakdown Maintenance. Adapun jenisnya, berikut penjelasannya:

Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance

1. Breakdown Maintenance

Breakdown maintenance merupakan jenis breakdown paling buruk, karena ini dilakukan tanpa schedule yang jelas atau bisa di katakan non planned maintenance (non schedule maintenance). Jadi, maintenance jenis ini ketika ada peralatan rusak akan segera diperbaiki atau diganti sesuai dengan kondisi. Umumnya, ketika menerapkan metode maintenance ini akan perlu beberapa pertimbangan.

Dalam hal ini, pertimbangan tersebut misalnya peralatan yang bersifat opsional. Dimana, apakah dalam perbaikan tersebut akan mengganggu proses produksi atau tidak. Selain itu, dalam metode ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, perlu pertimbangan yang lebih agar aset tetap efisien.

2. Preventive Maintenance

Berikutnya ada metode atau kebijakan preventive maintenance. Dimana, kebijakan ini diupayakan sebagai pencegahan, agar tidak terjadi kerusakan yang berlebih. Menerapkan preventive maintenance akan dapat mendeteksi lebih dini mengenai kerusakan yang akan terjadi. Dengan demikian akan lebih efektif serta lebih menjamin keselamatan dari para pekerjanya.

Selain itu, dengan melakukan pengecekan akan membuat umur dari aset lebih Panjang dan terhindar dari kerusakan yang berlebih. Namun, dalam preventive maintenance ini terdapat kerugiannya seperti bisa terjadi human error sehingga membuang waktu operasi. Adapun pada preventive ini terdapat dua jenis yaitu routine serta periodic maintenance. Berikut penjelasan dari jenis tersebut:

Routine Maintenance merupakan perawatan atau pemeliharaan yang dilakukan dengan rutin atau bisa juga setiap hari.
Periodic Maintenance merupakan perawatan atau pemeliharaan yang Biasanya dilakukan sesuai penjadwalan. Misalnya seperti sebulan sekali, dua minggu sekali atau lainnya.

3. Predictive Maintenance

Maintenance adalah upaya untuk pemeliharaan. Dimana terdapat jenisnya yang salah satunya yaitu predictive maintenance. Jenis yang satu ini adalah untuk melakukan pencegahan sebelum aset mengalami kerusakan. Tetapi yang membedakan jenis ini dengan lainnya yaitu dilihat dari strateginya. Dimana akan ada penjadwalan dalam kegiatan maintenance tersebut.

Tujuan dari jenis maintenance ini yaitu untuk memprediksi lewat metode agar tahu kapan diberlakukannya maintenance tersebut. Dengan demikian akan dihasilkan jadwal untuk pemeliharaan pada aset. Tentunya, dalam penjadwal tersebut sudah dipertimbangan dengan baik, sehingga tidak mengganggu proses produksi. Selain itu, juga mencegah kerusakan fatal.

4. Corrective Maintenance

Selanjutnya, ada jenis maintenance yang bernama corrective maintenance. Jenis atau metode yang satu ini dilakukan untuk peningkatan ketahanan dari aset-aset yang ada. Selain itu juga sebagai korektif untuk mengembalikan aktivitas aset. Untuk melakukannya terdapat prosesnya, pertama dengan mempersiapkan pekerja yang melakukan maintenance. Kemudian, langsung ke kegiatan maintenance dengan rutin, jika ada kerusakan.

 

Itulah artikel tentang Pengertian, Manfaat dan Jenis Maintenance dimana dalam setiap industri akan sangat di perlukan tindakan maintenance untuk setiap unit dan alat agar bisa terjaga atau lifetime part, unit atau alat bisa tahan lama.

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com

Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code:
Close