Oiling System Pada Turbine

Oiling System Pada Turbin

Sistem oiling pada turbine ini bukan sembarangan untuk di sepelekan. Ada banyak sekali kerusakan pada Turbin yang diakibatkan oleh gagalnya dilakukan pelumasan oleh system oiling pada turbine. Bahkan bisa berakibat fatal jika kita biarkan atau kita tidak peduli dengan hal tersebut. Kerusakan yang bisa timbul adalah seperti bending shaft turbin, kerusakan bearing, kerusakan casing turbine, kerusakan alternator. Semua ini diawali dari kondisi abnormal pada sistem oiling. Sistem oiling ini berlaku mulai dari sebelum start Turbine sampai setelah stop turbin. 

Untuk biaya perbaikan turbin umumnya sangatlah mahal, oleh karena itu operasional yang excellent dan perawatan yang baik akan mampu membuat turbine memiliki lifetime yang lama.

Pada turbin kapasitas besar, berat rotor juga besar, sehingga dalam keadaan diam rotor tersebut akan menyingkirkan lapisan minyak pelumas dari permukaan poros dan bantalan. Dalam keadaan seperti ini bantalan atau poros akan rusak bila diputar.  Untuk menghindari kerusakan akibat tiadanya pelumasan diantara poros dan bantalan, maka digunakan sistem oil bertekanan tingg yang berfungsi mengangkat rotor. Sekaligus sebagai pendingin unit turbin tersebut

Sistem distribusi oli ini menggunakan pompa yaitu : 

a. Pompa Oli Utama (Main Oil Pump), Berfungsi mendistribusikan oli selama turbin beroperasi dan pompa digerakkan oleh turbin melalui couple ke gearbox. 
b. Auxiliary Oil Pump, berfungsi mendistribusikan oli sebelum turbin beroperasi sampai sistem distribusi oli diambil alih oleh Main Oli Pump. Auxiliary oil pump akan stop jika main oil pump sudah bekerja. Pompa ini berguna untuk mendistribusikan oli sebelum turbin beroperasi dan saat turbin sudah stop. Supaya sirkulasi oli tetap berjalan untuk proses pendinginan dan pelapisan shaft turbin.
Dalam operasional turbin, atau sistem oiling turbin kita mengenal dengan istilah Hydrodynamic Lubrication

Apakah yang di maksdu dengan Hydrodynamic Lubrication..?

Fluid film atau lapisan film atau pelumasan hidrodinamik adalah istilah yang diberikan bila poros berputar pada suatu bantalan didukung oleh lapisan atau irisan oli agar poros tidak bersentuhan dengan bahan bantalan.

Prinsip Dasarnya..?

Prinsip yang memungkinkan rotor wheel yang berat untuk ditopang oleh lapisan minyak. Hal ini serupa dengan prinsip yang menyebabkan mobil mengalami “aquaplane” dipermukaan jalan yang basah. “Aquaplaning” terjadi ketika air di jalan menumpuk di depan ban kendaraan, dan mobil melaju kencang sehingga beban kendaraan dan aksi pemompaan tapak ban dapat mendorongnya keluar dari jalan atau tergelincir. Tekanan air dapat menyebabkan mobil terangkat dan tergelincir di atas lapisan tipis air di antara ban dan jalan raya. Sama seperti mobil yang harus melaju dengan kecepatan tertentu sebelum aquaplaning terjadi (ini bervariasi sesuai dengan kondisi ban dan permukaan jalan tetapi umumnya sekitar 90 km/jam), poros akan berputar dengan kecepatan tertentu sebelum pelumasan hidrodinamik terjadi.
Aquaplane

Gambar 1. Ilustrasi Aquaplane
Pengoperasian pelumasan hidrodinamik di bantalan jurnal diilustrasikan di bawah ini. Sebelum rotasi dimulai, poros bertumpu pada permukaan bantalan. Ketika rotasi dimulai, poros bergerak ke atas lubang sampai kondisi keseimbangan tercapai ketika poros ditopang pada irisan pelumas. Permukaan yang bergerak kemudian dipisahkan oleh tekanan yang dihasilkan di dalam fluida film . Bantalan bearing dirancang sedemikian rupa sehingga pada kondisi operasi normal tekanan fluida yang dihasilkan terus menerus mendukung beban tanpa kontak antara permukaan bantalan. Kondisi operasi ini dikenal sebagai “thick film lubrication” dan menghasilkan gesekan operasi yang sangat rendah dan beban bantalan yang sangat rendah
Pelumas turbin

Gambar 2. Hidrodinamic Shaft Turbin
Poros yang berputar menarik irisan minyak di bawahnya yang mengembangkan tekanan yang cukup besar untuk menopang poros dan menghilangkan gesekan kontak antara poros dan bantalan
Viskositas pelumas merupakan parameter penting. Semakin tinggi viskositas, semakin tinggi gesekan antara oli dan poros, tetapi semakin tebal film hidrodinamiknya. Namun gesekan menghasilkan panas, yang akan mengurangi viskositas, ketebalan film dan dapat menyebabkan kontak logam ke logam. Penggunaan oli dengan viskositas awal yang rendah juga akan mengurangi ketebalan lapisan film oli. Kita harus sangat berhati-hati karena jarak antara kedua permukaan lebih besar dari pada cacat permukaan terbesar. Jarak antara dua permukaan berkurang dengan beban yang lebih tinggi pada bantalan, cairan kurang kental, dan kecepatan yang lebih rendah. Pelumasan hidrodinamik adalah metode pelumasan yang sangat baik karena memungkinkan untuk mencapai koefisien gesekan serendah 0,001 (m = 0,001), dan tidak ada keausan di antara bagian yang bergerak. Namun karena pelumas dipanaskan oleh gaya gesek dan karena viskositas bergantung pada suhu, maka digunakan aditif untuk menurunkan ketergantungan suhu viskositas. Oli tentu saja didinginkan sebelum dipompa kembali melalui mesin.
Dari penjelasan diatas bisa kita ambil beberapa point penting: 
• Oli tidak boleh terlalu dingin atau terlalu panas. Karena viskositas yang terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak baik untuk bearing bantalan. 
• Pemilihan oli harus sesuai • Kualitas oli harus baik (kita perlu cek secara berkala kondisi oli. Minimal kandungan air dan kondisi visualnya 
• Sebelum diberi beban harus dipastikan lapisan film sudah terbentuk. Bagaimana caranya? Pastikan tekanan oli sudah sesuai standar, pemanasan utk turbin sudah cukup (ikuti proses start up yang benar).
NOTE: Jika ingin menyalin atau mengedit artikel, silahkan ijin terlebih dahulu. Terimakaih
Read also  HUBUNGAN STEAM DARI BOILER DENGAN PROSES KONTROL PRODUKSI