HUBUNGAN STEAM DARI BOILER DENGAN PROSES KONTROL PRODUKSI

Hubungan steam dari Boiler dengan proses kontrol Produksi

Performance boiler dapat dilihat dari steam yang dihasilkan berupa : Tekanan (P), Temperature (T) dan Kapasitas atau Steam flow (Q, Ton steam per jam).

Namun cukup Indikator P sudah mewakili (tekanan P dan Temperatur T). karena semakin tinggi tekanan maka temperatur juga ikut tinggi.

Bagaimana kita mengetahui STEAM FLOW dari boiler untuk PROSES cukup tidaknya ??? Itu dapat dilihat dari TEKANAN BPV.

Steam dari BOILER sebagian besar mengalir ke TURBIN untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk menjalankan MOTOR LISTRIK atau mesin lainnya.

Misalkan DAYA yang dihasilkan turbin adalah 1500 kw dan SSC (Specific Steam Consumption) turbin 20 kg steam/kwh. Maka steam yang mengalir ke turbin sebesar = 20 x 1500 = 30,000 kg steam per jam = 30 ton steam per jam.

Jika Pabrik Konvensional kapasitas 60 ton TBS per jam. dimana kebutuhan rasio steam terhadap TBS adalah 0.55 (kg steam per ton TBS). Maka steam yang dibutuhkan untuk proses adalah 0.55 x 60 = 33 ton steam per jam.

Steam Proses = steam dr turbin + steam dr make up steam bpv.

Jadi dari kasus di atas maka steam yang harus disupply dari make up steam bpv adalah 3 ton steam per jam.

Jika beban turbin misalkan 1200 kw, maka steam via turbin 24 ton. dan sisanya 9 ton dari make up steam.

Secara matematis kasus di atas begitu mudah kelihatannya. tapi prakteknya di lapangan akan sulit … krn akan terjadi swing tekanan boiler dan BPV. Untuk mengantisipasi hal tersebut dipasangkan OTOMATIS MODULATING VALVE untuk make up steam BPV.

Jika otomatis modulating valve rusak, maka temporary actionnya dapat dibuatkan ORIFICE di by pass make up steam tersebut.

Read also  Oil Losses Sludge Centrifuge Tinggi

Jadi make up steam dan atau by pass steam bpv : harus menggenapkan kebutuhan steam proses (menambahkan kekurangan steam dari TURBIN).

Berikut adalah 6 indikator PROCESS CONTROL 

6%2Bindikator%2Bproses%2Bkontrol

Steam yang dihasilkan boiler selain untuk membangkitkan POWER/LISTRIK, juga yang UTAMA adalah untuk PROSES.

PROCESS EXCELLENCE dimana 6 PARAMETER tersebut Hijau dan kontinyu HIJAU

bpv

Kenapa tekanan BPV (3.0 – 3.2 Barg) konstan menunjukkan kecukupan steam untuk proses ? karena tekanan HOLDING TIME operasi steriliser 2.8 – 3.0 Barg. Assumsi beda tekanan BPV dan STZ adalah 0.2 Barg.

 

Jika Q input (Turbin + By pass) = Q output (to STZ), maka Tekanan Konstan.

 

Jika Q input (Turbin + By pass) > Q output (to STZ), maka Tekanan akan naik dan SAFETY VALVE BLOW OFF.

 

Jika Q input (Turbin + By pass) < Q output (to STZ), maka Tekanan akan turun sampai pada tekanan setimbang dengan STZ.

Dari Penjelasan di atas menunjukkan bahwa TEKANAN BPV sekaligus menunjukkan keadaan supply STEAM dari BOILER  ke BPV. Untuk Tujuan Praktis lebih mudah kita baca TEKANAN BPV ketimbang STEAM FLOW di FLOW METER.

 

Maka kalau ada Pabrik yang TEKANAN BOILER (HIJAU), sedangkan TEKANAN BPV (MERAH), berarti SUPPLY STEAM untuk PROSES kurang. Jadi masuk ke KATEGORI tidak excellence untuk prosesnya