Fungsi Airbag Dan Komponen Airbag

Fungsi Airbag Dan Komponen Airbag – Air Bag adalah sistem penahan diri tambahan yang mulai dikenakan di Eropa di mana sabuk pengaman yang wajib. Airbag berfungsi sebagai keamanan penumpang yang terpasang pada kendaraan, saat terjadi tabrakan atau benturan Airbag akan mengembang membuat kantong udara, yang berfungsi meminimalkan cidera serius akibat benturan.
Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem sabuk keselamatan penumpang yang sudah diterapkan terlebih dahulu. Sistem penunjang ini dapat berdiri sendiri, boleh dibilang sistem tersebut merupakan sistem yang dapat ditambahkan sebagai salah satu sistem pada kendaraan.

Dinegara maju Airbag sudah lama diterapkan dan merupakan sistem yang wajib ada pada kendaraan, sedang di Indonesia mulai tahun 2003 secara bertahap mewajibkan sistem sabuk keselamatan terpasang pada kendaraan. Dengan tingkat keseriusan cidera akibat kecelakaan yang tinggi, membuat produsen kendaraan berlomba menawarkan sistem keselamatan penumpang dengan keunggulan sistem Air bag yang terpasang pada kendaraannya. dirancang untuk digunakan dalam kombinasi dengan sabuk pengaman.

Fungsi Airbag Dan Komponen Airbag

Pengertian Airbag

Dalam sistem kendaraan dikenal dengan dua sistem keamanan, sistem keamanan aktif dan sistem keamanan pasif. Sistem keamanan aktif adalah sistem keamanan untuk mencegah terjadinya kecelakaan (cara preventif). Sistem ini berfungsi menstabilkan laju kendaraan dalam berbagai kondisi bahkan pada saat kondisi kendaraan kritis. Sistem tersebut merupakan pengembangan sistem rem yang dikontrol secara elektronik, contoh sistem tersebut diantaranya : Sistem rem ABS, TCS dan ESP.

Sistem keamanan pasif adalah satu sistem untuk melindungi penumpang saat terjadi tabrakan atau benturan. Sistem penunjang ini dapat berdiri sendiri, artinya bahwa sistem tersebut tidak melekat pada sistem yang harus terpasang pada kendaraan atau boleh dibilang sistem tersebut merupakan sistem yang dapat ditambahkan sebagai salah satu sistem pada kendaraan.

Komponen Utama Pada Air Bag

Pada Sistem Air bag terdapat beberapa sensor elektronik yang berfungsi untuk memberikan informasi. Sensor tersebut dibagi dalam :

Sensor untuk benturan yaitu pada daerah depan dan belakang.
Sensor untuk penumpang kendaraan (keberadaan penumpang, berat penumpang, dan posisi penumpang di kursi.

1. Gas Inflator

Fungsi inflator adalah untuk menghasilkan campuran gas dalam jumlah dan waktu tertentu, gas ini mengisi dan mengembang pada kantung udara. Inflator gas terdiri oleh penyala, yang terdiri dari tempat logam kecil, yang berisi sejumlah kecil dari bahan peledak (bubuk biasanya hitam), dan memicu listrik, pemicunya adalah diatu oleh unit kontrol dan membuat ledakan kecil, pada gilirannya, memicu propelan padat (bahan peledak berdasarkan guanidin nitrat GuNi). Ledakan menghasilkan campuran gas beracun non (nitrogen dan partikul) .

2. Bag / Kantung Tas

Biasanya tas yang terbuat dari kain serat poliamida dengan anyaman tertentu. Memiliki sifat tidak mudah robek dan terbakar ketika diisi dengan campuran gas selama fase pengisian. Bentuk dan volume tas tergantung pada ruang antara penumpang dan interior mobil, dan pada jenis perlindungan yang memiliki tipe untuk memastikan (benturan sopir depan , pada perlindungan kepala dan benturan samping).

3. Housing

Fungsi utama dari housing adalah untuk memastikan memadai perlindungan bagi kain tas dilipat, dengan cara kurung yang sesuai. Biasanya housing terbuat dari logam (baja atau aluminium) atau termoplastik, bentuknya tergantung pada jenis udara dan aplikasi airbag tesebut.

4. Cover

Cover adalah satu-satunya komponen kantung udara yang dapat dilihat dalam mobil. Penjelasan lebih rinci disediakan kemudian. Penutup dapat dipisahkan atau terintegrasi, Hal ini dipisahkan ketika muncul sebagai cap yang menutup ruang di mana kantung melintasi panel instrumen selama penyebaran.

 

Prinsip Kerja Airbag

Saat terjadi kecelakaan, besarnya energi benturan akan diterima oleh sensor depan airbag (crash sensor) yang diletakkan di depan mobil dan diteruskan ke ACU (Airbag Control Unit), ACU akan mengkalkulasi dan membandingkan dengan safing sensor yang terletak di dalam ACU, bila hasil perbandingan crash sensor dan safing sensor menyatakan airbag harus dikembangkan.

Maka ACU akan mengaktifkan Inflator yang didalamnya terdapat initiator yang akan membakar Propellant Grain sehingga menghasilkan gas dan mengembangkan airbag, kemudian airbag akan mengempis. Peristiwa tersebut memakan waktu kira-kira 0,2 detik.

Fungsi Airbag Dan Komponen Airbag
Urutan Pengembangan Airbag

Airbag mempunyai syarat mengembang bila tingkat benturan di atas ambang yang telah ditentukan dengan kecepatan mobil minimal 25 km/jam dan saat menabrak secara frontal terhadap penghalang permanen yang statis atau objek yang dapat bergerak saat tertabrak (misal mobil yang sedang parkir). Airbag juga akan mengembang bila terjadi benturan serius pada bagian bawah kendaraan.

Airbag depan tidak akan mengembang apabila terjadi benturan atau kondisi seperti benturan dari arah samping, kendaraan terguling, menabrak objek yang lebih tinggi atau tidak mengenai sensor depan, menabrak tiang tepat di tengah (kondisi tertentu), benturan dari belakang, dan benturan menyudut. Alat ini dapat memberikan efek samping pada saat Airbag mengembang dengan cepat (kecepatan mengembang di atas 100 km/jam), efek samping itu adalah penumpang akan mengalami memar, luka lecet, cedera.

Untuk menghindari hal tersebut penumpang harus pada duduk yang normal dan menggunakan sabuk pengaman. Perhatikan pada saat membawa balita atau anak-anak ketika mengendarai mobil yang dilengkapi Airbag, alangkah baiknya ditempatkan di kursi belakang. Jadi jangan menempatkan balita atau anak-anak di tempat duduk depan karena dapat membahayakan mereka pada saat Airbag mengembang.