Stasiun Perebusan Konvensional (Sterilizing Station)

IMG 20191010 WA0089


Stasiun Perebusan Konvensional (Sterilizing Station)


Station Sterilizer yaitu station alat perebus yang berfungsi merebus atau mengsterilkan buah menggunakan steam ( Tekanan Uap ) dengan tekanan 3 Bar dalam tiga tahap selama 80-95 menit dengan temperature 120-150 oC.
Adapun tujuan-tujuan perebusan diantaranya.
·         Menonakatifkan Enzym lipase yang meakkan FFA.
·         Memudahkan pelepasan berondolan dari thesser.
·         Melinakkan daging buah sehingga mudah dilumatkan di digester.
·         Menkondisikan nut mudah di pecahkan.
·         Menurunkan kadar air dalam buah.
Faktor yang menentukan perebusan adalah:
·         Temperature
·         Tekanan
·         Waktu
·         Kualitas TBS
·         Sistem rebusan
Untuk mengetahui troughput dari suatu rebusan dapat dihitung :
Throughtput Sterilizer =
Sterilizer%2B1

Total cycle time = Tp  +  Tc

Tp  =  Waktu perebusan, tergantung kualitas TBS
Tc =  Waktu tutup – buka – tutup
A.  Tujuan Perebusan
Adapun proses perebusan bertujuan antara lain untuk:
1.  Mematikan aktifitas enzim
Buah kelapa sawit mengandung enzim lipase yang terus bekerja dalam buah kelapa sawit sebelum enzim tersebut dimatikan. Enzim lipase bertindak sebagai katalisator dalam pembentukan ALB,  maka untuk menghentikan aktivitas enzim tersebut dilakukan perebusan minimal 50-550C.
2. Mempermudah   pelepasan buah dari tandan
Zat-zat polisakarida yang terdapat dalam buah kelapa sawit yang bersifat sebagai perekat, apabila diberi uap panas maka akan terhidrolisa dan pecah menjadi monosakarida yang larut. Hidrolisa tersebut berlangsung pada buah menjadi matang dan proses hidrolisa ini dipercepat dalam proses perebusan.
3.  Memudahkan pemisahan minyak dari danging buah
Daging buah yang telah direbus akan menjadi lunak dan akan mempermudah pada proses pengepresan. Dengan demikian minyak yang ada dalam daging buah dapat dipisahkan dengan mudah.
4.  Menurunkan kadar air dalam buah
Perebusan buah dapat menyebabkan penurunan kadar air buah dan inti, yaitu dengan penguapan yang baik pada saat perebusan maupun sebelum pemipilan. Penurunan kandungan air buah menyebabkan penyusupan buah sehingga terbentuk rongga-rongga kosong pada daging buah yang mempermudah proses pengepresan.
5. Memudahkan penguraian serabut pada biji
Perebusan yang tidak sempurna dapat menimbulkan kesulitan pelepasan serabut dari biji dalam polishing drum yang menyebabkan pemecahan biji lebih sulit dalam ripple mill.
6.  Memisahkan antara inti dan cangkang           
Perebusan yang sempurna akan menurunkan kadar air biji hingga 15% yang menyebabkan inti susut dan cangkang biji tetap sehingga inti akan lepas dari cangkang.
B.  Metode Perebusan
Untuk mendapatkan hasil terbaik,  maka perlu diperhatikan cara perebusan. Metode perebusan yang digunakan oleh PT. Perkebunan Nusantara 1 Tg.seumantoh adalah sistem tiga puncak (triple peak).
Adapun prinsip triple peak adalah tiga kali pemasukan uap (uap basah) ke dalam sterilizer dan tiga kali pembuangan uap (blow down). Grafik perebusan triple peak .
Tahap perebusan dengan pola triple peak adalah tahap pencapaian puncak  I,II dan III, di mana dilakukan tiga kali pemasukan uap dan pembuangan uap. Jumlah puncak dalam pola perebusan ditunjukkan oleh jumlah pembukaan dan penutupan dari steam masuk atau steam keluar selama perebusan berlangsung,  yang diatur secara manual dan otomatis.
Sebelum dimasukkan uap untuk mencapai puncak I, terlebih dahulu dilakukan deaerasi (pembuangan udara) selama lima 5 menit. Kemudian baru dimasukan uap untuk mencapai puncak I dengan membuka pipa steam masuk selama 12-15 menit, atau sampai dicapai tekanan sebesar 1,5 kg/cm2, lalu pipa steam ditutup, sedangkan pipa kondensat dan exhaust pipa dibuka dengan tiba-tiba. Setelah tekanan turun sampai sebesar 0 kg/cm2 (5 menit) pipa-pipa tersebut ditutup.
Pipa steam masuk kemudian dibuka kembali selama 15 menit atau sampai dicapai puncak II (tekanan 2,5 kg/cm2). Lalu pipa steam masuk ditutup, sedangkan pipa kondensat dan exhaust pipa dibuka dengan tiba-tiba, tekanan turun sampai sebesar 0 kg/cm2 (5 menit) pipa-pipa tersebut ditutup. Melalui dua puncak awal, perebusan dilanjutkan dengan membuka steam masuk sampai dicapai puncak III (tekanan 3 kg/cm2), lalu tekanan ini dipertahankan selama 45 menit, sebelum dilakukan pembuangan steam terakhir.
Setelah penahanan tekanan steam selesai, maka steam berada didalam sterilizer dibuang secara tiba-tiba. Pemasukan steam secara tiba-tiba pada pencapaiyan puncak I dan II bertujuan untuk memberikan mechanical shock dan thermal shock terhadap TBS, sehingga buah yang semula kaku menempel pada tandan akan lunak dan lebih mudah lepas pada tandan saat tebah  dalam thresher. Sedangkan penahan tekanan pada puncak III bertujuan untuk memberikan kondisi yang cukup agar kadar air  didalam TBS dapat dikurangi.
Pada sterilizer melalui 3 peak, di mana proses yang terjadi pada setiap peak adalah sebagai berikut:
1.         Puncak Pertama (I peak)
            a. Membuang udara yang teperangkap didalam Sterilizer
            b. Mengurangi keaktifan (aktifitas) enzim asam lemak bebas
2.         Puncak Kedua (2 peak)
            a. Mengurangi kadar air dari buah
            b. Proses awal sterilisasi
3.         Puncak Ketiga (3 peak)
            a. proses sterilisasi sempurna
GRAFIK  REBUSAN TRIPLE PEAK
Sterilizer%2B2
Read also  Stasiun Press (Pengempaan)