Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Stasion): Memaksimalkan Pengutipan Minyak CPO

 

IMG 20191010 WA0131
 

Stasiun Pemurnian Minyak (Clarification Stasion)

Minyak kelapa sawit kasar berasal dari stasiun pengempaan masih banyak mengandung kotoran – kotoran yang berasal dari daging buah seperti lumpur, air dan lain-lain. Keadaan ini menyebabkan minyak mudah mengalami penurunan mutu sehingga sulit dalam pemasaran. Dalam mendapatkan minyak yang memenuhi standar, maka perlu dilakukan pemurnian terhadap minyak tersebut dengan menggunakan system pengendapan,tripusi,dan penguapan. Pada stasiun ini, terdiri dari beberapa unit alat pengolah untuk memurnikan minyak  CPO produksi.

1CCT (Continuous clarifir Tank)

1. Definisi dan Fungsi:

Continuous Clarifier Tank (CCT) adalah tangki pemisah yang berfungsi untuk memisahkan minyak dari sludge melalui proses pengendapan. Proses ini memanfaatkan perbedaan berat jenis antara minyak dan sludge. Minyak, dengan densitas yang lebih rendah, akan mengapung di atas, sedangkan sludge, dengan densitas yang lebih tinggi, akan mengendap di dasar tangki.

2. Cara Kerja:

a. Pengendapan:

  • Minyak yang bercampur dengan sludge dialirkan ke dalam CCT.
  • Sludge mengendap di dasar tangki karena memiliki berat jenis yang lebih tinggi.
  • Minyak yang lebih ringan naik ke atas.

b. Pemisahan:

  • Sludge yang mengendap di dasar tangki dikumpulkan menggunakan stammer.
  • Stammer berputar dan mengaduk sludge, sehingga minyak yang terperangkap di dalamnya terlepas dan naik ke atas.
  • Minyak yang naik ke atas dialirkan ke skimmer (corong) dan masuk ke Wet Oil Tank.
  • Sludge yang terkumpul di dasar tangki dialirkan melalui pipa bagian bawah menuju Buffer Tank.
  • Dari Buffer Tank, sludge dipompa ke Sludge Tank.

c. Pengaturan Temperatur:

  • Temperatur di dalam CCT dijaga antara 90-95°C untuk mempercepat proses pengendapan dan pemisahan.

3. Komponen CCT:

  • Tangki: Tempat penampungan minyak dan sludge.
  • Stammer: Alat pengaduk sludge.
  • Skimmer: Corong untuk mengalirkan minyak ke Wet Oil Tank.
  • Pipa: Saluran untuk mengalirkan minyak dan sludge.
  • Buffer Tank: Tangki penampung sementara sludge.
  • Sludge Tank: Tangki penyimpanan sludge.

4. Manfaat CCT:

  • Memisahkan minyak dari sludge secara efektif.
  • Meningkatkan kualitas minyak.
  • Mengurangi limbah sludge.
  • Meningkatkan efisiensi proses pengolahan minyak.

5. Spesifikasi CCT:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: baja tahan karat atau fiberglass.
  • Temperatur operasi: 90-95°C.

6. Penerapan CCT:

CCT digunakan di berbagai industri, termasuk:

  • Industri minyak dan gas: untuk memisahkan minyak mentah dari sludge.
  • Industri petrokimia: untuk memisahkan produk petrokimia dari sludge.
  • Industri pengolahan makanan: untuk memisahkan minyak dari air dan padatan.

2. Wet Oil Tank

1. Definisi dan Fungsi:

Wet Oil Tank (WOT) adalah tangki penampung minyak dan sludge hasil penyaringan dari Vibrating Screen. WOT berfungsi untuk menampung sementara waktu sebelum minyak dipompa ke Continuous Clarifier Tank (CCT).

2. Cara Kerja:

  • Minyak dan sludge dari Vibrating Screen dialirkan ke WOT.
  • Minyak dan sludge dibiarkan mengendap di dalam tangki.
  • Minyak yang lebih ringan akan berada di atas, sedangkan sludge yang lebih berat akan mengendap di dasar tangki.
  • Tinggi level crude oil dijaga antara ½ sampai ¾ tinggi tangki untuk memastikan temperatur steam tetap berada sekitar 90-95°C.

3. Pemanasan:

  • Minyak di WOT dipanaskan dengan temperatur 90-95°C.
  • Pemanasan ini bertujuan untuk:
    • Mengurangi kadar air dalam minyak.
    • Mempermudah proses pemisahan minyak dan sludge di CCT.

4. Pengiriman ke Oil Purifier:

  • Setelah minyak dipanaskan, minyak dipompa ke Oil Purifier.
  • Di Oil Purifier, minyak dimurnikan berdasarkan perbedaan densitas dengan menggunakan gaya sentrifugal.

5. Proses Pemurnian di Oil Purifier:

  • Oil Purifier berputar dengan kecepatan 1500 rpm.
  • Kotoran dan air yang memiliki densitas lebih besar akan terlempar ke dinding bowl.
  • Minyak yang memiliki densitas lebih kecil akan bergerak ke arah poros dan keluar melalui sudut-sudut bowl.
  • Minyak yang dimurnikan dialirkan ke Vacuum Dryer.
  • Kotoran dan air dibuang ke Sludge Pit.

6. Manfaat Wet Oil Tank:

  • Menampung sementara waktu minyak dan sludge.
  • Memisahkan sebagian minyak dan sludge secara alami.
  • Mempermudah proses pemurnian minyak di Oil Purifier.

7. Spesifikasi Wet Oil Tank:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: baja tahan karat atau fiberglass.
  • Temperatur operasi: 90-95°C.

 3. Brush Strainer

1. Definisi dan Fungsi:

Brush Strainer adalah alat penyaring yang menggunakan sikat untuk memisahkan sludge dengan kotoran. Sludge hasil penyaringan Brush Strainer dialirkan ke Sludge Separator, sedangkan kotoran dialirkan ke Buffer Tank.

2. Cara Kerja:

  • Sludge dan kotoran dialirkan ke Brush Strainer.
  • Sikat di Brush Strainer berputar dan menyaring sludge dan kotoran.
  • Sludge yang lebih halus akan lolos dari saringan dan dialirkan ke Sludge Separator.
  • Kotoran yang lebih besar akan tertahan di saringan dan dialirkan ke Buffer Tank.

3. Komponen Brush Strainer:

  • Sikat: terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti nylon atau stainless steel.
  • Motor: menggerakkan sikat.
  • Housing: menampung sikat dan motor.
  • Saluran masuk: untuk mengalirkan sludge dan kotoran ke Brush Strainer.
  • Saluran keluar: untuk mengalirkan sludge dan kotoran yang telah disaring.

4. Manfaat Brush Strainer:

  • Memisahkan sludge dengan kotoran secara efektif.
  • Meningkatkan efisiensi proses pengolahan sludge.
  • Mengurangi biaya perawatan.

5. Spesifikasi Brush Strainer:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: stainless steel atau fiberglass.
  • Ukuran sikat: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Kecepatan putaran sikat: bervariasi tergantung kebutuhan.

4. Purifier

1. Definisi dan Fungsi:

Purifier adalah alat pemurni minyak yang berfungsi untuk memurnikan minyak dengan cara mengurangi kadar kotoran dan kadar air. Purifier dapat menghasilkan minyak dengan kadar kotoran kurang dari 0,02% dan kadar air kurang dari 0,5%.

2. Cara Kerja:

  • Minyak dari Wet Oil Tank dialirkan ke Purifier.
  • Di dalam Purifier, minyak dipisahkan dari kotoran dan air melalui proses:
    • Penyaringan: Minyak disaring untuk menghilangkan kotoran yang besar.
    • Sentrifugasi: Minyak diputar dengan kecepatan tinggi untuk memisahkan kotoran dan air yang lebih berat dari minyak.
    • Vakum: Vakum digunakan untuk menghilangkan air yang tersisa dalam minyak.
  • Minyak yang telah dimurnikan dialirkan ke Vacuum Dryer.
  • Kotoran dan air dibuang ke saluran pembuangan.

3. Komponen Purifier:

  • Tangki: Menampung minyak yang akan dimurnikan.
  • Saringan: Menghilangkan kotoran yang besar dari minyak.
  • Centrifuge: Memisahkan kotoran dan air dari minyak dengan gaya sentrifugal.
  • Vacuum Pump: Menghilangkan air yang tersisa dalam minyak.
  • Saluran masuk: Untuk mengalirkan minyak ke Purifier.
  • Saluran keluar: Untuk mengalirkan minyak yang telah dimurnikan dan kotoran dan air.

4. Manfaat Purifier:

  • Memurnikan minyak dari kotoran dan air.
  • Meningkatkan kualitas minyak.
  • Memperpanjang usia pakai mesin.
  • Mengurangi biaya perawatan.

5. Spesifikasi Purifier:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: stainless steel atau fiberglass.
  • Kecepatan putaran centrifuge: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Kapasitas vakum pump: bervariasi tergantung kebutuhan.

5Vacum Drayer

1. Definisi dan Fungsi:

Vacuum Dryer adalah tabung pengering yang berfungsi untuk memisahkan minyak dari air dengan memanfaatkan perbedaan tekanan uap antara minyak dan air. Vacuum Dryer dapat menghasilkan minyak dengan kadar air kurang dari 0,1%.

2. Cara Kerja:

  • Minyak dari Purifier dialirkan ke Vacuum Dryer.
  • Di dalam Vacuum Dryer, minyak disemprotkan dengan nozzle sehingga tercampur dengan air.
  • Campuran minyak dan air ini dipanaskan dengan temperatur sekitar 80-90°C.
  • Tekanan di dalam Vacuum Dryer diturunkan dengan vacuum pump.
  • Perbedaan tekanan uap antara minyak dan air menyebabkan air menguap lebih cepat daripada minyak.
  • Uap air dihisap keluar dari Vacuum Dryer dengan vacuum pump.
  • Minyak yang telah dipisahkan dari air dialirkan ke Storage Tank.
  • Air yang terkumpul di Vacuum Dryer dibuang ke Water Tank.

3. Komponen Vacuum Dryer:

  • Tabung: Menampung minyak dan air yang akan dipisahkan.
  • Nozzle: Menyemprotkan minyak sehingga tercampur dengan air.
  • Pemanas: Memanaskan campuran minyak dan air.
  • Vacuum Pump: Menurunkan tekanan di dalam Vacuum Dryer.
  • Saluran masuk: Untuk mengalirkan minyak ke Vacuum Dryer.
  • Saluran keluar: Untuk mengalirkan minyak yang telah dikeringkan dan air.

4. Manfaat Vacuum Dryer:

  • Memisahkan minyak dari air dengan efektif.
  • Meningkatkan kualitas minyak.
  • Memperpanjang usia pakai mesin.
  • Mengurangi biaya perawatan.

5. Spesifikasi Vacuum Dryer:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: stainless steel atau fiberglass.
  • Temperatur operasi: 80-90°C.
  • Kapasitas vacuum pump: bervariasi tergantung kebutuhan.

6. Sludge Oil Tank

1. Definisi dan Fungsi:

Sludge Oil Tank (SOT) adalah tangki penampung sludge yang masih mengandung minyak. Fungsinya untuk mengendapkan lumpur (campuran air dan NOS) dari minyak.

2. Cara Kerja:

  • Sludge dari CST dialirkan ke SOT.
  • Sludge dipanaskan dengan uap panas (80-90°C) dari Oil Pemanas.
  • Pemanasan ini bertujuan untuk:
    • Mempercepat proses pengendapan lumpur.
    • Meningkatkan densitas minyak sehingga lumpur halus yang melekat pada minyak akan terlepas.
  • Lumpur halus yang terlepas akan mengendap di dasar tangki.
  • Lumpur yang mengendap dibuang secara berkala ke Sludge Pit melalui saluran pembuangan.
  • Minyak yang telah dipisahkan dari lumpur dialirkan ke Self Cleaning Strainer.

3. Self Cleaning Strainer:

  • Saringan berbentuk silinder dengan lubang halus.
  • Berputar dengan poros, menghasilkan gaya sentrifugal.
  • Minyak berada di bagian tengah dan dihisap pompa menuju Balancing Tank.

4. Balancing Tank:

  • Menampung minyak (yang masih mengandung lumpur halus).
  • Membagi minyak secara merata ke Sludge Separator dan Decanter.

5. Manfaat Sludge Oil Tank:

  • Memisahkan lumpur dari minyak secara efektif.
  • Meningkatkan kualitas minyak.
  • Memperpanjang usia pakai mesin.
  • Mengurangi biaya perawatan.

6. Spesifikasi Sludge Oil Tank:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: stainless steel atau fiberglass.
  • Temperatur operasi: 80-90°C.

7Sludge Separator

1. Definisi dan Fungsi:

Sludge Separator adalah alat pemisah minyak dengan sludge yang berfungsi untuk memisahkan sisa minyak yang terdapat dalam sludge. Sludge Separator memisahkan minyak kasar dan sludge (mengandung air) melalui dua fase pemisahan.

2. Cara Kerja:

a. Pemisahan Minyak Kasar dan Sludge:

  • Sludge dari Sludge Oil Tank dialirkan ke Sludge Separator.
  • Sludge diputar dengan kecepatan 1500 rpm menghasilkan gaya sentrifugal.
  • Minyak kasar, dengan densitas lebih kecil, bergerak ke arah poros dan keluar melalui sudut-sudut (paring disk).
  • Sludge (mengandung air), dengan densitas lebih besar, terdorong ke dinding blow dan keluar melalui nozzle.
  • Minyak kasar dialirkan kembali ke CCT.
  • Sludge (mengandung air) dialirkan ke Sludge Pit.

b. Pemanasan:

  • Air pemanas digunakan untuk memanaskan sludge di Sludge Separator.
  • Pemanasan ini bertujuan untuk:
    • Mempermudah proses pemisahan minyak dan sludge.
    • Mengurangi kadar air dalam sludge.

3. Komponen Sludge Separator:

  • Tangki: Menampung sludge yang akan dipisahkan.
  • Rotor: Berputar dengan kecepatan tinggi untuk menghasilkan gaya sentrifugal.
  • Paring Disk: Sudut-sudut pada rotor yang mengeluarkan minyak kasar.
  • Nozzle: Keluaran sludge (mengandung air).
  • Saluran masuk: Untuk mengalirkan sludge ke Sludge Separator.
  • Saluran keluar: Untuk mengalirkan minyak kasar dan sludge (mengandung air).

4. Manfaat Sludge Separator:

  • Memisahkan minyak kasar dan sludge secara efektif.
  • Meningkatkan kualitas minyak.
  • Mengurangi pencemaran lingkungan.
  • Menghemat biaya pengolahan sludge.

5. Spesifikasi Sludge Separator:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan.
  • Material: stainless steel atau fiberglass.
  • Kecepatan putaran rotor: 1500 rpm.
  • Temperatur operasi: bervariasi tergantung kebutuhan.

8. Sludge Fit

1. Definisi dan Fungsi:

Sludge Pit adalah kolam penampungan sementara sludge yang keluar dari Sludge Separator. Sludge Pit berfungsi untuk:

  • Menampung sludge sementara waktu sebelum diolah lebih lanjut.
  • Mengontrol losses minyak.
  • Menyimpan minyak yang terlewat dari Sludge Separator.

2. Cara Kerja:

  • Sludge dari Sludge Separator dialirkan ke Sludge Pit.
  • Sludge dibiarkan mengendap di dasar Sludge Pit.
  • Minyak yang masih terkandung dalam sludge akan mengapung di permukaan Sludge Pit.
  • Operator Sludge Pit melakukan kontrol secara berkala untuk memastikan tidak ada losses minyak yang tinggi.
  • Jika minyak di Sludge Pit tinggi, operator akan menyedotnya untuk diolah kembali.
  • Sludge yang telah mengendap di dasar Sludge Pit diangkut secara berkala untuk diolah lebih lanjut.

3. Manfaat Sludge Pit:

  • Menampung sludge dengan aman dan terkendali.
  • Meminimalisir losses minyak.
  • Mempermudah proses pengolahan sludge selanjutnya.

4. Spesifikasi Sludge Pit:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan dan kapasitas pengolahan pabrik kelapa sawit.
  • Material: beton, fiberglass, atau geomembrane.
  • Kedalaman: bervariasi tergantung kebutuhan dan desain yang telah di tentukan.

9. Storage Tank

1. Definisi dan Fungsi:

Storage Tank adalah tangki induk atau tangki timbun yang berfungsi untuk menyimpan Crude Palm Oil (CPO) hasil produksi. Storage Tank dirancang untuk menjaga kualitas CPO dan melindunginya dari kontaminasi.

2. Cara Kerja:

  • CPO dari Vacuum Dryer dipompakan ke Storage Tank.
  • Pengujian mutu CPO dilakukan setiap hari untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar.
  • CPO disimpan di Storage Tank sampai siap untuk dijual atau diolah lebih lanjut.

3. Komponen Storage Tank:

  • Tangki: Menampung CPO.
  • Sistem Pemanas: Menjaga suhu CPO.
  • Sistem Pengaduk: Menjaga homogenitas CPO.
  • Sistem Pemantauan: Memantau suhu, level, dan kualitas CPO.
  • Saluran Masuk: Untuk mengalirkan CPO ke Storage Tank.
  • Saluran Keluar: Untuk mengalirkan CPO keluar dari Storage Tank.

4. Manfaat Storage Tank:

  • Menyimpan CPO dengan aman dan terkendali.
  • Menjaga kualitas CPO.
  • Mempermudah proses distribusi CPO.

5. Spesifikasi Storage Tank:

  • Kapasitas: bervariasi tergantung kebutuhan, umumnya >1000 ton.
  • Material: baja atau stainless steel.
Demikianlah artikel tentang Stasiun Pemurnian Minyak(stasiun klarifikasi). Semoga Bermanfaat!