Service Hidrolik Excavator: Panduan Praktis Perawatan dan Perbaikan

Service Hidrolik Excavator – Jika Anda bekerja di industri konstruksi, pasti sudah akrab dengan excavator. Alat berat yang satu ini memang sangat populer dan banyak digunakan untuk pekerjaan konstruksi seperti penggalian, pembongkaran, dan pengangkutan material.

Meskipun excavator memiliki banyak komponen yang saling terkait, hidrolik adalah salah satu komponen paling penting yang memungkinkan excavator bergerak dan melakukan berbagai tugas yang kompleks. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang perawatan dan perbaikan hidrolik excavator.

 

Apa itu Sistem Hidrolik Excavator?

Sebelum kita membahas tentang perawatan dan perbaikan hidrolik excavator, pertama-tama kita harus memahami apa itu sistem hidrolik excavator. Hidrolik excavator adalah sistem yang menggunakan fluida untuk menggerakkan komponen dalam mesin. Sistem ini memanfaatkan oli hidrolik sebagai media penggerak yang dikirimkan melalui selang hidrolik untuk menggerakkan komponen seperti motor hidrolik, piston, dan silinder.

Dalam sebuah excavator, sistem hidrolik berfungsi sebagai penggerak utama yang memungkinkan excavator bergerak dan melakukan berbagai tugas.

 

Komponen Hidrolik Excavator

komponen hidrolik excavator
Sistem hidrolik excavator terdiri dari berbagai komponen penting yang bekerja sama untuk menggerakkan bucket dan boom serta menjalankan fungsi-fungsi lain dari mesin excavator. Berikut ini adalah beberapa komponen penting dari sistem hidrolik excavator dan penjelasannya:
  1. Hydraulic Pump (Pompa Hidrolik): Komponen ini berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi hidrolik. Hydraulic pump menyedot oli hidrolik dari reservoir dan memompa oli ke seluruh sistem hidrolik.
  2. Hydraulic Cylinder (Silinder Hidrolik): Hydraulic cylinder adalah komponen hidrolik yang berfungsi untuk menggerakkan bucket dan boom excavator. Cylinder terdiri dari bagian dalam berupa piston dan bagian luar berupa barrel atau silinder.
  3. Control Valves (Klep Pengontrol): Control valves digunakan untuk mengontrol aliran oli hidrolik yang masuk dan keluar dari silinder hidrolik. Control valves memungkinkan operator untuk mengontrol arah dan kecepatan gerakan bucket dan boom.
  4. Hydraulic Filter (Filter Hidrolik): Hydraulic filter berfungsi untuk menyaring kotoran dan partikel-partikel kecil yang dapat merusak sistem hidrolik. Filter hidrolik harus dirawat dan diganti secara teratur agar sistem hidrolik tetap berfungsi optimal.
  5. Hydraulic Reservoir (Tangki Hidrolik): Hydraulic reservoir adalah tempat penyimpanan oli hidrolik. Oli hidrolik yang disimpan dalam reservoir dapat disedot oleh hydraulic pump dan didistribusikan ke seluruh sistem hidrolik.
  6. Hydraulic Lines (Saluran Hidrolik): Hydraulic lines adalah pipa-pipa yang menghubungkan semua komponen hidrolik. Saluran hidrolik harus dirawat dan dicek secara teratur untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada pipa-pipa tersebut.

 

Jenis dan Ukuran Hose Hidrolik

Service Hidrolik Excavator: Panduan Praktis Perawatan dan Perbaikan

Hose hidrolik adalah salah satu komponen penting dalam sistem hidrolik excavator. Hose ini berfungsi untuk mengalirkan cairan hidrolik dari pompa ke cylinder dan sebaliknya. Hose hidrolik tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran yang berbeda, tergantung pada aplikasi dan kebutuhan Anda. Berikut ini adalah beberapa jenis dan ukuran hose hidrolik yang umum digunakan:

1. Hose Tekanan Tinggi

Hose tekanan tinggi biasanya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tekanan hidrolik yang tinggi. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang diperkuat dengan serat atau kawat baja. Hose tekanan tinggi tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ¼ inci hingga 2 inci.

2. Hose Rendah Tekanan

Hose rendah tekanan biasanya digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tekanan hidrolik yang lebih rendah. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang tidak diperkuat. Hose rendah tekanan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ⅛ inci hingga 1 inci.

3. Hose Non-Konduktif

Hose non-konduktif digunakan untuk aplikasi di mana arus listrik harus dihindari. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang diperkuat dengan serat atau kawat baja. Hose non-konduktif tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ¼ inci hingga 2 inci.

4. Hose Bertekanan Tinggi

Hose bertekanan tinggi digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan tekanan hidrolik yang sangat tinggi. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang diperkuat dengan kawat baja. Hose bertekanan tinggi tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ¼ inci hingga 1 inci.

5. Hose Selang Hidrolik U-shape

Hose selang hidrolik U-shape digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan penggunaan selang hidrolik dalam sudut yang sangat tajam. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang diperkuat dengan serat atau kawat baja. Hose selang hidrolik U-shape tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ¼ inci hingga 2 inci.

6. Hose Selang Hidrolik S-shape

Hose selang hidrolik S-shape digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan penggunaan selang hidrolik dalam sudut yang sangat tajam dan dalam jarak yang jauh. Hose ini biasanya terbuat dari bahan karet atau termoplastik yang diperkuat dengan serat atau kawat baja. Hose selang hidrolik S-shape tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ¼ inci hingga 2 inci.

 

Perawatan Hidrolik Excavator

Untuk menjaga performa hidrolik excavator tetap optimal, perawatan rutin sangatlah penting. Berikut adalah beberapa tips perawatan hidrolik excavator yang bisa Anda terapkan:

1. Periksa Kondisi Oli Hidrolik

Oli hidrolik sangat penting dalam menjaga kinerja hidrolik excavator. Pastikan Anda memeriksa kondisi oli secara berkala dan menggantinya jika sudah terlalu kotor atau tercemar. Selain itu, pastikan juga Anda menggunakan oli yang direkomendasikan oleh produsen excavator.

2. Bersihkan Filter Hidrolik

Filter hidrolik berfungsi untuk menyaring kotoran dan partikel kecil yang dapat merusak sistem hidrolik. Pastikan Anda membersihkan filter secara teratur untuk menjaga kinerja hidrolik excavator tetap optimal.

3. Periksa Tekanan Hidrolik

Tekanan hidrolik yang rendah dapat menyebabkan performa hidrolik excavator menurun. Pastikan Anda memeriksa tekanan hidrolik secara rutin dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

4. Lakukan Perawatan Berkala

Selain tips-tips di atas, pastikan Anda juga melakukan perawatan berkala seperti pengecekan suhu mesin, periksa selang hidrolik, dan pengecekan kabel-kabel. Dengan melakukan perawatan berkala, hidrolik excavator Anda akan tetap dalam kondisi yang baik dan terhindar dari kerusakan yang bisa menyebabkan biaya perbaikan yang mahal.

 

Perbaikan Hidrolik Excavator

Meskipun Anda sudah melakukan perawatan hidrolik excavator secara berkala, ada kalanya mesin tetap mengalami kerusakan. Berikut adalah beberapa tips perbaikan hidrolik excavator:

1. Identifikasi Masalah

Pertama-tama, Anda harus melakukan identifikasi masalah secara tepat sebelum melakukan perbaikan. Anda bisa memeriksa tanda-tanda kerusakan seperti suara tidak wajar, suhu mesin yang terlalu tinggi, atau tekanan hidrolik yang rendah.

2. Periksa Komponen Hidrolik

Setelah Anda mengidentifikasi masalah, periksa komponen hidrolik seperti selang, piston, dan silinder untuk menemukan komponen yang bermasalah. Jika ditemukan komponen yang rusak atau aus, segera ganti komponen tersebut dengan yang baru.

3. Bersihkan Komponen Hidrolik

Setelah Anda menemukan komponen yang bermasalah, bersihkan komponen tersebut dengan cairan khusus untuk membersihkan sistem hidrolik. Pastikan Anda membersihkan komponen secara menyeluruh untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

4. Ganti Oli Hidrolik

Jika Anda telah membersihkan dan mengganti komponen yang bermasalah, segera ganti oli hidrolik dengan yang baru. Pastikan Anda menggunakan oli yang direkomendasikan oleh produsen excavator dan menggantinya secara berkala untuk menjaga kinerja hidrolik excavator tetap optimal.

 

Oli Hidrolik Excavator

Oli hidrolik adalah salah satu komponen penting dalam sistem hidrolik excavator. Oli hidrolik bekerja untuk mentransmisikan daya hidrolik dari sistem pompa ke sylinder hidrolik, dan juga untuk melumasi bagian-bagian dalam sistem hidrolik. Tanpa oli hidrolik yang tepat, kinerja sistem hidrolik akan terganggu dan dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen lainnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih oli hidrolik untuk excavator Anda:

  1. Kualitas oli: Pastikan oli hidrolik yang Anda pilih memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar spesifikasi OEM (Original Equipment Manufacturer) excavator Anda.
  2. Viskositas: Pilih oli hidrolik dengan viskositas yang tepat untuk suhu lingkungan dan kondisi operasional yang dihadapi oleh excavator Anda.
  3. Kandungan Antiwear dan Additif: Pastikan oli hidrolik yang Anda pilih mengandung zat aditif yang sesuai, seperti antiwear, antioksidan, dan antikorosi untuk melindungi sistem hidrolik dari kerusakan.
  4. Kompatibilitas dengan Seal Hidrolik: Pastikan oli hidrolik yang Anda pilih kompatibel dengan seal hidrolik yang digunakan dalam sistem hidrolik excavator Anda untuk mencegah kerusakan pada seal dan bocoran oli.
  5. Lingkungan kerja: Pertimbangkan lingkungan kerja excavator Anda, seperti cuaca, lingkungan yang kotor, atau beban kerja yang berat, dalam memilih oli hidrolik yang tepat.

Selain memilih oli hidrolik yang tepat, penting juga untuk melakukan perawatan dan penggantian oli secara teratur. Oli hidrolik yang sudah tercemar atau sudah terlalu tua dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen hidrolik. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan penggantian oli hidrolik sesuai dengan rekomendasi produsen atau paling tidak setiap 2.000 jam kerja atau 6 bulan sekali.

 

Tipe Oli Hidrolik Excavator

Tipe oli hidrolik yang digunakan untuk excavator dapat bervariasi tergantung pada merek dan model excavator, serta spesifikasi lingkungan kerja dan kondisi operasional. Berikut ini adalah beberapa tipe oli hidrolik yang biasanya digunakan untuk excavator:
  1. Mineral Oil: Ini adalah jenis oli hidrolik yang paling umum digunakan. Oli mineral memiliki viskositas yang rendah, namun memiliki sifat antiwear dan antikorosi yang baik. Namun, oli mineral lebih rentan terhadap pengaruh suhu dan tidak tahan lama dalam kondisi operasional yang berat.
  2. Synthetic Oil: Oli hidrolik sintetis memiliki viskositas yang lebih stabil dan tahan lama dalam kondisi operasional yang berat. Oli sintetis juga lebih tahan terhadap perubahan suhu dan memiliki sifat antiwear dan antikorosi yang lebih baik daripada oli mineral.
  3. Biodegradable Oil: Ini adalah jenis oli hidrolik yang ramah lingkungan dan biasanya digunakan di lingkungan kerja yang sensitif terhadap lingkungan, seperti di dekat sungai atau laut. Oli hidrolik yang dapat terurai ini terbuat dari bahan-bahan alami dan tidak mengandung zat kimia berbahaya.
  4. Fire Resistant Oil: Ini adalah jenis oli hidrolik yang digunakan di lingkungan kerja yang berpotensi terjadi kebakaran, seperti di tempat-tempat industri atau pertambangan. Oli hidrolik yang tahan api ini dirancang untuk tahan terhadap suhu tinggi dan dapat meminimalkan risiko kebakaran.

Pemilihan tipe oli hidrolik yang tepat dapat meningkatkan performa dan umur hidup dari sistem hidrolik excavator Anda. Pastikan untuk memilih oli hidrolik yang sesuai dengan merek dan model excavator Anda, serta memperhatikan spesifikasi lingkungan kerja dan kondisi operasional.

 

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang perawatan dan perbaikan hidrolik excavator. Perawatan rutin sangatlah penting untuk menjaga kinerja hidrolik excavator tetap optimal, sedangkan jika mesin mengalami kerusakan, identifikasi masalah dengan tepat dan periksa komponen hidrolik untuk menemukan komponen yang bermasalah. Terakhir, jangan lupa untuk mengganti oli hidrolik secara berkala dan menggunakan oli yang direkomendasikan oleh produsen excavator.