Sejarah Perkembangan Sosiologi di Eeropa

Sejarah Perkembangan Sosiologi di Eeropa
alwepo

Sejarah perkembangan sosiologi sebagai Ilmu pengetahuan modem dimulai pada abad ke-19 di Eropa Barat. Faktor utama yang mendorong lahimya ilmu sosiologi adalah

 

A. Hilangnya masyarakat agraris di Eropa

B. Perubahan-perubahan pada masyarakat Eropa

C. Peperangan antarnegara di Eropa

D. Kekuasaan Islam semakin kuat di Eropa

E. Ilmu sosial lainnya gagal menyelesaikan masalah sosial

 

Pembahasan:

B. Perubahan-perubahan pada masyarakat Eropa

Perubahan-perubahan dramatis dalam masyarakat Eropa pada abad ke-19 menciptakan tantangan sosial dan masalah yang tidak dapat diabaikan. Pergeseran dari masyarakat agraris tradisional ke masyarakat industri modern, urbanisasi, dan pertumbuhan populasi yang cepat semuanya menyebabkan konflik sosial, ketidaksetaraan, dan masalah-masalah lain yang perlu dipahami dan dipecahkan. Inilah yang mendorong munculnya sosiologi sebagai disiplin ilmu yang berfokus pada studi dan pemahaman tentang masyarakat dan fenomena sosial.

 

Sejarah perkembangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan modern dimulai pada abad ke-19 di Eropa Barat

Sejarah perkembangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan modern dimulai pada abad ke-19 di Eropa Barat. Ini adalah periode yang penting dalam sejarah perkembangan ilmu sosial, dan faktor-faktor kunci berikut mendorong munculnya sosiologi sebagai disiplin ilmu yang terpisah:

  1. Revolusi Industri: Salah satu perubahan paling signifikan pada abad ke-19 adalah Revolusi Industri. Perkembangan mesin-mesin, teknologi, dan produksi massal mengubah struktur masyarakat secara mendasar. Pertumbuhan pesat sektor industri dan perkotaan menciptakan ketidakseimbangan sosial, urbanisasi, dan perubahan besar dalam cara hidup manusia.
  2. Perkembangan Perkotaan: Seiring dengan Revolusi Industri, terjadi migrasi besar-besaran dari pedesaan ke perkotaan. Perkembangan perkotaan ini membawa tantangan baru seperti perumahan yang padat, sanitasi yang buruk, dan masalah sosial lainnya. Sosiologi mulai memperhatikan dampak perubahan ini pada masyarakat.
  3. Perubahan Sosial: Abad ke-19 adalah masa perubahan sosial yang dramatis. Konsep tradisional tentang masyarakat mulai terguncang, dan pergeseran dari masyarakat agraris tradisional ke masyarakat industri modern memunculkan banyak pertanyaan tentang struktur sosial, nilai-nilai, dan norma-norma.
  4. Pergeseran Paradigma Ilmiah: Ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami pergeseran paradigma pada abad ke-19. Masyarakat mulai mengadopsi metode ilmiah untuk memahami dunia sosial mereka, menggantikan penjelasan berbasis agama atau filosofi.
  5. Pemikiran Sosial dan Filosofis: Para pemikir sosial dan filosofis seperti Auguste Comte, Karl Marx, Emile Durkheim, dan Max Weber mulai menyumbangkan gagasan dan teori tentang masyarakat dan fenomena sosial. Kontribusi mereka menjadi dasar-dasar pemikiran sosiologi.
  6. Kebutuhan akan Pengetahuan Sosial: Perubahan-perubahan sosial yang sedang berlangsung menimbulkan banyak masalah dan konflik dalam masyarakat. Orang-orang semakin menyadari perlunya memahami fenomena sosial ini secara lebih mendalam. Sosiologi muncul sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sosial yang kompleks.