Scaffolding: Fungsi, jenis, cara pemilihan dan perawatannya

alwepo.com, Scaffolding atau tangga perancah – Scaffolding adalah sebuah struktur sementara yang digunakan pada saat pembangunan atau perbaikan bangunan untuk mendukung pekerjaan di atasnya. Scaffolding biasanya terdiri dari beberapa komponen utama, seperti tiang-tiang vertikal yang disebut standar, balok-balok horizontal yang disebut transoms, dan tangga-tangga atau lift untuk mengakses area yang sedang dikerjakan.

Scaffolding juga sering dilengkapi dengan tambahan-tambahan seperti dinding pengaman, lantai-lantai sementara, dan lain-lain untuk membantu pekerjaan dan memastikan keselamatan mereka. Scaffolding sangat berguna untuk menjangkau area yang tinggi atau sulit dijangkau pada saat pembangunan atau perbaikan bangunan, serta memudahkan pekerjaan dengan memberikan akses yang lebih mudah dan nyaman.

 

Fungsi scaffolding

Ada beberapa fungsi utama dari scaffolding, yaitu:



  1. Mendukung pekerjaan: Scaffolding berfungsi sebagai struktur sementara yang mendukung pekerjaan di atasnya, seperti pemasangan bahan bangunan, perbaikan, pembersihan, dan lain-lain.
  2. Memberikan akses: Scaffolding memudahkan akses ke area yang sedang dikerjakan dengan menyediakan tangga-tangga atau lift yang aman untuk digunakan.
  3. Memastikan keselamatan: Scaffolding dilengkapi dengan tambahan-tambahan seperti dinding pengaman dan lantai-lantai sementara yang membantu menjamin keselamatan pekerja yang sedang bekerja di atasnya.
  4. Memudahkan komunikasi: Scaffolding yang terbuat dari material transparan seperti kaca atau plastik dapat memudahkan komunikasi antar pekerja yang sedang bekerja di atasnya.
  5. Menyediakan tempat penyimpanan: Scaffolding juga dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan yang digunakan pada saat pembangunan atau perbaikan bangunan.
  6. Meningkatkan efisiensi pekerjaan: Dengan menggunakan scaffolding, pekerja dapat bekerja dengan lebih cepat dan efisien karena memiliki akses yang lebih mudah ke area yang sedang dikerjakan.

Scaffolding (tangga perancah): fungsi, jenis, cara pemilihan dan perawatannya

Jenis scaffolding

Ada beberapa jenis scaffolding yang biasa digunakan, yaitu:



  1. Scaffolding tube and fitting: Scaffolding ini terdiri dari tiang-tiang vertikal yang disebut standar, balok-balok horizontal yang disebut transoms, dan konektor-konektor yang digunakan untuk menyatukan komponen-komponen tersebut. Scaffolding ini bisa dibongkar dan dipasang kembali sesuai kebutuhan dan bisa disesuaikan dengan tinggi bangunan yang akan dikerjakan.
  2. Scaffolding kontainer: Scaffolding ini terdiri dari kontainer-kontainer yang digunakan sebagai dinding pengaman dan dilengkapi dengan tangga-tangga atau lift untuk mengakses area yang sedang dikerjakan. Scaffolding kontainer ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang sangat tinggi atau pada bangunan yang berada di daerah yang terpencil.
  3. Scaffolding sistem: Scaffolding ini terdiri dari beberapa modul yang sudah terpasang dan siap digunakan, seperti panel-panel yang dilengkapi dengan tangga-tangga atau lift. Scaffolding sistem ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi dan mudah diakses.
  4. Scaffolding rolling: Scaffolding ini terdiri dari beberapa komponen yang dilengkapi dengan roda-roda sehingga mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Scaffolding rolling ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi dan mudah diakses.

 

Cara memilih scaffolding

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih scaffolding, yaitu:
  1. Tinggi bangunan: Pilih jenis scaffolding yang sesuai dengan tinggi bangunan yang akan dikerjakan. Scaffolding tube and fitting atau scaffolding sistem biasanya cocok untuk bangunan yang tingginya tidak terlalu tinggi, sedangkan scaffolding kontainer atau scaffolding rolling lebih cocok untuk bangunan yang memiliki tinggi yang lebih tinggi atau sulit dijangkau.
  2. Kondisi lokasi: Pilih jenis scaffolding yang sesuai dengan kondisi lokasi tempat pembangunan atau perbaikan. Scaffolding tube and fitting atau scaffolding sistem biasanya lebih cocok untuk lokasi yang mudah dijangkau, sedangkan scaffolding kontainer atau scaffolding rolling lebih cocok untuk lokasi yang terpencil atau sulit dijangkau.
  3. Keperluan pekerjaan: Pilih jenis scaffolding yang sesuai dengan keperluan pekerjaan yang akan dilakukan. Misalnya, jika pekerjaan yang akan dilakukan hanya membutuhkan akses yang sederhana, maka scaffolding tube and fitting atau scaffolding sistem mungkin sudah cukup. Namun, jika pekerjaan yang akan dilakukan membutuhkan akses yang lebih luas atau kompleks, maka scaffolding kontainer atau scaffolding rolling mungkin lebih cocok.
  4. Jumlah pekerja: Pilih jenis scaffolding yang sesuai dengan jumlah pekerja yang akan bekerja di atasnya. Scaffolding yang lebih besar akan lebih nyaman dan aman bagi pekerja yang akan bekerja di atasnya.
  5. Budget: Pilih jenis scaffolding yang sesuai dengan budget yang tersedia. Scaffolding tube and fitting atau scaffolding sistem biasanya lebih murah dibandingkan dengan scaffolding kontainer atau scaffolding rolling, namun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dipasang dan dibongkar.

Standar Ukuran Pipa Scaffolding

Pada umumnya Scaffolding atau perancah terbuat dari batang pipa bebrbahan dasar baja atau galvanized steel. Untuk ukuran pipa yang digunakan dengan diamater 1.5 inch, ketebalan bervariasi antara 2.5 mm, 3.2 mm, dan 4.0 mm, dengan panjang pipa 6 meter atau menyesuaikan dengan aplikasi pipa scaffolding tersebut. Pada umumnya pipa scaffolding yang banyak digunakan dalam bidang pekerjaan konstruksi menggunakan 2 standar yaitu standar JIS dan standar British.

Scaffolding standar JIS (Japan International Standard)
– Diamater Pipa 48.3 mm
– tebal 2.5 mm
– Panjang 6 meter.



Scaffolding standar BS1139/EN39 (British Standard)
– Diamater Pipa 48.3 mm
– tebal 3.2 mm (AM-SP32) & tebal 4.0 mm (AM-SP40)
– Panjang 6 meter.

Komponen scaffolding

Komponen Scaffolding
Ada beberapa komponen utama yang terdapat pada scaffolding, yaitu:
  1. Standar: Tiang-tiang vertikal yang digunakan sebagai dasar scaffolding. Standar terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah yang disebut rosette, putlog, dan baseplate. Standar biasanya terbuat dari besi atau baja yang tahan karat.
  2. Transoms: Balok-balok horizontal yang digunakan untuk menopang standar dan memberikan dukungan tambahan pada scaffolding. Transoms terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah yang disebut ledger, intermediate transom, dan putlog transom. Transoms biasanya terbuat dari besi atau baja yang tahan karat.
  3. Konektor: Bagian yang digunakan untuk menyatukan standar dan transoms agar terbentuk menjadi struktur yang kokoh. Konektor terdiri dari beberapa jenis, seperti klem, clamp, sleeve, dan lain-lain.
  4. Tangga atau lift: Bagian yang digunakan untuk mengakses area yang sedang dikerjakan pada scaffolding. Tangga atau lift terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah yang disebut ladder, treads, dan base.
  5. Dinding pengaman: Bagian yang digunakan sebagai pengaman bagi pekerja yang bekerja di atas scaffolding. Dinding pengaman terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah yang disebut guardrail, intermediate rail, dan toe board.
  6. Lantai sementara: Bagian yang digunakan sebagai lantai sementara bagi pekerja yang bekerja di atas scaffolding. Lantai sementara terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah yang disebut platform, plank, dan support.
  7. Bracket: Bagian yang digunakan untuk menyatukan scaffolding dengan bangunan yang sedang dikerjakan. Bracket terdiri dari beberapa jenis, seperti wall bracket, beam bracket, dan lain-lain.

 

Jenis clamp scaffolding

Clamp scaffolding adalah jenis scaffolding yang terdiri dari beberapa komponen yang dilengkapi dengan klem atau clamp untuk menyatukan komponen-komponen tersebut. Clamp scaffolding biasanya terdiri dari tiang-tiang vertikal yang disebut standar, balok-balok horizontal yang disebut transoms, dan klem-klem atau clamp yang digunakan untuk menyatukan komponen-komponen tersebut. Clamp scaffolding biasanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan akses yang mudah dan cepat, seperti pemasangan plafon atau perbaikan lantai.

Ada beberapa jenis clamp scaffolding yang biasa digunakan, yaitu:

  1. Clamp scaffolding sistem: Clamp scaffolding ini terdiri dari beberapa modul yang sudah terpasang dan siap digunakan, seperti panel-panel yang dilengkapi dengan tangga-tangga atau lift. Clamp scaffolding sistem ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi dan mudah diakses.
  2. Clamp scaffolding rolling: Clamp scaffolding ini terdiri dari beberapa komponen yang dilengkapi dengan roda-roda sehingga mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Clamp scaffolding rolling ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi dan mudah diakses.
  3. Clamp scaffolding bersambung: Clamp scaffolding ini terdiri dari beberapa komponen yang dilengkapi dengan klem atau clamp yang bisa disambungkan satu sama lain. Clamp scaffolding bersambung ini biasanya digunakan pada bangunan yang memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi dan mudah diakses.

 

Cara perawatan scaffolding

Berikut ini adalah beberapa langkah perawatan scaffolding yang bisa dilakukan:
  1. Pastikan scaffolding terpasang dengan benar dan sesuai dengan instruksi yang tertera.
  2. Selalu periksa kondisi scaffolding sebelum digunakan, terutama tiang-tiang vertikal, balok-balok horizontal, dan konektor-konektor yang digunakan untuk menyatukan komponen-komponen tersebut. Pastikan tidak ada bagian yang rusak atau kendor yang dapat menyebabkan kecelakaan.
  3. Gunakan scaffolding yang sesuai dengan keperluan pekerjaan yang akan dilakukan. Jangan menggunakan scaffolding yang tidak sesuai dengan keperluan pekerjaan atau lebih tinggi dari yang diperlukan, karena dapat menimbulkan risiko kecelakaan.
  4. Jaga kebersihan scaffolding agar tetap aman bagi pekerja yang akan bekerja di atasnya. Jangan biarkan bahan-bahan atau alat-alat yang tidak diperlukan tergeletak di atas scaffolding.
  5. Gunakan peralatan pengaman seperti helm, sabuk pengaman, dan sepatu keselamatan saat bekerja di atas scaffolding.
  6. Pastikan scaffolding selalu terpasang dengan aman dan sesuai dengan instruksi yang tertera saat akan dipakai. Jangan menggunakan scaffolding yang tidak aman atau rusak.
  7. Selalu periksa kondisi scaffolding secara teratur untuk memastikan keselamatan pekerja yang akan bekerja di atasnya. Jika terdapat bagian yang rusak atau kendor, segera perbaiki atau ganti dengan bagian yang baru agar tetap aman untuk digunakan.

 

Harga scaffolding bervariasi tergantung pada jenis scaffolding yang digunakan, lokasi pembangunan atau perbaikan, dan jumlah komponen yang dibutuhkan. Scaffolding tube and fitting atau scaffolding sistem biasanya lebih murah dibandingkan dengan scaffolding kontainer atau scaffolding rolling, namun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dipasang dan dibongkar. Scaffolding kontainer atau scaffolding rolling biasanya lebih mahal, namun lebih cepat dipasang dan dibongkar.

Untuk mengetahui harga scaffolding yang lebih tepat, Anda dapat menghubungi perusahaan yang menyediakan jasa pemasangan scaffolding atau membandingkan harga dari beberapa perusahaan yang berbeda. Selain itu, Anda juga dapat menghitung estimasi harga scaffolding dengan menggunakan kalkulator harga scaffolding yang tersedia di internet. Namun, sebaiknya Anda juga memperhatikan kualitas dan keamanan scaffolding yang ditawarkan, karena harga yang lebih murah belum tentu menjamin kualitas yang baik dan keamanan yang terjamin.

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com