Rumus Mendidik Anak

Rumus Mendidik Anak

ustadz budi ashari 2 281x300 6ed90bc1ab3b75632bfa506d6a94a2c5

By: Ust Budi Ashari, Lc

Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 35 sd 39, Ayat ini tentang mendidik anak, secara global kita lihat kata perkata.
Tidak sulit dalam mendidik anak jika tahu rumusnya. Insya Allah akan Allah mudahkan. Ada banyak cara mendidik anak yang sesuai Qur’an dan Sunnah.

1. Nazar Ibunya Maryarm ketika hamil
2. Ketika Melahirkan memberikan nama yg baik yaitu Maryam
3. Doakan anak dan keturunannya agar terhindar dari syaitan

Salah satu contoh menjauhkan anak dari syaitan yaitu mengajarkan anak dan keluarga agar tidak mubazir, karna orang yang mubazir adalah saudaranya Syaitan.

Allah Berfirman:

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan”. 
(QS.Al-Israa’ : 26-27)

Jadi sebagai orang tua pastikan dirumah tidak ada yang Mubazir.

Masih banyak contoh yang lain yang bisa kita cari di literatur-literatur.

Secara Global Mendidik anak yang cerdas

1. Q.S Ali Imran; 35-36

35. (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

36. Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”

Point Pentingnya adalah:
Melaksanakan tugas sebagai orangtua semaksimal mungkin, yaitu mulai dari kehamilan, memberi anak nama yang baik, mendidik anak dengan benar dan Ikhlas dalam mendidik anak

Read also  SIAPAKAH ANAK YANG PALING BAHAGIA?

2. Q.S Ali Imran; 37

37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

Point Pentingnya adalah:
Ketika sudah ikhlas dan maksimal dalam mendidik anak maka Allah meridhai mereka. Jadi yang kita cari adalah Keridhaan Allah, jika Allah sudah Ridha maka pasti semuanya di mudahkan. Ketika Nabi Zakaria bertanya tentang darimana Maryam mendapatkan makanan yang ada di mihrabnya kemudian Maryam menjawab ini dari Allah. Maka Keimanan Nabi Zakaria Bertamabah.

Dan Jika Allah sudah Ridha pada anak-anak kita maka rezki mereka akan dimudahkan Allah. Allah akan mendidik anak-anak kita, Kemudian Allah tutupi semua kekurangan-kekurangan kita.

3. Q.S Ali Imran; 38-39

38. Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”

39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat[193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”

Point Pentingnya adalah:
Nabi Zakaria mendidik Maryam dengan pendidikan yang baik dan memberikan kehidupan yang baik maka Allah berikan keajaiban kepada Nabi Zakaria berupa keturunan yang baik.
Jadi keajaibannya adalah untuk anak dan pendidik (orang tua).

Read also  Amal Jariyahnya Kaum Milenial..???

Mohon maaf jika ada yang salah dalam mengutip.
Wallahu’alam bishawab.