Resign By Ippho Santosa

Wow Postingan Dari Seorang Trainer dan Pebisnis Sukses Coach Ippho Santosa tentang #Resign

 

RESIGN

Kalau di Industri Kelapa Sawit sepertinya Resign menjadi hal yang biasa-biasa saja,,, SERIUS..???

 

Iya serius, hamper setiap bulan ada yang mengundurkan diri. Hal ini memang banyak factor yang melatarbelakangi orang untuk resign. Sepanjang saya bekerja di Perkebunan Kelapa Sawit ada beberapa hal yang melatarbelakangi orang yang resign.

 

Beberapa yang melatarbelakangi orang untuk resign dari pekerjaan di Perkebunan Kelapa Sawit:

 

1. Pekerjaannya Berat

Kalau di perhatikan memang secara tingkat kesulitan dan tingkat resiko yang di kerjakan oleh karyawan ada beberpaa bagian yang tergolong berat. Diantaranya seperti pemanen, pekerja pabrik, termasuk staff-staff juga banyak yang resign kok karena pekerjaannya berat, yaa walaupun berat dipikiran. Hehe


2. Karena Adanya tawaran di tempat lain

Kalau yang resign dengan alas an seperti ini saya juga merasa senang, karena  rata-rata memiliki seamangat untuk memperbaiki penghasilan dan kenyamanan dalam bekerja agar bisa mendapatkan nilai lebih.


3. Sukses Punya Investasi atau Nekat

Apalagi tipe seperti ini, biasanya mereka sudah memiliki investasi tanah, kebun, took dan banyak lagi. Mereka mempersiapkan masa depan mereka dengan cara menabung sedikit demi sedikit kemudian mereka berinvestasi. Cara ini sebenarnya paling gampang untuk ditiru dan dilakukan, apalagi jika belum mempunyai skill atau bisnis yang memadai. Jadi sambil melangkahkan satu kaki yang satu lagi masih sambil melengkapi. Tapi ada juga yang nekat karena mau merintis bisnis.

 

Ini motivasi dari Coach Ippho Santosa mengenai Motivasi bagi yang #Resign

 

Ippho Santosa

Nggak ada gaji BUKAN BERARTI nggak ada rezeki. Percayalah, rezeki pasti ada dan selalu ada.

Nggak perlu kuatir berlebihan. ..

Ada ceritanya nih. Seorang karyawan lagi WFH terus ditelepon sama atasannya.

“Tadi saya nelpon kamu, yang terima istrimu. Katanya kamu lagi masak. Kok kamu nggak nelpon balik?”

Jawab si karyawan, “Saya sudah nelpon balik Pak. Yang terima istri Bapak. Katanya Bapak lagi nyuci.”

Izin ya, kali ini kita ngebahas soal resign, pensiun dini, dan kena PHK. Kayaknya seru nih.

Resign? Berarti, posisi kita saat ini, kita ‘sedekahkan’ pada orang lain. Mulia tho? Share tulisan ini ya.

Resign? Berarti, lebih total dalam jalanin bisnis sendiri. Dari rumah juga bisa. Cukup modal HP dan pulsa. Lebih leluasa, nyaman terasa, tapi hasil luar biasa.

Resign? Berarti, lebih luwes dalam ngatur-ngatur waktu. Untuk keluarga. Untuk sahabat. Untuk ibadah. Untuk hobi. Bukankah itu menyenangkan?

Maka, boleh dibilang resign itu re-shine alias kembali bersinar. Potensinya benar-benar keluar. Tatapan mata sampai berbinar-binar.

Memang harus ada yang jadi karyawan. Sebaliknya, harus ada juga yang jadi pengusaha. Apalagi jumlah pengusaha masih minim di Tanah Air.

Bagi mereka yang memutuskan tetap jadi karyawan, yah silakan. Tapi bagi mereka yang memikirkan opsi resign, tulisan ini boleh dibaca ulang.

Satu hal yang sangat disukai oleh karyawan adalah kepastian. Ya, kepastian. Tiap akhir bulan, gaji pasti keluar. Pasti dapat tunjangan, pasti dapat fasilitas. Kalau bisnis? Katanya sih kurang pasti.

Benarkah begitu? Ada benarnya juga. Namanya bisnis memang identik dengan ketidakpastian. Kadang untung lumayan, kadang untung besar-besaran. Kadang kaya, kadang kaya-raya. Hehehe.

Ketidakpastian dan resiko memang ada. Tapi bisa ditekan dengan adanya mentor dan ekosistem. Jangan sampai resiko yang membuat kita kuatir dan urung melangkah. Jangan.

Pada akhirnya, ini bukan soal uang. Tapi soal keberanian. Itu menurut pendapat saya.

Pada akhirnya, beranilah untuk resign. Be-ra-ni. Siaaaap?

 

 

Dikutip dari FB Ippho Santosa


Read also  Membeli Kesuksesan dengan Sedekah (Ust. Yusuf Mansur)