Power Train: Pengertian, Fungsi dan Komponennya

Power Train: Pengertian, Fungsi dan Komponennya

alwepo.com – Power Train – Halo sobat alwepo, kali ini kita akan membahas tentang power train pada sistem transmisi kendaraan terutama pada mobil. Transmisi atau power train merupakan hasil dari sistem kerja mesin kendaraan. Oleh karena itu pengoperasian gearbox atau transmisi pada sebuah kendaraan sangatlah penting.

Namun, pemula tidak terlalu memahami munculnya sistem. Oleh karena itu sebagian besar pengguna yang ingin mengetahui lebih dalam dan lebih dalam.

Tanpa gearbox, kendaraan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Pelajari lebih lanjut tentang power train dan komponennya, yang akan dibahas lebih detail di bawah ini. Namun sebelum itu, perhatikan bagan berikut ini:

Power Train adalah

Bagan di atas memperlihatkan rangkaian dari proses power train itu sendiri, power train menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sistem transmisi untuk menggerakkan kendaraan anda.

 

Power train adalah sistem penggerak mobil dari sisi mesin, kelistrikan, dan bodi yang terbagi menjadi beberapa komponen. Tugas power train kendaraan adalah terus berputar dari mesin ke roda hingga kendaraan bisa meluncur. Saat mesin digunakan untuk menghidupkan mobil dan sistem kelistrikan digunakan untuk menghidupkannya, girboks ini memutar roda. Ketika mesin mobil dihidupkan, itu menghasilkan torsi melalui proses pembakaran. Tenaga ini digunakan untuk memutar roda mobil agar dapat meluncur di jalan. Agar tetap konstan, pengemudi menyesuaikan tingkat torsi di seluruh powertrain hingga mencapai batas yang diinginkan.

Read also  Simulator Asteroid Launcher ini memungkinkan Anda menghancurkan sebuah kota

Sistem menjadi sangat penting karena diperlukan dan berguna untuk menjaga aliran tetap berjalan. Ditambah tenaga penggerak yang diberikan mesin ke roda. Singkatnya, powertrain biasanya merupakan rangkaian motor penggerak yang dapat menggeser kendaraan dengan baik. Selain itu, fitur tersebut langsung bekerja saat pengguna menyalakan mesin di dalamnya.

Berikutnya adalah transmisi di mesin sebagai rangkaian komponen atau unit sistem yang menyalurkan tenaga dari mesin, konverter torsi ke penggerak akhir, roda atau track.

Power Train memiliki beberapa fungsi adalah:

1. Fungsi transfer yang pertama adalah menghidupkan dan mematikan mesin
2. Ubah kecepatan dan torsi drive
3. Untuk mengubah arah pergerakan mesin
4. Fungsi transmisi tenaga terakhir adalah untuk menyeimbangkan tenaga yang dialokasikan ke roda kemudi

 

Bagian sistem transmisi (Power Train)

Setelah mengetahui fungsi transfer, kita juga harus mengetahui komponen atau bagian yang terkait. Komponen mesin kendaraan berikut ini meliputi:

1. Clutch

Disebut juga sebagai kopling, clutch ini berperan dalam menghubungkan aliran tenaga ke mesin. Komponen ini berada di antara motor (mesin) dan transmisi dan memiliki pengaturan waktunya sendiri untuk mengarahkan tenaga mesin ke transmisi.

Tiga waktu penting saat kopling mentransfer tenaga mesin ke transmisi adalah menghidupkan mesin, memindahkan transmisi, dan mengemudikan kendaraan.

2. Gear Transimission

Komponen umum dari powertrain disebut transmisi, yang memainkan peran penting dalam mengendalikan torsi atau torsi mesin. Torsi yang dihasilkan oleh mesin mobil harus selalu, terlepas dari putaran mesin, yang dapat bertambah atau berkurang. Belum lagi mobil membutuhkan banyak pengangkatan saat dikendarai, terutama di tanjakan, tikungan, atau saat membawa beban berat. Di sinilah kerja transmisi yaitu mengubah torsi antara mesin dan roda penggerak. Transmisinya sendiri memiliki beberapa komponen dan roda gigi yang dapat mengubah perbedaan gigi. Jadi persneling mobil digerakkan secara bergantian tetapi digeser secara merata agar mobil dapat bergerak terlepas dari kondisi jalan.

Read also  Berbagai Warna Asap Knalpot Mobil dan Identifikasinya

3. Propeller Shaft

Komponen transmisi ini juga disebut sebagai poros kopling atau hub gandar. Fungsinya untuk menyalurkan tenaga dari girboks ke gir terakhir girboks. Poros baling-baling berbentuk seperti batang baja berongga.

Pada ujung cardan shaft terdapat cardan joint yang bertugas mengatur perbandingan ketinggian antara gearbox dengan roda. Bagian kepala juga memiliki lengan yoke yang bekerja maju dan mundur sesuai dengan pergerakan roda.

4. Final Gear dan diferensial

Ini adalah komponen khusus penggerak utama, seperti namanya. Fungsinya untuk mengubah kecepatan motor. Gigi terakhir berguna untuk meningkatkan torsi yang diterapkan pada roda sisi kanan dan kiri.

Final drive dan differential adalah dua komponen lainnya, namun digabungkan dalam satu komponen poros (housing shaft). Diferensial ini memiliki fungsi lain yaitu untuk mencegah roda selip atau meluncur ke samping.

 

Setelah mengetahui fungsi dan komponen gearbox, Anda juga perlu mengetahui cara kerjanya. Suatu sistem transmisi tidak hanya mentransmisikan daya, tetapi juga harus mampu menghantarkan daya ini secara efisien dan tanpa kehilangan. Cara kerja gearbox tergantung pada jenisnya. Ada tiga , yaitu

1. Tipe FWD

Tipe pertama paling sering digunakan pada MPV dan kendaraan sewaan. Beberapa mobil penggerak roda depan menawarkan ledakan tenaga singkat yang menyebabkan sedikit penurunan tenaga. Contoh mobil penggerak roda depan adalah Ertiga, Honda Jazz, Grand Livina, Mazda 2 dan lain-lain.

2. Tipe RWD

Tipe ini juga digunakan pada mobil yang ditawarkan di , namun kedua tipe tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Penggerak roda belakang memanfaatkan roda belakang sebagai tenaga penggerak kendaraan, menghasilkan beban yang lebih besar yang dapat ditangani oleh sistem transmisi. Oleh karena itu, tipe ini lebih sering digunakan pada kendaraan niaga seperti Mitsubishi ELF, Canter, Suzuki Cary dan Hino Trucks.

Read also  Alamat Showroom Mobil Jakarta

3. Tipe AWD/4WD

Jenis selanjutnya adalah sistem penggerak wajib untuk SUV dan SUV besar. Tipe ini menggunakan semua roda sebagai penggerak, hal ini memastikan daya cengkeram ban yang optimal saat berjalan di kubangan lumpur. Contoh mobil yang dilengkapi sistem penggerak ini adalah Chevrolet Trailblazer, Pajero Sport Dakar, Fortuner 4×4, Ford Ranger Double Cabin.

Ketiga tipe di atas memiliki fungsi yang sama yaitu menyalurkan putaran mesin ke roda, namun menawarkan performa di kondisi yang berbeda. Sejauh komponen ada juga perbedaan.

 

Penutup

Setiap kendaraan memiliki power train yang berbeda-beda sesuai dengan desain dan rancangan dari pabrik pembuat kendaraan tersebut. Pabrikan mendesain power train di sesuaikan dengan kegunaan atau areal yang akan di lalui oleh kendaraan tersebut nantinya. Tentu sebelum di produksi pabrikan telah melakukan perhitungan yang matang dalam menentukan spesifikasi power train yang di gunakan oleh setiap kendaraan.