Pintu Darurat atau Emergency Exit: Pengertian, Cara Pemilihan dan Peraturan Hukum


Halo sobat alwepo, kali ini kita akan membahas tnetang Pintu Darurat atau Emergency Exit. Emergency exit atau pintu darurat menjadi unsur kritis dalam memastikan keselamatan penghuni dan pengunjung di berbagai bangunan, terutama yang memiliki lebih dari tiga tingkat. Pentingnya pemilihan bahan yang tahan api untuk emergency exit tidak dapat diabaikan, mengingat peran krusialnya dalam proses evakuasi pada situasi darurat.

Pintu Darurat atau Emergency Exit: Pengertian, Cara Pemilihan dan Peraturan Hukum
Pintu Darurat/Emergency Exit – alwepo.com

Artikel ini akan membahas syarat-syarat dan cara memilih material untuk emergency exit, sekaligus menggali lebih dalam mengapa pintu darurat harus tahan api.

Apa Itu Pintu Darurat/Emergency Exit?

Pintu darurat merupakan pintu khusus yang dirancang untuk digunakan dalam situasi darurat atau mendesak, seperti kebakaran atau gempa bumi. Keberadaan pintu darurat wajib pada bangunan dengan tingkat penggunaan tinggi dan bangunan bertingkat. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses evakuasi ketika bencana terjadi tanpa peringatan.

Persyaratan Pintu Darurat/Emergency Exit

Sebelum memasang emergency exit, terdapat beberapa syarat yang perlu diperhatikan:



1. Peraturan Bangunan 3 Lantai

Jumlah Pintu Keluar Darurat: Bangunan dengan lebih dari 3 lantai wajib memiliki minimal 2 pintu keluar darurat. Hal ini bertujuan untuk memberikan jalur evakuasi alternatif dan memastikan bahwa semua penghuni atau pengunjung dapat segera meninggalkan bangunan dalam situasi darurat.



Lebar Minimum dan Arah Pintu: Lebar pintu keluar darurat perlu memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Selain itu, arah pintu harus diatur sedemikian rupa untuk memfasilitasi evakuasi yang cepat dan efisien.

2. Peraturan Lantai Dasar

Pintu Darurat di Lantai Dasar: Pintu darurat harus dipasang di lantai dasar dengan rute keluar yang langsung menuju ke luar gedung. Ini memastikan bahwa penghuni atau pengunjung tidak perlu naik ke lantai atas untuk meninggalkan bangunan, yang dapat menghemat waktu dan memudahkan evakuasi.

Jarak Maksimum dan Lebar Koridor: Jarak maksimum yang diperbolehkan untuk mencapai pintu darurat harus memenuhi standar keamanan. Lebar koridor juga harus memadai untuk mengakomodasi jumlah orang yang mungkin menggunakan jalur evakuasi tersebut.

3. Sedikit Ruang Terbuka di Sekitar Pintu

Penting untuk memastikan bahwa pintu darurat memiliki perlindungan segel asap yang rapat, menghindari celah yang dapat memungkinkan masuknya asap.

4. Kontrol Celah Pintu

Jarak antara pintu darurat dan kusen pintu perlu diawasi agar tidak melebihi atau kurang dari batas tertentu. Menjaga celah ini sesuai dengan standar memastikan bahwa saluran segel asap tetap aktif dan dapat berfungsi efektif saat dibutuhkan.

5. Kekuatan Engsel Penutup Pintu

Kekuatan dan keandalan engsel pintu darurat harus diperiksa secara rutin. Pintu yang memiliki penggunaan intensif dapat mengalami kerusakan atau keausan pada engselnya. Memastikan engsel berfungsi dengan baik adalah kunci untuk menjaga pintu dapat ditutup dengan cepat dan efisien.

Mengapa Pintu Darurat Harus Tahan Api?

Pintu darurat yang tahan api adalah bagian integral dari sistem keamanan bangunan dan memiliki peran yang sangat penting dalam melindungi penghuni atau pengunjung dalam situasi darurat, terutama saat terjadi kebakaran. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pintu darurat harus tahan api:

1. Melindungi Jalur Evakuasi

Pintu darurat tahan api bertujuan untuk menjadi jalur evakuasi aman saat terjadi kebakaran atau situasi darurat lainnya. Dengan sifatnya yang tahan api, pintu ini mencegah penyebaran api dan panas dari satu area ke area lain, memungkinkan orang untuk meninggalkan bangunan dengan lebih aman.

2. Mencegah Penyebaran Asap

Pintu darurat tahan api juga dirancang untuk mencegah penyebaran asap ke area evakuasi. Asap dapat menjadi ancaman serius terhadap keselamatan karena dapat menyebabkan sesak napas dan kehilangan visibilitas. Pintu yang tahan api membantu menjaga udara di luar jalur evakuasi agar tetap bersih dan tidak tercemar oleh asap.

3. Mematuhi Standar Keamanan

Pintu darurat tahan api diproduksi sesuai dengan standar keamanan tertentu, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) atau standar internasional lainnya. Kepatuhan ini memastikan bahwa pintu tersebut telah diuji dan memenuhi persyaratan keamanan yang ketat, memberikan keyakinan bahwa pintu tersebut dapat diandalkan dalam situasi darurat.

4. Perlindungan Terhadap Suhu Tinggi

Selain melawan api, pintu tahan api juga dirancang untuk menahan suhu tinggi. Ini penting karena suhu yang tinggi dapat merusak atau melemahkan pintu biasa, membuatnya tidak dapat berfungsi sebagai penghalang yang efektif terhadap ancaman kebakaran.

5. Menjaga Keamanan Ruang Evakuasi

Pintu darurat yang tahan api dapat membantu menjaga keamanan ruang evakuasi di luar gedung. Jika pintu darurat tidak tahan api dan terbakar, ruang evakuasi dapat terancam oleh api dan panas, menyebabkan risiko bagi orang-orang yang sedang mencari perlindungan di sana.

6. Penting dalam Rencana Keselamatan

Dalam banyak rencana keselamatan dan peraturan bangunan, keberadaan pintu darurat yang tahan api dianggap sebagai bagian penting. Pemilihan pintu darurat yang tahan api dan sesuai standar menjadi prioritas untuk memastikan bahwa evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan efisien.

7. Kepatuhan Terhadap Peraturan

Banyak peraturan pemerintah dan badan standar menetapkan persyaratan khusus terkait dengan keamanan pintu darurat. Kepatuhan terhadap peraturan ini adalah suatu keharusan dan menunjukkan tanggung jawab pemilik atau pengelola bangunan terhadap keselamatan penghuni atau pengunjung.

Cara Memilih Pintu Darurat Kebakaran

Memilih pintu darurat kebakaran adalah keputusan penting dalam perencanaan keamanan bangunan. Pintu ini memiliki peran krusial dalam melindungi penghuni atau pengunjung saat terjadi kebakaran. Berikut adalah beberapa langkah dan pertimbangan yang perlu diambil dalam memilih pintu darurat kebakaran:

1. Memahami Standar dan Peraturan

Pertama-tama, pahami standar dan peraturan yang berlaku di wilayah atau negara Anda terkait dengan pintu darurat kebakaran. Hal ini mencakup persyaratan lebar pintu, material, dan waktu tahan api yang diatur oleh badan standar atau regulasi pemerintah setempat.

2. Spesifikasi Waktu Tahan Api

Pilih pintu darurat yang memiliki spesifikasi waktu tahan api yang sesuai dengan kebutuhan bangunan. Spesifikasi ini biasanya dinyatakan dalam menit, misalnya FD 60 (60 menit) atau FD 120 (120 menit). Waktu tahan api menunjukkan seberapa lama pintu dapat menahan api sebelum melemah.

3. Material Tahan Api Berkualitas Tinggi

Pastikan bahwa bahan pintu darurat adalah tahan api dan memenuhi standar keamanan. Bahan yang umum digunakan meliputi baja atau besi tahan api. Pilih bahan dengan kualitas tinggi untuk memastikan daya tahan dan keandalan yang optimal.

4. Mekanisme Penyegelan yang Efektif

Perhatikan mekanisme penyegelan pada pintu, seperti segel intumescent. Segel ini mengembang saat terpapar panas, membentuk lapisan isolasi yang mencegah penyebaran api dan asap. Pastikan mekanisme ini berfungsi efektif dalam kondisi darurat.

5. Engsel dan Sistem Penutup Tahan Api

Pilih pintu darurat yang dilengkapi dengan engsel dan sistem penutup tahan api. Sistem ini memastikan pintu tetap tertutup sepenuhnya saat terjadi kebakaran, mencegah penyebaran api melalui celah pintu.

6. Memenuhi Instrumen Standar

Pastikan pintu darurat memenuhi instrumen standar yang berlaku, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), British Standards (BS), atau standar internasional lainnya. Kepatuhan terhadap standar ini menjamin kualitas dan keamanan pintu.

7. Sesuaikan dengan Kebutuhan Bangunan

Pertimbangkan kebutuhan spesifik bangunan saat memilih pintu darurat. Ini termasuk lebar pintu yang sesuai dengan jumlah penghuni atau pengunjung yang diantisipasi, serta desain pintu yang sesuai dengan arsitektur bangunan.

8. Pemeriksaan Kekuatan Engsel

Periksa kekuatan engsel pintu secara rutin, terutama jika pintu darurat digunakan secara intensif. Engsel yang rusak atau tidak berfungsi dapat mengurangi efektivitas pintu dalam kondisi darurat.

9. Konsultasikan dengan Profesional Keamanan

Jika memungkinkan, konsultasikan dengan ahli keamanan atau profesional yang berpengalaman dalam desain bangunan keamanan. Mereka dapat memberikan saran yang spesifik sesuai dengan karakteristik bangunan dan regulasi lokal.

10. Perhatikan Harga dan Ketersediaan

Akhirnya, pertimbangkan anggaran Anda. Namun, hindari mengorbankan kualitas dan keamanan untuk menghemat biaya. Pilihlah pintu darurat yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan, bahkan jika harganya sedikit lebih tinggi.

Daftar Peraturan Pemerintah Tentang Pintu Darurat Kebakaran

Pada umumnya, regulasi dan standar keamanan terkait dengan pintu darurat kebakaran dapat berbeda-beda di setiap negara. Di Indonesia, terdapat sejumlah peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar dan persyaratan untuk pintu darurat kebakaran. Berikut adalah beberapa peraturan yang mungkin relevan di Indonesia, namun perlu diingat bahwa regulasi dapat mengalami perubahan, dan penting untuk selalu merujuk pada versi terbaru dari peraturan tersebut:

1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 31/PRT/M/2016 tentang Bangunan Gedung (2016):

Membahas persyaratan umum untuk keamanan dan kesehatan pada bangunan gedung, termasuk kelengkapan pintu darurat.

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penanggulangan Kebakaran (2018):

Memberikan pedoman mengenai penanggulangan kebakaran, termasuk tata cara penempatan pintu darurat dan kelengkapan standar keamanan.

3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 29/PRT/M/2019 tentang Ketentuan Teknis Bangunan Gedung (2019):

Memuat ketentuan teknis terkait dengan bangunan gedung, termasuk aspek teknis dari pintu darurat.

4. Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-1733-2012 tentang Pintu Keluar Darurat (2012):

Menyajikan standar spesifikasi teknis untuk pintu keluar darurat yang digunakan sebagai jalur evakuasi pada bangunan gedung.

5. Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-3986-2000 tentang Pintu Pembatas Api (2000):

Menetapkan standar teknis untuk pintu pembatas api, yang relevan untuk pintu darurat yang harus tahan api.

 

Pemilihan material untuk emergency exit yang tahan api adalah keputusan penting untuk memastikan keselamatan dalam kondisi darurat. Dengan mematuhi syarat-syarat dan memilih pintu darurat yang sesuai standar, kita dapat meminimalkan risiko dan memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman kebakaran atau bencana lainnya.

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com