Energi Listrik: Perubahan energi pada aki yang dihubungkan dengan lampu adalah

alwepo.com, Perubahan energi pada aki yang dihubungkan dengan lampu adalah – Pada aki yang dihubungkan dengan lampu, terjadi perubahan energi dari energi kimia menjadi energi listrik. Aki merupakan perangkat yang mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar kimia menjadi energi listrik dengan cara mengalirkan arus listrik melalui bahan bakar kimia tersebut.
Aki terdiri dari beberapa sel elektrokimia yang terhubung secara paralel atau seri. Sel elektrokimia berfungsi untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan cara mengalirkan arus listrik melalui bahan bakar kimia yang terkandung di dalam sel elektrokimia tersebut.

Saat aki dihubungkan dengan lampu, arus listrik yang dihasilkan oleh aki akan mengalir melalui lampu dan menyalakan lampu tersebut. Selama proses tersebut, energi kimia yang terkandung dalam aki akan terkonversi menjadi energi listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu.

Setelah seluruh energi kimia terkonversi menjadi energi listrik, aki akan kehilangan daya dan harus diisi ulang dengan bahan bakar kimia baru agar dapat menghasilkan energi listrik lagi.

Perubahan energi pada aki yang dihubungkan dengan lampu adalah

Proses kimia pada aki

Pada aki, terjadi proses elektrokimia yang mengubah energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar kimia menjadi energi listrik. Proses elektrokimia pada aki terdiri dari dua reaksi kimia yang terjadi secara bersamaan, yaitu reaksi oksidasi dan reaksi reduksi.

Reaksi oksidasi terjadi pada elektroda negatif (katoda) yang terdapat di dalam aki. Pada reaksi oksidasi, bahan bakar kimia yang terkandung di dalam aki akan teroksidasi dan mengeluarkan elektron. Elektron yang terbebas dari katoda akan mengalir melalui kawat penghantar listrik menuju elektroda positif (anoda).

Reaksi reduksi terjadi pada elektroda positif (anoda) yang terdapat di dalam aki. Pada reaksi reduksi, oksigen dari udara akan bereaksi dengan elektron yang diterima dari katoda dan menghasilkan air. Air yang terbentuk pada proses reduksi akan terakumulasi di dalam aki dan menyebabkan aki kehilangan daya.

Saat aki dihubungkan dengan perangkat yang membutuhkan energi listrik, arus listrik yang dihasilkan oleh aki akan mengalir melalui perangkat tersebut dan menyalakan perangkat tersebut. Selama proses tersebut, energi kimia yang terkandung dalam aki akan terkonversi menjadi energi listrik yang digunakan untuk menyalakan perangkat tersebut.

 

Komponen utama aki

Komponen-komponen utama dari sebuah aki adalah:

  1. Plat Positive (Katoda) dan Plat Negative (Anoda): Plat-plat ini terbuat dari logam yang berbeda, yang dapat diserap atau dilepaskan ion (partikel bermuatan) selama proses pengisian dan pengosongan aki. Plat positif biasanya terbuat dari logam perak, sedangkan plat negatif terbuat dari logam tembaga atau timah hitam.
  2. Elektrolit: Elektrolit adalah cairan yang mengandung ion-ion positif dan negatif, yang dapat bergerak bebas di antara plat-plat positif dan negatif. Elektrolit biasanya terbuat dari asam sulfurik yang diencerkan dengan air.
  3. Separator: Separator adalah lapisan tipis yang terletak antara plat-plat positif dan negatif, yang berfungsi untuk mencegah kontak langsung antara keduanya. Separator terbuat dari material yang tidak mengconduksi listrik, seperti kertas atau plastik, sehingga hanya ion-ion yang dapat melewati lapisan ini.
  4. Terminal: Terminal adalah bagian aki yang terhubung ke perangkat yang akan diberi tegangan. Terdapat dua terminal pada aki, yaitu terminal positif (katoda) dan terminal negatif (anoda).
  5. Selubung (Case): Selubung adalah bagian luar aki yang terbuat dari bahan yang kuat dan tahan terhadap benturan, seperti plastik atau logam. Selubung berfungsi untuk melindungi komponen-komponen aki dari kerusakan dan memudahkan penanganan aki.