6 Pengaman Yang Wajib Dimiliki Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit


alwepo.com, Pengaman Yang Wajib Dimiliki Horizontal Sterilizer – Horizontal sterilizer adalah sebuah bejana tekan yang digunakan untuk mensterilkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit sebelum diolah lebih lanjut. Alat ini berbentuk seperti tangki horizontal yang besar dan panjang, dan di dalamnya terdapat lorong-lorong untuk menampung TBS.

6 Pengaman Yang Wajib Dimiliki Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit

Proses sterilisasi dilakukan dengan uap panas yang dialirkan ke dalam tangki. Suhu uap panas ini biasanya berkisar antara 120°C – 140°C, dan tekanan uapnya sekitar 2,5 – 3 barg. Lama waktu sterilisasi tergantung pada jenis sterilizer dan kondisi TBS, tetapi umumnya berkisar antara 45 – 90 menit.

Tujuan sterilisasi adalah:

  • Menonaktifkan enzim lipase yang dapat menyebabkan kerusakan minyak kelapa sawit.
  • Membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan kontaminasi pada produk akhir.
  • Melunakkan daging buah sehingga mudah dipisahkan dari bijinya.
  • Melepaskan brondolan dari janjangannya.

Horizontal sterilizer memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan sterilizer vertikal, yaitu:

  • Kapasitasnya lebih besar sehingga dapat menampung lebih banyak TBS.
  • Proses sterilisasi lebih merata karena uap panas dapat mengalir dengan lebih mudah di dalam tangki horizontal.
  • Lebih mudah dioperasikan dan dipelihara.

Jenis Pengaman Horizontal Sterilizer

Panel Kontrol Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit
Panel Kontrol Horizontal Sterilizer Pabrik Kelapa Sawit – alwepo.com

Berikut adalah beberapa pengaman yang wajib dimiliki horizontal sterilizer:

Pengaman Mekanik

  • Katup pengaman: Katup ini berfungsi untuk mencegah tekanan di dalam tangki melebihi batas yang aman.
  • Sakelar pengaman: Sakelar ini berfungsi untuk mematikan alat secara otomatis jika terjadi keadaan darurat.
  • Pengunci pintu: Pengunci ini berfungsi untuk mencegah pintu tangki terbuka selama proses sterilisasi berlangsung.
  • Sistem interlock: Sistem ini berfungsi untuk memastikan bahwa semua pengaman terpasang dengan benar sebelum alat dapat dioperasikan.

Pengaman Listrik

  • Pemutus sirkuit: Pemutus sirkuit ini berfungsi untuk memutus aliran listrik jika terjadi korsleting atau lonjakan arus.
  • Grounding: Grounding ini berfungsi untuk melindungi pengguna dari sengatan listrik.
  • Sistem alarm: Sistem alarm ini berfungsi untuk memberi peringatan jika terjadi keadaan darurat.

Pengaman Lainnya:

  • Alat pemadam kebakaran: Alat pemadam kebakaran ini berfungsi untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran.
  • Peralatan pelindung diri: Peralatan pelindung diri ini, seperti sarung tangan, kacamata, dan pakaian pelindung, berfungsi untuk melindungi pengguna dari bahaya yang mungkin terjadi.

Berikut adalah penjelasan lengkap dan detail tentang 6 alat pengaman yang wajib dimiliki oleh horizontal sterilizer berkapasitas 90 ton di pabrik kelapa sawit:

1. Katup Pengaman (Safety Valve)

  • Fungsi: Mencegah tekanan di dalam tangki melebihi batas aman.
  • Cara Kerja: Ketika tekanan di dalam tangki mencapai batas aman, katup pengaman akan terbuka secara otomatis untuk mengeluarkan uap panas berlebih.
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Periksa dan bersihkan katup pengaman secara berkala.
    • Uji katup pengaman secara berkala untuk memastikan fungsinya dengan baik.
    • Ganti katup pengaman jika sudah rusak.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Katup pengaman bocor.
    • Katup pengaman tidak dapat terbuka secara otomatis.
    • Katup pengaman rusak.

2. Sakelar Pengaman (Emergency Switch)

  • Fungsi: Mematikan alat secara otomatis jika terjadi keadaan darurat.
  • Cara Kerja: Ketika sakelar pengaman ditekan, aliran listrik ke sterilizer akan terputus dan alat akan mati secara otomatis.
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Periksa dan uji sakelar pengaman secara berkala.
    • Pastikan sakelar pengaman mudah dijangkau.
    • Ganti sakelar pengaman jika sudah rusak.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Sakelar pengaman tidak dapat ditekan.
    • Sakelar pengaman rusak.

3. Pengunci Pintu (Door Lock)

  • Fungsi: Mencegah pintu tangki terbuka selama proses sterilisasi berlangsung.
  • Cara Kerja: Pengunci pintu akan mengunci pintu tangki secara otomatis ketika proses sterilisasi dimulai.
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Periksa dan bersihkan pengunci pintu secara berkala.
    • Pastikan pengunci pintu terpasang dengan benar.
    • Ganti pengunci pintu jika sudah rusak.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Pengunci pintu tidak dapat mengunci pintu dengan benar.
    • Pengunci pintu rusak.

4. Sistem Interlock

  • Fungsi: Memastikan bahwa semua pengaman terpasang dengan benar sebelum alat dapat dioperasikan.
  • Cara Kerja: Sistem interlock akan mencegah alat beroperasi jika ada pengaman yang tidak terpasang dengan benar.
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Periksa dan uji sistem interlock secara berkala.
    • Pastikan semua pengaman terpasang dengan benar.
    • Perbaiki sistem interlock jika ada kerusakan.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Sistem interlock tidak berfungsi dengan baik.

5. Alat Pemantau Suhu dan Tekanan (Pressure & Temperature Gauge)

  • Fungsi: Memantau suhu dan tekanan di dalam tangki selama proses sterilisasi.
  • Cara Kerja: Alat pemantau suhu dan tekanan akan menunjukkan nilai suhu dan tekanan di dalam tangki secara real-time.
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Kalibrasi alat pemantau suhu dan tekanan secara berkala.
    • Pastikan alat pemantau suhu dan tekanan berfungsi dengan baik.
    • Perbaiki atau ganti alat pemantau suhu dan tekanan jika ada kerusakan.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Alat pemantau suhu dan tekanan tidak menunjukkan nilai yang benar.
    • Alat pemantau suhu dan tekanan rusak.

6. Sistem Alarm 

  • Fungsi: Memberi peringatan jika terjadi keadaan darurat, seperti suhu atau tekanan yang berlebihan.
  • Cara Kerja: Ketika terjadi keadaan darurat, sistem alarm akan berbunyi dan memberikan sinyal visual (lampu) dan audio (suara).
  • Perawatan dan Perbaikan:
    • Periksa dan uji sistem alarm secara berkala.
    • Pastikan sistem alarm berfungsi dengan baik.
    • Perbaiki atau ganti sistem alarm jika ada kerusakan.
  • Kondisi yang Tidak Boleh Digunakan:
    • Sistem alarm tidak berbunyi ketika terjadi keadaan darurat.
    • Sistem alarm rusak.

Keenam alat pengaman di atas sangat penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional horizontal sterilizer. Perawatan dan perbaikan pengaman harus dilakukan secara berkala untuk memastikan fungsinya dengan baik.

Demikianlah artikel tentang Pengaman Yang Wajib Dimiliki Horizontal Sterilizer. Semoga Bermanfaat!

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com

Page:
...
/
0
Please Wait
...
Second
Code:
Close