Karna Pemotongan Pajak CPO di India, Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Capai Rekor Tertinggi

minyak sawit

alwepo.com, India – Dalam upaya mengendalikan harga domestik, pemerintah India telah memangkas pajak impor untuk minyak sawit mentah () menjadi 5% dari sebelumnya 7%, merujuk keterangan resmi dari pemerintah India seperti dilansir Reuters.

Cara demikian diharapkan bakal memberikan kesempatan kepada pelaku penyulingan dan konsumen minyak nabati di India untuk memperoleh harga minyak nabati yang lebih layak, serta mengendalikan harga minyak nabati ditingkat domestik.

Sementara itu dilansir Mettisglobal, harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa berjangka Malaysia naik 1% pada hari Senin (14/2/2022), melonjak kembali mendekati rekor tertinggi setelah pembeli utama India menurunkan pajak impor untuk minyak sawit (CPO) utamanya untuk kelompok minyak nabati guna bahan baku makanan.

minyak sawit
sumber: ptpn4.coid

 

Harga minyak sawit di Bursa Malaysia

Kontrak patokan minyak sawit untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 83 Ringgit, atau naik sekitar 1,49%, menjadi 5.656 ringgit (US$ 1.349,88) per ton pada awal perdagangan.

Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup pada level tertinggi RM 5.667 per ton untuk kontrak April.

Pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Varqa mengatakan, harga melonjak menyusul berita pemotongan bea impor CPO oleh India menjadi 5% dari sebelumnya 7,5%.

Tutur Sathia, langkah tersebut diperkirakan akan berdampak pada pengiriman CPO masuk yang lebih tinggi ke India, menyusul adanya kebijakan pembatasan CPO Indonesia. “Sehingga prospek Malaysia akan meningkat, mendorong harga minyak sawit di bursa berjangka melampaui rekor tertinggi sebelumnya,” ungkapnya kepada Bernama.

Lebih lanjut kata Sathia, kinerja produksi minyak kedelai yang lebih kuat di Dalian Commodity Exchange juga memberikan dorongan ke pasar lokal.

Read also  How to Boiler Work...?

Dilansir The Star, pada penutupan kontrak pada Senin (14/2/2022), kontrak berjangka CPO untuk Februari naik RM 135 menjadi RM 5.935 per ton, Maret 2022 naik RM 108 menjadi RM 5.817 per ton, April 2022 naik RM 87 menjadi RM 5.667 per ton, Mei 2022 meningkat RM 82 menjadi RM 5.499 satu ton, Juni 2022 adalah RM 76 lebih tinggi pada RM 5,326 per ton, dan Juli 2022 meningkat RM 79 menjadi RM 5,170 per ton.

Total volume turun menjadi 67.606 lot dari penutupan Jumat lalu sebesar 72.103 lot, sementara open interest naik menjadi 272.818 kontrak dari 272.630 kontrak sebelumnya. Harga CPO fisik untuk Februari naik RM 90 menjadi RM 5.950 per ton.