Jenis-Jenis Transmisi Mobil

Jenis – mobil semakin beragam seiring perkembangan dan inovasi pada mobil itu sendiri. Berbagai pabrikan otomotif terus berlomba untuk membuat inovasi agar mobil mereka menjadi yang terdepan.

Transmisi mobil juga punya peran penting dalam memberikan kenyamanan berkendara. Selain itu, transmisi juga berkontribusi dalam konsumsi bahan bakar yang efisien.

Transmisi adalah adalah salah satu komponen dalam sistem pemindah tenaga (Power Train) yang berfungsi untuk mengatur perbandingan putaran dari engine ke poros penggerak aksel sehingga menghasilkan momen yang diinginkan. 

Sistem transmisi mobil dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sistem transmisi manual dan sistem transmisi otomatis.

jenis transmisi mobil

Sistem Transmisi Manual

Pernahkah kalian memakai mobil dengan sistem transmisi manual? jika pernah kalian pasti tau bagaimana cara perpindahan gigi untuk percepatannya. 

Pada transmisi manual menghasilkan perubahan momen secara bertahap. Oleh karna itu transmisi ini memiliki beberapa bentuk mekanisme untuk perubahan momen.

Kenapa perubahan momen ini penting?

Kalian pasti tau ketika kita mengendarai mobil dan menemui tanjakan respon kita secara autopilot akan memindahkan tuas perseneling ke gigi rendah, kenapa demikian ya? Ini terjadi karena semakin rendah giginya dengan mekanisme tertentu kendaraan tersebut menghasilkan momen yang besar.

Berbeda halnya ketika kita menemui jalanan yang datar/turunan. Ketika kendaraan melaju di jalanan yang datar ataupun turunan momen yang besar menjadi tidak terlalu dibutuhkan, justru yang kita butuhkan adalah Rpm (kecepatan putaran mesin). Secara empiris ketika kalian memindahkan perseneling ke gigi 1 saat melaju di jalan datar, justru mobil menjadi menggerung dan sulit akselerasi.

Perlu kalian ketahui kedua hal ini adalah berbanding terbalik pada transmisi manual: 

Gigi Tinggi : Rpm tinggi, tetapi momen yang dihasilkan kecil

Gigi Rendah : Rpm rendah, tetapi momen yang dihasilkan besar

Inilah sebabnya untuk akselerasi di jalanan dengan track lurus kamu bakal butuh gigi 4 ketimbang gigi 1.

 

Fungsi Transmisi

Mengubah perbandingan gigi, untuk mengubah momen dan kecepatan kendaraan. Selain itu kendaraan kamu juga bisa bergerak maju dan mundur, nah inilah fungsi lain dari transmisi yaitu mengubah arah dari kendaraan.

Selain itu fungsi transmisi dalam kaitannya dengan sistem pemidah tenaga, juga memiliki fungsi:

  • Meneruskan tenaga atau putaran mesin dari kopling ke poros propeler (Propeler shaft)
  • Mengubah momen yang dihasilkan mesin sesuai dengan kebutuhan (beban mesin dan kondisi jalan)

Singkatnya hal-hal diatas adalah fungsi utama dari transmisi.

 

Macam-Macam Transmisi Manual

1. Slidingmesh Type

Tipe ini adalah tipe yang paling awal dari transmisi dengan skema yang sederhana.

Transmisi ini menggunakan roda gigi jenis spur gear dan dibuat dengan tiga poros terpisah yaitu:

  • Input Shaft (Poros Primer) sebagai poros yang menerima gerak putar pertama dari kopling
  • Countershaft sebagai tempat roda gigi counter ditempatkan
  • Mainshaft/Outputshaft sebagai poros keluar dari transmisi ke sistem pemindah tenaga berikutnya 

Cara kerja dalam pemindahan giginya yaitu dengan menggeser langsung roda gigi input dan outputnya.

Kekurangan dari transmisi tipe slidingmesh:

  • Perpindahan gigi tidak halus (kasar)
  • Perpindahan gigi tidak dapat dilakukan secara langsung, ada jeda waktu dalam melakukan perpindahan gigi

2. Constantemesh Type

Pada tipe ini main gear selalu berhubungan dengan gigi pada counter shaft, main gear dilengkapi dengan dog gear yang akan dirhubungkan dengan  sleeve yang terpasang pada output shaft. Shift arm menggerakkan sleeve agar terjadi perpindahan putaran dari main gear ke main shaft

Bila kita bandingkan dengan type slidingmesh maka pada constanmesh perkaitannya lebih baik daripada slideingmesh. Memiliki diameter gigi gigi yang lebih kecil dengan jumlah gigi yang lebih sedikit membuat kerusakan yang mungkin timbul pada gigi-gigi selama berkaitan dapat diminimalisir.

3. Syncromesh Type

Transmisi jenis ini merupakan sistem transmisi yang banyak digunakan pada kendaraan bertransmisi manual saat ini.

Konsep aliran tenaga pada transmisi ini tidak menggunakan system sliding gear kecuali untuk reverse. Karena kondisi ini jadi memungkinkan untuk digunakan bentuk gigi selain spur, baik bentuk helical maupun double helical

transmisi ini seluruh roda gigi pada mainshaft terhubung bebas. Sedangkan syncronmesh dengan poros utama terhubung sliding.

Transmisi jenis ini dapat menyamakan putaran antara input shaft dan outputshaft

Keuntungan:

  • Memungkinkan pemindahan gigi dengan lembut  dan cepat tanpa menimbulkan bahaya pada gigi dan tidak memerlukan injakan dengan kopling ganda.
  • Memungkinkan menggunakan berbagai jenis roda gigi

 

Sistem Transmisi Otomatis

1. Manumatic Type

Transmisi manumatic berasal dari kata manual dan automatic. Seperti namanya, transmisi ini menggabungkan teknologi transmisi manual ke transmisi otomatis. Pada Transmisi ini pengemudi cukup memilih tanda (+) untuk menaikan rasio perpindahan gigi dan (-) untuk menurunkan rasio perpindahan gigi. Dimana pada tipe ini perpindahan giginya terjadi secara sekuensial.

2. Semi Automatic Type

Transmisi ini menggunakan sensor elektrik, sistem pneumatik dan control serta actuator untuk mengeksekusi hasil pendeteksian sensor sensor saat memindahkan rasio perpindahan gigi transmisi.

Transmisi jenis ini membuat pengemudi dapat merasakan sistem transmisi manual dan otomatis. Bila kita sedang menggunakan sistem transmisi manual kita tidak perlu menginjak pedal kopling karena pedal koping pada transmisi ini sudah teratur secara otomatis.

3. Hidraulic Automatic Transmission

Transmisi ini cara kerjanya adalah konversi energi mekanik dari mesin menjadi kinetik kemudian disalurkan ke sistem pemindah tenaga berikutnya sampai ke roda. Dalam transmisi tipe Hidraulic Automatic Transmission memiliki komponen utama berupa torque konverter, Electronic Control Transmission (ECT), planetary gear unit dan body valve.

4. Continous Variabel Transmission (CVT)

Jadi pada CVT ini sama seperti matic lainnya, yaitu menggunakan belt yang variabel sehingga rasionya bisa diubah ubah. 

Keuntungan:

  • Keuntungan dari CVT dibandingkan dengan unit mobil bertransmisi manual adalah kemampuannya untuk memberikan tenaga yang spontan saat berada di tanjakan.
  • Tidak terasa perpindahan gigi (karena tidak ada gigi yang berpindah)
  • Lebih irit daripada matic biasa karena tidak menggunakan torque converter

Hal terpenting yang dapat anda lakukan untuk menjaga transmisi model ini adalah dengan menjaga kualitas dan kuantitas dari cairan transmisi.Untuk perawatan dan penggantian ikuti rekomendasi dari pabrikan (waktu perawatan dan spesifikasi).