Gejala Listrik Statis: Contoh, Penerapan, Dalam Kehidupan Sehari-hari

– Listrik atau Energi listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan modern sehari-hari di zaman ini. Listrik menjangkau seluruh kehidupan dan menjadi kebutuhan hidup kita untuk saat ini. Karena itu, semakin mudah bagi masyarakat untuk melihat di kehidupan sehari-hari.

Namun, kadang orang tidak menyadari hal ini dan menganggap listrik hanya aliran energi biasa. Padahal ada banyak jenis listrik, gejalanya, manfaat, bahkan ada juga yang harus diperhatikan dalam gejala listrik tertentu.

Karena itu, ada baiknya untuk orang awam setidaknya mengetahui beberapa gejala dari pergerakan arus listrik ini. Salah satunya yang sering ditemukan adalah gejala dari arus listrik statis.

berikut ini yang bukan gejala listrik statis adalah
ilustrasi (pixabay.com)

Apa Itu Listrik Statis?

Dalam kehidupan sehari-hari, secara umum orang menggunakan dua jenis listrik. Pertama, ada listrik statis dan yang kedua adalah listrik dinamis. Hal yang membedakan kedua jenis listrik ini adalah pergerakannya.

Pada listrik statis listrik tidak bergerak atau diam di satu tempat. Hal ini pulalah yang membuat pergerakan arus listrik jenis ini terbatas. Berbanding balik dengan jenis listrik dinamis, di mana jenis listrik ini terus bergerak dengan pergerakan yang luas.

Secara sederhana, listrik statis bisa dikatakan sebagai kumpulan listrik pada suatu benda. pada benda ini diam di satu tempat dan tidak bergerak ke mana-mana. Jumlah muatan listrik dalam benda ini pun tetap dan tidak berubah dalam kata lain dalam kondisi yang statis.

Cara Menghasilkan Listrik Statis

Tanpa disadari, orang-orang mungkin melihat banyak gejala dari listrik statis di kehidupan sehari-hari. Karena memang, cara menghasilkan listrik statis terbilang mudah dalam muatan kecil. Bahkan, listrik statis ini bisa tercipta karena aktivitas yang dilakukan sehari-hari.

Berikut adalah cara-cara yang bisa menghasilkan atau menyebabkan timbulnya listrik statis. Orang-orang mungkin bisa lebih memperhatikannya mulai dari sekarang.

1. Menggerakkan Benda

Tidak disangka, gesekan antara kedua benda memiliki kemungkinan menghasilkan daya listrik. Utamanya, adalah daya listrik statis. Pastinya, banyak orang yang sudah mengetahui eksperimen penggaris plastic yang digosokkan ke rambut. Kemudian, ketika penggaris plastic didekatkan pada kertas. Maka ujung kertas akan tertarik ke arah penggaris plastik , hal ini membuktikan terciptanya listrik statis. Dari gesekan antara penggaris plastik dengan rambut.

Hal ini karena penggaris plastik dan rambut yang kering memiliki muatan listrik yang berbeda. Perpindahan elektron terjadi ketika kedua benda digesekkan. Membuat muatan elektron terhadap kedua benda menjadi statis.

2. Induksi Listrik pada Benda Tertentu

Induksi merupakan proses pemisahan antara muatan listrik dalam suatu penghantar. Biasanya cara ini dilakukan dengan mendekatkan benda dengan muatan listrik tertentu, pada benda yang muatannya netral. Dengan begitu, akan terjadi proses perpindahan elektron yang akan memunculkan sifat listrik statis pada benda.

3. Konduksi Listrik pada Benda Tertentu

Cara lain untuk menjadi benda agar memunculkan dengan cara konduksi. Berbeda dengan proses induksi, konduksi akan mendekatkan benda dengan muatan listrik dengan benda tanpa aliran listrik. Jadi, dapat terjadi perpindahan muatan di antara kedua benda tersebut.

Untuk Kehidupan Sehari-Hari

Gejala dari listrik statis ternyata tidak hanya bisa ditemukan di berbagai percobaan yang sederhana saja. Gejala ini juga diterapkan pada mesin-mesin tertentu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Berikut adalah contoh dari penerapan listrik statis yang bisa ditemukan sehari-hari.

1. Listrik Statis Pada Mesin Penggumpal Asap

Mesin penggumpal asap sering digunakan oleh pabrik-pabrik besar dengan tujuan menetralisir efek buruk dari limbah asap. Terutama, yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik. Keberadaan mesin ini sangatlah penting untuk mengurangi polusi udara yang terjadi karena aktivitas pabrik.

Dalam melakukan fungsinya, alat ini ternyata menggunakan prinsip listrik statis. Jadi ada dua logam dengan muatan yang berlawanan dalam jumlah besar. Setiap asap yang melalui dua logam ini, akan mengalami proses induksi.

Muatan listrik di keduanya akan menarik partikel berat yang ada di dalam asap yang melewatinya. Jadi, partikel berat di dalam gumpalan asap tidak akan ikut naik dan keluar ke udara. Partikel-partikel yang berbahaya itu, akhirnya akan jatuh di dasar cerobong pabrik.

2. Contoh Gejala Listrik Statis pada Printer Inkjet

Printer dengan jenis inkjet ternyata memanfaatkan listrik statis untuk melakukan penyemprotan tinta yang terkontrol dan sesuai dengan bentuk yang akan di print. Untuk melakukan fungsinya, printer ini dibekali dengan gaya elektrostatistis.

Setiap butiran halus pada printer ini memiliki muatan listrik tertentu, yang kemudian melewati dua buah pelat logam dengan tegangan listrik tertentu. Ketika melewatinya, listrik akhirnya memiliki muatan listrik dan dapat digerakkan dengan gaya yang disebutkan sebelumnya.

3. Listrik Statis Pada Alat Penyemprot Cat

Prinsip dan cara penerapan gejala listrik statis pada alat penyemprot cat kurang lebih sama seperti yang diterapkan pada printer inkjet. Jadi, cat yang dimasukan akan memiliki muatan listrik. Berasal dari pelat logam yang memiliki tegangan listrik tertentu.

Hal ini sangat bermanfaat dalam pengecatan bidang yang tidak rata. Misalnya, dalam pengecatan mobil. Butiran cat yang memiliki muatan akan bergesekan dengan udara, kemudian bereaksi. Dengan muatan listrik yang ada di dalam cat akan lebih mudah bagi cat untuk mengikuti dan menempel di badan mobil yang merupakan medan listrik juga.

Bahaya dari Gejala Listrik Statis

Selain beragam manfaat, listrik statis ternyata memiliki bahayanya sendiri. Bahaya utama dari listrik statis adalah pemicu percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran yang besar. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Listrik statis bisa dihasilkan melalui gesekan. Gesekan ini apabila dilakukan terus menerus akan menghasilkan listrik statis dengan muatan cukup besar dan memicu percikan api.

 

Contoh Gejala Listrik Statis Lainnya Adalah

  1. Saat sisir atau penggaris yang sudah digosok-gosokkan ke rambut atau ke tangan yang kering diletakkan diatas potongan kertas kecil-kecil, sisir atau penggaris tersebut akan menarik potongan kertas kecil.
  2. Saat layar TV baru dimatikan, jika tangan kita didekatkan pada layar tersebut maka bulu-bulu halus pada tangan kita akan berdiri.
  3. Kain sutra yang digosok dengan kaca akan saling tarik menarik. Hal ini terjadi karena elektron yang ada pada batang kaca berpindah kepada kain sutera.
  4. Percikan api pada ban truk dan jalan raya saat ban truk mengerem. Adanya gesekan atara ban mobil atau ban truk pada jalan saat mengerem mendadak menghasilkan muatan listrik negatif, sedangkan badan logam mobil yang berdekatan dengan ban memiliki muatan positif karena induksi sehingga dapat muncul percikan api yang dapat membakar muatan mobil.

 

Itulah gejala listrik statis, penerapannya, serta pembahasan mengenai bahayanya. Sekarang orang-orang bisa lebih mengetahui tentang jenis listrik satu ini.