Gardan: Fungsi, Komponen dan Cara Perawatannya

alwepo.com, Gardan adalah sebuah bagian dari transmisi kendaraan yang berfungsi untuk mengubah putaran mesin menjadi putaran roda. Bagian ini terdiri dari beberapa gigi yang terpasang pada poros mesin dan roda, sehingga ketika mesin berputar, gigi akan bergerak bersama-sama dan menghantarkan putaran ke roda. Gardan memiliki peran yang penting dalam mengatur torsi dan kecepatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengemudi.

Ada beberapa jenis gardan yang umum digunakan pada kendaraan, yaitu gardan manual, gardan otomatis, dan gardan CVT (Continuously Variable Transmission).

Fungsi Gardan

oli gardan mobil

Fungsi gardan adalah sebagai berikut:



  1. Mengubah putaran mesin menjadi putaran roda: Gardan berfungsi untuk mengubah putaran mesin menjadi putaran roda dengan menggunakan gigi yang terpasang pada poros mesin dan roda. Putaran roda yang dihasilkan oleh gardan akan menentukan torsi dan kecepatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
  2. Mengatur torsi dan kecepatan kendaraan: Gardan memiliki peran yang penting dalam mengatur torsi dan kecepatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengemudi. Dengan mengubah gigi yang digunakan, gardan dapat mengatur putaran roda sehingga kendaraan dapat bergerak dengan torsi dan kecepatan yang diinginkan.
  3. Mempercepat atau memperlambat gerakan kendaraan: Gardan juga dapat digunakan untuk mempercepat atau memperlambat gerakan kendaraan dengan cara mengubah gigi yang digunakan. Gigi yang lebih kecil akan menghasilkan putaran roda yang lebih cepat, sehingga kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan yang lebih tinggi. Sebaliknya, gigi yang lebih besar akan menghasilkan putaran roda yang lebih lambat, sehingga kendaraan dapat bergerak dengan kecepatan yang lebih rendah.
  4. Mengurangi beban pada mesin: Gardan juga dapat mengurangi beban pada mesin dengan mengubah putaran mesin menjadi putaran roda yang lebih rendah. Dengan demikian, mesin tidak perlu bekerja dengan keras untuk menghasilkan kecepatan yang diinginkan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi risiko kerusakan pada mesin.
  5. Mengurangi risiko kerusakan transmisi: Gardan juga dapat mengurangi risiko kerusakan pada transmisi dengan mengubah putaran mesin menjadi putaran roda yang lebih rendah. Dengan demikian, transmisi tidak perlu bekerja dengan keras untuk menghasilkan kecepatan yang diinginkan, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan pada bagian-bagian transmisi.

Secara keseluruhan, gardan memiliki peran yang penting dalam mengatur torsi dan kecepatan kendaraan sesuai dengan kebutuhan pengemudi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi penggunaan BBM.

Komponen Gardan

bagian bagian gardan mobil



Berikut merupakan 10 komponen utama penyusun gardan:

1. Drive pinion gear

Drive pinion gear merupakan roda gigi berbentuk nanas, fungsinya sebagai roda gigi pemutar (drive gear) yang menyalurkan tenaga dari poros propeller ke rangkaian gardan. Bentuk gigi seperti nanas, ini disebut hypoid gear. Bentuk ini memang cocok untuk menyalurkan tenaga secara efisien dan lembut.

2. Drive pinion shaft

Drive pinion shaft adalah poros roda gigi pinion, letaknya biasanya sudah menyatu (tersambung permanen) dengan drive pinon gear. Fungsinya sebagai poros pemutar untuk menyalurkan putaran dan poros propeller.



3. Ring gear

Ring gear adalah roda gigi berukuran besar dengan bentuk menyerupai cincin atau ring. Fungsi roda gigi ini, adalah untuk menerima putaran dari pinion drive gear. Keduanya, baik ring gear dan pinion drive gear disebut juga sebagai rangkaian final gear. Karena roda gigi terletak di akhir sistem powertrain mobil.

4. Differential carrier

Differential carrier atau disebut juga differential case berfungsi sebagai casing atau rumah untuk meletakan berbagai komponen gardan. Misal ring gear sebagai penerima putaran juga dibaut pada differential carier. Selain itu, rangkaian spider gead dan side gear juga diletakan pada komponen ini.

5. Spider gear

Spider gear berfungsi sebagai gigi pembeda putaran, jumlah spider gear ada dua yang letaknya 90 derajat terhadap side gear. Sehingga saat mobil belok, maka tumpuan mobil akan condong kesisi dalam (misal mobil belok kiri, maka tumpuan lebih ke arah kiri).

Sehingga roda bagian dalam akan lebih berat dibandingkan roda bagian luar, dalam kondisi perbedaan beban ini spider gear akan berputar. Apabila spider gear berputar meski sedikit, putaran roda kiri dan kanan akan berbeda. Tetapi saat jalan lurus, spider gear akan diam meski ring gear berputar cukup kencang.

6. Spider gear shaft

Fungsinya hanya sebagai poros untuk mempermudah pergerakan spider gear. Meski ada dua spider, gear porosnya hanya ada satu. Dengan kata lain, posisi dua spider gear ini saling berhadapan.

7. Side gear

Fungsi side gear adalah menerima putaran yang telah dimanipulasi oleh spider gear untuk diteruskan ke axle shaft. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ketika mobil belok maka spider gear akan berputar untuk membedakan kecepatan putar roda.

Hasil dari proses pembedaan putaran spider gear akan dihubungkan ke side gear, dimana side gear akan terhubung secara langsung ke poros propeller.

8. Axle shaft bearing

Bearing atau bantalan digunakan sebagai alas komponen yang berputar, terhadap casing atau axle shaft housing yang diam. Bantalan ini ada dua, masing-masing terletak didekat side gear kiri dan side gear kanan. Fungsinya sebagai bantalan axle shaft terhadap axle shaft housing.

9. Adjuster nut

Merupakan mur penyetel celah final gear. Celah final gear, artinya gerakan pinion gear yang berputar sebelum final gear bergerak. Besar kecil celah ini, akan mempengaruhi kinerja gardan secara keseluruhan. Sehingga dalam suatu waktu, penyetelan celah final gear harus dilakukan dengan memutar adjuster nut.

10. Bearing cap

Bearing cap adalah komponen yang menahan bearing as roda yang terletak didekat side gear. Meski yang ditahan hanya bearing, tetapi secara tidak langsung bearing cap ini menahan keseluruhan rangkaian gardan dari axle shaft housing.

Selain 10 komponen utama diatas, masih ada beberapa komponen tambahan pada gardan seperti ;

  • Axle shaft housing sebagai penutup utama sistem gardan dan as roda/
  • Axle shaft housing cap, berupa tutup dengan banyak baut yang berperan sebagai penutup housing. Biasanya dari komponen inilah oli gardan dikeluarkan
    Differential oil tube, merupakan lubang kecil pada axle shaft housing untuk mengisi oli gardan.
  • Oil seal, seal oli ini ada di beberapa tempat seperti didekat side gear dan di pinion gear.

 

Merawat Gardan

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk merawat gardan adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan selalu menggunakan oli transmisi yang sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan kendaraan. Oli transmisi yang kurang berkualitas atau tidak sesuai dapat menurunkan kinerja gardan dan meningkatkan risiko kerusakan.
  2. Periksa kondisi oli transmisi secara berkala dan ganti jika diperlukan. Oli transmisi yang kotor atau kurang berkualitas dapat menyebabkan kerusakan pada gardan dan menurunkan kinerjanya.
  3. Hindari mengubah gigi secara mendadak atau tiba-tiba saat kendaraan sedang bergerak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada gardan dan menurunkan kinerjanya.
  4. Pastikan selalu menggunakan gigi yang sesuai dengan kecepatan dan kondisi jalan yang sedang dilalui. Gigi yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerusakan pada gardan dan menurunkan kinerjanya.
  5. Periksa kondisi gardan secara berkala dan lakukan perawatan atau perbaikan jika diperlukan. Gardan yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada transmisi dan menurunkan kinerja kendaraan.

Dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan teratur, Anda dapat memastikan bahwa gardan kendaraan Anda tetap dalam kondisi yang baik dan bekerja dengan efektif. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan teratur juga dapat mengurangi risiko kerusakan pada gardan dan menjaga kinerja kendaraan agar tetap optimal.

Demikianlah artikel tentang gardan, semoga bermanfaat!.

 

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com