Foreman Adalah? Tugas, Tanggung Jawab dan Besaran Gajinya

alwepo.com, Foreman adalah salah satu posisi produksi dalam suatu perusahaan yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Jelas, posisi foreman adalah posisi yang cukup tinggi, langsung di bawah sektor korporasi.

Efektivitas gaya kepemimpinan foreman/ mandor berpengaruh penting terhadap bentuk kerja, dan berpengaruh positif yaitu semakin efektif gaya kepemimpinan mandor maka semakin baik bentuk kegiatan operator produksi. Hal ini juga sejalan dengan konsep kepemimpinan situasional Hersey Blanchard sebagai teori yang mendasari dalam kerangka ideologis penelitian ini.

Hersey Blanchard (2004) percaya bahwa persepsi gaya kepemimpinan oleh bawahan akan mempengaruhi pencapaian hasil kerja bawahan, yang pada gilirannya mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja. Atasan yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya berdasarkan kesiapan pengikut akan meningkatkan penampilan kerja bawahan.

Foreman adalah

Apa itu Foreman Produksi?

Oleh karena itu foreman produksi harus memiliki kemampuan evaluasi yang baik sebagai atasan agar dapat menangkap mimpi dan cita-cita bawahannya. Operator produksi dengan tingkat kesiapan yang berbeda harus diperlakukan berbeda oleh atasannya.

Foreman produksi harus bisa membiasakan gaya kepemimpinannya dengan kesiapan masing-masing operator agar gaya kepemimpinan ini dianggap efisien. Bos yang efektif sangat mungkin terlibat dalam keberhasilan suatu industri.

Pendidikan dan Pelatihan Foreman

Menurut BLS Foreman adalah, tidak diperlukan persiapan khusus untuk calon foreman. Karena beberapa perusahaan lebih memilih untuk mempekerjakan mereka yang memiliki gelar sarjana di bidang administrasi bisnis, administrasi bisnis, teknik industri atau teknologi industri.

Pengusaha akan mencari kandidat dengan latar belakang pendidikan bisnis atau teknik. Bahkan, banyak perusahaan mempekerjakan lulusan seni liberal yang “mengklaim” memiliki pengetahuan yang lebih luas.

Tapi ya, mereka yang berpengalaman dalam operasi produksi sama-sama membutuhkan. Padahal biasanya lulusan universitas yang mengambil posisi manajemen langsung. Bahkan beberapa mandor manajemen harus dipromosikan secara progresif, mungkin dimulai dengan pekerja produksi, naik ke posisi pengawas, dan akhirnya dipilih untuk manajemen.

Foreman Artinya

Menjadi Foreman produksi atau forewomen, juga dikenal sebagai manajer produksi, untuk menggabungkan bisnis dan produksi. Mereka akan memastikan bahwa tujuan produksi terpenuhi, sambil tetap berada dalam anggaran yang disetujui oleh atasan mereka, dan membantu perusahaan mencapai kesuksesan secara keseluruhan. Foreman produksi mungkin bertanggung jawab atas seluruh produksi perusahaan, atau mungkin hanya bertanggung jawab atas produksi area tertentu.

foreman adalah

Berapa Jam Kerja Foreman Secara Total?

Menurut BLS, sebagian besar perusahaan mandor membagi waktu antara kantor dan area produksi. Ketika mandor berada di area produksi, ia harus mengenakan peralatan keselamatan dan pakaian pelindung untuk menghindari kecelakaan kerja.

Sebagian besar pekerjaan mandor bisa memakan waktu berjam-jam, terutama dalam hal memenuhi tenggat waktu produksi yang ditargetkan. Sepertiga pekerja dapat bekerja lebih dari 50 jam seminggu. Beberapa pekerjaan dilakukan di luar jam kerja reguler (lembur), terutama di perusahaan yang beroperasi 24/7.

Tugas Foreman adalah

Tugas seorang foreman dalam sebuah perusahaan sangat penting untuk menjaga kelancaran operasi produksi dan memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Berikut adalah penjelasan lengkap dan detail mengenai tugas dan tanggung jawab seorang foreman:

1. Mengawasi dan Mengawasi Produksi

Salah satu tugas utama seorang foreman adalah mengawasi dan mengawasi setiap proses produksi yang sedang berlangsung. Mereka harus memastikan bahwa mesin dan peralatan beroperasi dengan baik, pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, dan waktu produksi terjaga.

2. Memenuhi Target Produksi

Foreman bertanggung jawab untuk memastikan bahwa target produksi harian atau mingguan tercapai. Mereka harus merencanakan dan mengorganisir pekerjaan sedemikian rupa sehingga jumlah produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

3. Menanggapi Panggilan dari Kepala Produksi

Seorang foreman harus siap untuk merespons panggilan atau komunikasi dari kepala produksi. Hal ini melibatkan pengkoordinasian dengan manajemen tingkat lebih tinggi untuk memecahkan masalah dan menjawab pertanyaan terkait produksi.

4. Memastikan Kualitas Produk

Foreman harus memastikan bahwa kualitas produk dalam kondisi baik. Mereka perlu melakukan inspeksi rutin untuk memeriksa produk-produk yang sedang diproduksi dan memastikan bahwa standar kualitas yang telah ditetapkan terpenuhi.

5. Mengelola Lowongan dan Absensi

Seorang foreman biasanya terlibat dalam manajemen sumber daya manusia. Mereka perlu mengisi lowongan jika diperlukan, mengelola absensi operator produksi, dan memastikan bahwa jumlah pekerja sesuai dengan kebutuhan produksi.

6. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Foreman dapat memberikan pelatihan dan pelatihan silang kepada karyawan baru atau yang ada untuk memastikan pemahaman yang lebih baik tentang peralatan produksi, proses kerja, dan praktik keselamatan.

7. Penerbitan Perintah Kerja Perbaikan

Jika terdapat masalah atau kerusakan dalam peralatan atau proses produksi, foreman perlu mengeluarkan perintah kerja perbaikan. Hal ini memungkinkan perbaikan yang cepat dan pemeliharaan peralatan yang teratur.

8. Mematuhi Standar ISO

Sebagian besar perusahaan memiliki standar kualitas dan keselamatan yang harus dipatuhi. Foreman harus memastikan bahwa setiap pekerjaan dan produk diproduksi sesuai dengan standar ISO yang berlaku atau standar perusahaan.

9. Memfasilitasi Kelompok Kerja

Foreman perlu memfasilitasi kelompok kerja dalam produksi. Ini termasuk koordinasi dan komunikasi antara tim produksi untuk memastikan kerja sama yang efisien.

10. Pengelolaan Persediaan Bahan

Salah satu tanggung jawab foreman adalah memastikan ketersediaan semua bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi. Ini melibatkan perencanaan persediaan dan berkoordinasi dengan departemen pengadaan atau gudang.

Jenis-Jenis Foreman

Jenis-jenis foreman adalah individu yang memiliki tanggung jawab khusus dalam berbagai bidang pekerjaan. Mereka bertanggung jawab untuk mengawasi, mengelola, dan memastikan kelancaran pekerjaan dalam bidang mereka masing-masing. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang beberapa jenis foreman yang umum:

1. Foreman Konstruksi

Tanggung Jawab: Foreman konstruksi bertanggung jawab atas pengawasan proyek konstruksi. Mereka memastikan bahwa pekerjaan konstruksi sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, dan tenggat waktu yang telah ditentukan. Mereka juga memastikan keselamatan kerja di lokasi konstruksi, mengelola sumber daya manusia, dan berkomunikasi dengan manajemen proyek.

Tugas Tambahan: Memantau kualitas konstruksi, mengelola logistik dan pasokan, dan menangani izin konstruksi dan perizinan.

2. Foreman Pemeliharaan

Tanggung Jawab: Foreman pemeliharaan bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perawatan peralatan, mesin, atau infrastruktur. Mereka memastikan bahwa peralatan beroperasi dengan baik, merencanakan perawatan rutin, dan merespons cepat terhadap kerusakan atau masalah pemeliharaan.

Tugas Tambahan: Mengelola anggaran pemeliharaan, mengawasi stok suku cadang, dan melaksanakan perbaikan peralatan.

3. Foreman Pipa dan Saluran

Tanggung Jawab: Foreman pipa dan saluran bertanggung jawab atas instalasi, perawatan, dan perbaikan sistem pipa, saluran, dan instalasi terkait lainnya. Mereka memastikan bahwa sistem pipa berfungsi dengan baik, bebas dari kebocoran, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tugas Tambahan: Membaca dan menginterpretasikan rencana pipa, mengawasi pekerjaan pemasangan pipa, dan mengelola tim pipa.

4. Foreman Logistik

Tanggung Jawab: Foreman logistik bertanggung jawab atas pengelolaan logistik dan rantai pasokan dalam suatu perusahaan. Mereka memastikan ketersediaan bahan baku, pengiriman, penyimpanan, dan distribusi barang secara efisien.

Tugas Tambahan: Merencanakan rute pengiriman, mengelola gudang atau pusat distribusi, memantau stok, dan berkoordinasi dengan pemasok dan penerima barang.

5. Foreman Produksi

  • Pengawasan Produksi: Foreman Produksi bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola semua aspek produksi dalam pabrik atau fasilitas manufaktur. Mereka memastikan bahwa semua operasi produksi berjalan sesuai dengan rencana dan target produksi yang telah ditetapkan.
  • Manajemen Personil: Mereka mengelola tim produksi, mengatur jadwal kerja, mengatasi absensi, dan memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan efisien dan sesuai dengan standar keselamatan.
  • Pemeliharaan Perangkat dan Peralatan: Foreman Produksi memastikan bahwa peralatan produksi beroperasi dengan baik dan melakukan pemeliharaan rutin. Mereka merespons gangguan atau masalah peralatan dengan cepat untuk meminimalkan gangguan produksi.
  • Kualitas Produk: Mereka memantau kualitas produk dan memastikan bahwa produk-produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan.
  • Perencanaan Produksi: Foreman Produksi terlibat dalam merencanakan jadwal produksi harian, mingguan, dan bulanan untuk memastikan bahwa target produksi tercapai.
  • Kontrol Persediaan: Beberapa foreman produksi juga terlibat dalam pengelolaan persediaan bahan baku dan produk jadi yang diperlukan untuk produksi.
  • Pelatihan Karyawan: Mereka dapat memberikan pelatihan dan pelatihan silang kepada karyawan baru atau eksisting untuk memastikan pemahaman yang lebih baik tentang operasi produksi.
  • Manajemen Proses Kontinu: Dalam beberapa kasus, foreman produksi dapat menerapkan prinsip-prinsip manajemen proses kontinu seperti Lean Manufacturing atau Six Sigma untuk meningkatkan efisiensi produksi.

6. Foreman Tambang

  • Pengawasan Operasi Tambang: Foreman Tambang bertanggung jawab atas pengawasan semua operasi di lokasi penambangan. Mereka memastikan bahwa aktivitas penambangan, pemrosesan, dan pengangkutan berjalan dengan lancar dan aman.
  • Keselamatan Tambang: Menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan di lokasi penambangan adalah prioritas utama. Mereka memastikan bahwa semua peraturan keselamatan diikuti dan bahwa pekerja memiliki peralatan perlindungan diri yang sesuai.
  • Manajemen Persediaan: Mereka mengelola persediaan bahan tambang, memantau stok, dan mengatur pengadaan bahan tambang jika diperlukan.
  • Pemeliharaan Peralatan Tambang: Merawat dan memelihara peralatan tambang seperti alat berat, truk, dan mesin penggali untuk memastikan operasi berjalan tanpa masalah.
  • Pelaporan dan Dokumentasi: Foreman Tambang seringkali harus membuat laporan tentang aktivitas penambangan, produksi, keselamatan, dan pemeliharaan yang kemudian diberikan kepada manajemen atau otoritas pengawasan.
  • Perencanaan Penambangan: Dalam beberapa situasi, mereka juga terlibat dalam perencanaan lokasi penambangan, pemilihan metode penambangan, dan penjadwalan ekstraksi tambang.
  • Koordinasi dengan Instansi Regulasi: Foreman Tambang dapat berinteraksi dengan instansi regulasi untuk memastikan bahwa operasi penambangan mematuhi peraturan dan perizinan yang berlaku.

Perbedaan Foreman, Leader, dan Supervisor

Foreman, leader, dan supervisor adalah peran dalam manajemen dan kepemimpinan di berbagai jenis organisasi. Meskipun perbedaan antara ketiganya dapat bervariasi tergantung pada konteks organisasi dan industri tertentu, ada beberapa perbedaan umum yang dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Foreman:

  • Foreman biasanya merupakan seorang individu yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pengelolaan pekerjaan operasional harian di lantai pabrik atau lokasi kerja.
  • Peran foreman seringkali terfokus pada pengawasan langsung pekerjaan fisik dan penggunaan sumber daya operasional seperti mesin dan peralatan.
  • Foreman dapat memiliki tanggung jawab untuk mengatur jadwal kerja, mengatasi masalah operasional sehari-hari, dan memastikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai rencana.

2. Leader (Pemimpin):

  • Seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengarahkan orang-orang dalam mencapai tujuan tertentu.
  • Pemimpin tidak selalu terbatas pada lingkup pekerjaan fisik atau operasional; mereka bisa ada di semua tingkat organisasi, termasuk manajemen tingkat atas.
  • Peran pemimpin seringkali berfokus pada pengembangan visi, strategi, dan motivasi tim atau organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang.

3. Supervisor:

  • Supervisor adalah individu yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pengelolaan pekerjaan, tetapi biasanya pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan foreman.
  • Supervisor seringkali memiliki tanggung jawab yang lebih luas, seperti pengawasan terhadap beberapa tim atau departemen, pengaturan anggaran, manajemen sumber daya manusia, dan perencanaan strategis dalam konteks organisasi.
  • Peran supervisor dapat berfokus pada pemantauan kinerja, peningkatan proses, dan pengambilan keputusan strategis.

Perbedaan antara ketiganya dapat bergantung pada struktur organisasi, tingkat hierarki, dan industri. Namun, secara umum, foreman lebih terfokus pada tugas operasional harian, pemimpin lebih terkait dengan kepemimpinan dan pengarahan, sementara supervisor memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam mengelola tim atau departemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Skill Wajib Seorang Foreman

Seorang foreman adalah individu yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola pekerjaan di lokasi konstruksi atau di berbagai industri. Untuk menjalankan tugas mereka dengan baik, seorang foreman harus memiliki sejumlah keahlian yang penting. Berikut adalah penjelasan lengkap dan detail tentang keahlian yang dibutuhkan oleh seorang foreman:

1. Kepemimpinan

Seorang foreman harus mampu memimpin dan menginspirasi tim kerja. Mereka perlu mengambil keputusan yang tepat, memberikan arahan, dan memberikan umpan balik konstruktif kepada anggota tim. Kemampuan kepemimpinan yang kuat sangat penting untuk mencapai tujuan proyek dan menjaga keharmonisan tim.

2. Manajemen Waktu

Manajemen waktu yang baik adalah keterampilan yang esensial bagi seorang foreman. Mereka harus mampu merencanakan jadwal kerja, mengatur prioritas, dan memastikan bahwa pekerjaan selesai sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan. Keterampilan ini membantu menghindari keterlambatan dalam proyek.

3. Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang efektif adalah kunci dalam berinteraksi dengan anggota tim, manajemen, dan pihak lain yang terlibat dalam proyek. Seorang foreman harus dapat mengkomunikasikan instruksi dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan menyelesaikan konflik dengan baik.

4. Pemahaman Teknis

Seorang foreman adalah harus memiliki pemahaman yang baik tentang aspek teknis pekerjaan yang mereka awasi. Ini termasuk pemahaman tentang rencana konstruksi, peralatan, bahan, dan proses kerja yang terlibat dalam proyek tersebut.

5. Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah prioritas utama bagi seorang foreman. Mereka perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang praktik keselamatan kerja dan peraturan yang berlaku. Menyadari potensi bahaya dan mampu mengatasi situasi berbahaya adalah keterampilan yang penting.

6. Pemecahan Masalah

Dalam dunia konstruksi dan industri, masalah sering muncul. Seorang foreman harus dapat mengidentifikasi masalah dengan cepat, menganalisis akar penyebabnya, dan mengembangkan solusi yang efektif. Kemampuan pemecahan masalah membantu menjaga kelancaran proyek.

7. Keterampilan Teknis

Tergantung pada sektor industri, seorang foreman mungkin memerlukan keterampilan teknis tertentu. Misalnya, seorang foreman di industri manufaktur mungkin perlu memahami operasi mesin produksi, sementara seorang foreman konstruksi memerlukan pemahaman tentang pembangunan bangunan dan struktur.

8. Keterampilan Manajemen Sumber Daya Manusia

Seorang foreman juga bertanggung jawab untuk mengelola tim pekerja. Mereka harus mempekerjakan, memberhentikan, dan mengatur jadwal pekerja. Kemampuan dalam manajemen sumber daya manusia, termasuk pengelolaan konflik, pelatihan, dan motivasi karyawan, sangat penting.

9. Kemampuan Perencanaan

Merencanakan adalah elemen penting dalam mengelola proyek. Seorang foreman perlu mampu merencanakan jadwal produksi, pengadaan bahan, dan alokasi sumber daya lainnya dengan cermat untuk mencapai hasil yang diinginkan.

10. Kemampuan Adaptasi

Dunia konstruksi dan industri sering berubah, dan foreman harus dapat beradaptasi dengan perubahan dalam rencana, teknologi, atau situasi lapangan. Kemampuan untuk mengatasi perubahan dengan fleksibilitas adalah hal yang penting.

Ternyata Gaji Mandor di Indonesia Seperti Ini

Selain menjelaskan definisi dan tugas serta tanggung jawab, Anda pasti penasaran dengan rata-rata gaji mandor di Indonesia, berapa rata-rata gaji mandor di Indonesia? Sebesar 5 jutaan/bulan. Ya, mungkin dalam kisaran ini. Belum lagi tambahan uang lembur.

Foreman Produksi

Foreman adalah Profesi di Indonesia dimana peran yang sangat vital dalam sektor industri. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mengawasi, mengorganisir, dan memimpin tim pekerja di lapangan. Namun, besarnya gaji seorang foreman di Indonesia sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang meliputi sektor industri, pengalaman, keterampilan, dan lokasi kerja. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan dengan detail perkiraan gaji seorang foreman di Indonesia dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

1. Gaji Foreman di Sektor Industri

Gaji seorang foreman di Indonesia sangat terkait dengan sektor industri tempat mereka bekerja. Beberapa sektor industri yang cenderung memberikan gaji lebih tinggi bagi foreman meliputi konstruksi, manufaktur, perminyakan, dan pertambangan. Rata-rata, seorang foreman di sektor-sektor ini dapat mengantongi gaji berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 15 juta per bulan. Namun, penting untuk diingat bahwa besaran gaji ini dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada faktor lainnya, seperti ukuran perusahaan dan lokasi proyek.

2. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja foreman adalah salah satu faktor paling penting dalam menentukan gaji seorang foreman. Semakin lama seseorang bekerja sebagai foreman, semakin besar kemungkinan mendapatkan gaji yang lebih tinggi. Seorang foreman pada awal karir, dengan pengalaman kurang dari 2 tahun, mungkin akan menerima gaji sekitar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per bulan. Namun, ketika mereka telah mengumpulkan pengalaman lebih dari 5 tahun, gaji mereka dapat melonjak hingga mencapai angka sekitar Rp 10 juta atau bahkan lebih.

3. Keterampilan dan Sertifikasi

Selain pengalaman, keterampilan tambahan dan sertifikasi juga dapat berdampak signifikan pada besaran gaji seorang foreman. Misalnya, foreman yang memiliki sertifikasi keselamatan kerja, seperti Sertifikat Ahli K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), memiliki peluang untuk menerima gaji yang lebih tinggi. Demikian pula, keterampilan teknis tambahan dalam bidang seperti manajemen proyek atau pemeliharaan mesin dapat meningkatkan potensi pendapatan seorang foreman.

4. Lokasi Kerja

Lokasi tempat seorang foreman bekerja, yakni lokasi proyek atau perusahaan, juga dapat memengaruhi besaran gaji. Umumnya, gaji foreman di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung lebih tinggi daripada di kota-kota kecil atau daerah pedesaan. Ini disebabkan oleh biaya hidup yang lebih tinggi di kota-kota besar serta persaingan yang lebih ketat di sektor industri. Oleh karena itu, foreman yang bekerja di kota-kota besar biasanya menerima gaji yang lebih tinggi untuk mengimbangi biaya hidup yang lebih tinggi.

Walaupun rata-rata gaji foreman berkisar antara Rp 7 juta hingga Rp 15 juta per bulan, besaran gaji ini dapat sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor yang telah diuraikan di atas. Oleh karena itu, bagi individu yang tertarik untuk mengejar karir sebagai foreman, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor ini dalam merencanakan perjalanan karir mereka.

FAQ tentang Foreman

Keterampilan apa yang saya perlukan untuk menjadi Foreman?

Anda akan membutuhkan keterampilan organisasi karena Anda akan bertanggung jawab untuk menyusun jadwal. Keterampilan pemecahan masalah sangat penting jika masalah muncul. Anda juga memerlukan keterampilan komunikasi untuk mengarahkan kru Anda melakukan tugas yang ditentukan. Karena Anda mengawasi proyek, Anda harus dapat membaca cetak biru dengan benar dan memberikan saran kapan dan jika perlu.

Kesediaan untuk bekerja berdampingan dengan kru Anda juga penting. Anda juga akan membutuhkan keterampilan matematika untuk menjaga proyek di bawah anggaran. Akhirnya, seorang mandor perlu mengetahui kode bangunan dan undang-undang federal, negara bagian dan lokal yang berlaku, serta ketentuan kontrak serikat pekerja dan peraturan asuransi.

Pendidikan seperti apa yang dibutuhkan?

Gelar Sarjana dapat menjadi aset tetapi tidak diperlukan. Sebagai aturan umum, keahlian lebih penting daripada pendidikan.

Apa saja kelas yang bermanfaat?

Kelas dalam penyusunan, membaca cetak biru dan arsitektur akan membantu. Kursus manajemen bisnis dan teknik juga berguna.

Apa saja jurusan yang bermanfaat?

Jurusan populer adalah manajemen proyek dan jasa bangunan. Namun dalam banyak industry juga membutuhkan berbagai jenis lulusan dalam berbagai bidang ilmu yang sesuai dengan inddustri tempat anda bekerja Seperti mandor produksi, mandor konstruksi, mandor pabrik dll.

 

Penutup

Foreman adalah, Berminat menjadi foreman? Tunggu sebentar! Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang mandor, maka Anda harus memiliki kemampuan untuk menggerakkan dan mengelola pekerjaan dalam skala yang lebih luas dari seorang pemimpin. Setiap mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam lingkup pekerjaan, Anda dituntut untuk lebih percaya diri dan dewasa di sini, dan Anda harus akurat dan responsif jika ada masalah dengan mesin produksi atau jika ada masalah internal. antar individu.