Failure (Kegagalan Kerja) Pada Safety Valve

safety%2Bvalve
 FAILURE (KEGAGALAN) PADA Safety Valve
Dalam Pabrik Kelapa Sawit, penggunaan safety valve merupakan sebuah keharusan terutama untuk unit yang bekerja menggunakan tekanan tinggi seperti Boiler, BPV, Turbin, dan Sterilizer. Safety valve menjadi sebuah keharusan untuk menjaga keamanan dalam bekerja. Oleh karena itu, safety valve harus di jaga dan sering dilakukan pengechekan karena sangat erat kaitannya dengan Keselamatan ketika bekerja. Dalam operasional pastikan tidak ada failure atau kegagalan karena karena akan mempengaruhi kerja dari unit tersebut. Selain itu safety valve menjaga agar tidak terjadi kelebihan tekanan pada unit tersebut.

Safety Valve yang terpasang sering mengalami gangguan atau kegagalan beroperasi, banyak faktor yang menjadi penyebab kegagalan atau kerusakan, antara lain disebabkan  oleh :
1.    Korosi
Korosi adalah jenis penyebab yang paling banyak menyebabkan Safety Valve tidak berfungsi dengan baik. Korosi dapat menyebabkan pitting pada bagian dari Safety Valve bahkan dapat menyebabkan bagian-bagian tersebut patah.
2.    Permukaan Dudukan Valve (permukaan seat)
Bagian ini harus benar-benar presisi, sedikit saja terjadi perubahan atau kerusakan dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran.
Beberapa penyebab kerusakan pada permukaan seating ini antara lain oleh :
a.    Korosi.
b.    Material asing, seperti kotoran kerak las, corrosive deposit dan lain-lain yang masuk ke dalam Safety Valve saat Safety Valve dalam posisi buka.
c.    Hammering saat terjadi tekanan lebih yang menyebabkan Safety Valve membuka dan pada saat Safety Valve tersebut melepas tekanan yang lebih media ikut terbawa keluar dan Safety Valve segera menutup kembali yang menyebabkan hammering action dan membuat kerusakan pada seating surface.
d.    Kelalaian penanganan saat Safety Valve diperbaiki seperti jatuh, terbentur atau tergores pada bagian Safety Valve.
e.    Kebocoran pada seating surface setelah Safety Valve terpasang akibat mis alignment dari bagian valve.
3.    Pegas Valve Patah.
Patah pada pegas/spring hampir pasti disebabkan oleh karena korosi, yaitu :
1.    general corrosion
2.    stress corrosion
3.    Pengesetan Yang Tidak Benar.
Pengesetan yang tidak benar kebanyakan disebebakan oleh kelalaian personnel pada saat testing / perbaikan atau kurang mengertinya personnel tersebut didalam melakukan setting antara lain merubah set pressure melebih toleransi. Penyetelan setting yang melebihi toleransi dapat menyebabkan dudukan pegas menjadi tidak benar atau dapat menyebabkan stress corrosion cracking pada spring akibat tekanan yang berlebihan.
5.    Plugging dan Sticking.
Plugging dan sticking ialah penyumbatan pada saluran inlet atau outlet dari Safety Valve yang diakibatkan media naik pada permukaan valve, sementara media tersebut mengandung material zat padat juga disebabkan adanya korosi.
6.    Material Valve Tidak Sesuai.
Material yang tidak sesuai, bisa menyebabkan valve tidak berfungsi dengan baik.
Contoh jenis material yang berhubungan dengan temperature

jenis%2Bmaterial


Dalam beberapa kasus dikarenakan faktor operasi yang sangat fluktuative maka sering sekali terjadinya kenaikan tekanan meskipun belum sampai pada tekan buka penuh dari Safety Valve, tetapi Safety Valve tersbut sudah mulai simmer. Hal ini dapat berakibat misalignment pada valve dan  akan menyebabkan terjadi kebocoran pada tekanan operasi-operasi.
7.    Identitas Yang Tidak Sesuai.
Salah pemasangan antara lain disebabkan identitas Safety Valve yang tidak jelas.
8.    Penanganan Yang Tidak Hati-hati.
Safety Valve adalah barang dengan presisi tinggi, penanganan yang tidak hati-hati dapat menyebabkan Safety Valve tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penanganan yang tidak hati-hati dapat terjadi pada saat perjalanan ataupun pemasangan atau saat maintenance.
          §  Saat Shipment/Perjalanan
Akibat pengepakan yang kurang rapat sehingga kotoran-kotoran dari luar dapat masuk, atau kurang kuat pengepakan sehingga pecah dan terbentur yang menyebabkan perubahan pada bagian dalam Safety Valve, atau malah  terjadi kerusakan mekanik.
         §  Saat Pemeliharaan /Maintenance
Kerusakan yang terjadi pada saat maintenance/pemeliharaan, disebabkan oleh ketidak tahuan atau kecerobohan personel, seperti resetting yang melebihi tolerence, salah pada saat lapping, salah penggantian suku cadang dan lain-lain.
9.    Selisih Setting Pressure Dengan Tekanan Kerja
Selesih setting pressure dengan tekanan kerja harus cukup, sehingga pasti saat valve dapat merapat dengan baik. Selisih antara settitng pressure dengan tekanan kerja yang kecil, bisa menyebabkan terjadinya kebocoran uap yang menyebabkan terjadinya erosi.
Read also  Stasiun Perebusan Konvensional (Sterilizing Station)