Mengenal Chain Conveyor: Cara Kerja, Manfaat, Jenis, Keuntungan dan Cara Perawatannya

Chain conveyor adalah salah satu jenis mesin conveyor yang memiliki rantai sebagai penggeraknya. Mesin ini digunakan untuk mengangkut barang atau bahan secara terus-menerus dalam jarak jauh. Chain conveyor sering digunakan di pabrik-pabrik atau industri-industri yang memerlukan pengangkutan barang secara otomatis. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih detail mengenai chain conveyor, termasuk sejarah, cara kerja, manfaat, jenis, bagian utama, keuntungan dan kekurangan, serta cara perawatannya.

 

Pengertian Chain Conveyor

Mengenal Chain Conveyor: Cara Kerja, Manfaat, Jenis, Keuntungan dan Cara Perawatannya

Apa Itu Chain?

Chains artinya kata dalam bahasa Inggris yang memiliki beberapa arti, di antaranya adalah rantai, kepemilikan, atau masalah keterikatan. Arti terbanyak dan paling umum dari kata “chains” adalah rantai, yaitu sebuah alat yang terbuat dari beberapa lingkaran yang dihubungkan satu sama lain dan digunakan untuk mengikat atau mengangkat benda berat. Kata “chains” juga dapat merujuk pada kepemilikan atau kepemilikian, di mana seseorang memiliki kendali atau kontrol atas sesuatu. Selain itu, dalam penggunaan yang kurang umum, “chains” juga dapat mengacu pada masalah keterikatan atau keterbelengguan seseorang atau sesuatu.

Chain sering digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti pada conveyor, mesin pengangkat, mesin pertanian, dan lain sebagainya. Rantai juga digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan terhadap tekanan atau tarikan, seperti pada sepeda motor, sepeda, atau truk.

Chain conveyor adalah mesin conveyor yang menggunakan rantai sebagai penggeraknya. Rantai tersebut bergerak di atas roda gigi dan dapat membawa barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain secara terus-menerus. Mesin ini sering digunakan di pabrik-pabrik dan industri-industri yang memerlukan pengangkutan barang secara otomatis.

 

Sejarah Perkembangan Chain Conveyor

chain conveyor

Chain conveyor pertama kali ditemukan pada tahun 1901 oleh seorang insinyur bernama J. J. Lyons. Pada awalnya, mesin ini digunakan untuk mengangkut batu bara dan bijih besi di tambang-tambang. Namun, pada tahun 1930-an, mesin ini mulai digunakan di pabrik-pabrik untuk mengangkut barang dan bahan secara otomatis. Sejak itu, chain conveyor menjadi semakin populer dan banyak digunakan di berbagai industri.

Pada tahun 1950-an, chain conveyor telah mengalami beberapa perbaikan dan peningkatan desain, sehingga dapat digunakan untuk mengangkut barang dan bahan dalam jarak yang lebih jauh dan dengan kapasitas yang lebih besar. Selain itu, mesin ini juga mulai dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis dan sensor, yang membuat pengoperasian menjadi lebih efisien dan aman.

Pada tahun 1970-an, chain conveyor mulai digunakan secara luas di industri makanan dan minuman, seperti pabrik susu, pabrik bir, dan pabrik es krim. Hal ini dikarenakan mesin ini dapat memproses dan mengangkut bahan-bahan makanan dan minuman secara higienis dan efisien.

Seiring berkembangnya teknologi, chain conveyor juga mengalami peningkatan kinerja dan desain yang lebih modern. Saat ini, chain conveyor dapat diintegrasikan dengan sistem robotik dan sensor canggih, sehingga dapat mengoptimalkan proses produksi dan mempercepat waktu pengiriman barang.

 

Prinsip Kerja Conveyor

Conveyor adalah sebuah sistem transportasi yang dirancang untuk memindahkan barang atau material dari satu lokasi ke lokasi lain secara terus-menerus. Prinsip kerja conveyor didasarkan pada gerakan kontinu yang dihasilkan oleh belt, chain, atau roller yang digerakkan oleh motor listrik atau mesin lainnya. Conveyor juga dilengkapi dengan berbagai macam komponen seperti rollers, pulleys, dan frame untuk memastikan pergerakan material berlangsung dengan lancar.

Prinsip kerja conveyor dimulai dari proses pemuatan atau pengisian material pada conveyor. Material dimasukkan ke dalam bagian awal conveyor dan kemudian dipindahkan secara terus-menerus melalui gerakan belt, chain, atau roller menuju bagian ujung conveyor. Gerakan tersebut terjadi berkat adanya motor listrik atau mesin lainnya yang menggerakkan conveyor dan memastikan material terus bergerak ke depan.

Selama proses pergerakan material, conveyor dilengkapi dengan beberapa komponen yang membantu memastikan pergerakan material berlangsung dengan lancar. Roller dan pulley yang terpasang pada conveyor berfungsi sebagai pemandu material dan memastikan material bergerak secara teratur. Frame yang melindungi conveyor juga membantu mempertahankan struktur conveyor dan memastikan keamanan selama proses transportasi material.

 

Cara Kerja Chain Conveyor

chain conveyor

Chain conveyor bekerja dengan menggerakkan rantai yang terhubung dengan benda yang akan diangkut. Rantai tersebut terus bergerak dan melintasi roda gigi yang terpasang di sepanjang conveyor, sehingga barang atau bahan dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain secara terus-menerus. Ketika mesin dinyalakan, motor akan menggerakkan roda gigi dan rantai mulai bergerak maju atau mundur tergantung pada kebutuhan.

Barang atau bahan kemudian diletakkan di atas rantai dan akan dibawa oleh rantai tersebut ke titik tujuan. Rantai ini dilengkapi dengan pegangan atau braket yang digunakan untuk menjaga agar barang atau bahan tetap berada di atas rantai. Jika diperlukan, conveyor dapat dilengkapi dengan sensor atau peralatan pengontrol untuk memastikan barang atau bahan berada pada posisi yang tepat.

Ketika barang atau bahan mencapai ujung conveyor, mesin akan memutar kembali rantainya untuk mengangkut barang atau bahan ke tempat yang baru. Proses ini terus berulang hingga semua barang atau bahan yang diperlukan dipindahkan ke tempat tujuan. Cara kerja chain conveyor yang sederhana dan otomatis membuatnya menjadi mesin yang efisien dan dapat meningkatkan produktivitas dalam proses produksi.

 

Manfaat Chain Conveyor

Chain conveyor memiliki beberapa manfaat yang sering digunakan dalam proses produksi, di antaranya:

1. Efisiensi Pengangkutan

Chain conveyor dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan barang atau bahan secara otomatis dan terus-menerus. Dengan menggunakan chain conveyor, produksi dapat berjalan dengan lancar dan lebih efisien, karena tidak perlu lagi memindahkan barang atau bahan secara manual.

2. Keamanan

Chain conveyor dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja, karena tidak memerlukan intervensi manusia selama proses pengangkutan. Selain itu, chain conveyor juga dilengkapi dengan sistem pengaman, seperti sensor dan penghenti darurat, untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

3. Hemat Ruang

Chain conveyor memiliki desain yang ramping dan dapat ditempatkan di berbagai lokasi dalam sebuah pabrik atau industri, sehingga tidak memakan banyak ruang. Dengan demikian, chain conveyor dapat membantu mengoptimalkan penggunaan ruang di pabrik atau industri.

4. Mudah Dikelola

Chain conveyor mudah dioperasikan dan dikelola, yang memungkinkan penghematan biaya dan waktu. Operator hanya perlu memantau dan memelihara sistem secara berkala, sehingga dapat mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan dalam pengelolaan sistem.

5. Kapasitas Tinggi

Chain conveyor dapat mengangkut barang atau bahan dalam jumlah yang besar, sehingga meningkatkan kapasitas produksi. Dengan demikian, chain conveyor dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi secara keseluruhan.

 

Jenis Chain Conveyor

chain conveyor

Berikut ini adalah beberapa jenis chain conveyor beserta fungsi dan keunggulannya masing-masing:

1. Chain Conveyor Horizontal

Chain conveyor horizontal digunakan untuk mengangkut barang atau bahan dalam jarak yang pendek dan pada permukaan datar. Chain conveyor horizontal biasanya digunakan pada proses produksi yang membutuhkan perpindahan barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan efisien.

Keunggulan dari chain conveyor horizontal adalah mudah dipasang dan dioperasikan, serta dapat digunakan untuk mengangkut barang atau bahan dalam jumlah yang banyak.

Fungsi Chain 

Fngsi Chain atau rantai merupakan komponen penting dalam sistem conveyor yang digunakan untuk menggerakkan dan mengangkut material dari satu tempat ke tempat lainnya. Fungsi chain pada conveyor adalah sebagai penggerak utama yang menghubungkan antara motor penggerak dengan bagian conveyor yang lain, seperti sprocket, roller, atau pulley.

2. Chain Conveyor Vertikal

Chain conveyor vertikal digunakan untuk mengangkut barang atau bahan dalam jarak yang pendek dan pada permukaan yang membentuk sudut vertikal atau miring. Chain conveyor vertikal biasanya digunakan pada proses produksi yang membutuhkan perpindahan barang atau bahan dari lantai satu ke lantai lainnya dengan cepat dan efisien.

Keunggulan dari chain conveyor vertikal adalah dapat digunakan untuk mengangkut barang atau bahan secara vertikal, sehingga dapat menghemat ruang dan mengoptimalkan penggunaan ruangan di pabrik.

3. Chain Conveyor Inclined

Chain conveyor inclined digunakan untuk mengangkut barang atau bahan dalam jarak yang lebih jauh dan pada permukaan yang membentuk sudut kemiringan. Chain conveyor inclined biasanya digunakan pada proses produksi yang membutuhkan perpindahan barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain dengan jarak yang lebih jauh.

Keunggulan dari chain conveyor inclined adalah dapat mengangkut barang atau bahan dengan jarak yang lebih jauh dan mampu melewati rintangan yang ada di sepanjang jalur conveyor.

4. Chain Conveyor Flexible

Chain conveyor flexible digunakan untuk mengangkut barang atau bahan dalam jarak yang pendek dan pada permukaan yang tidak rata. Chain conveyor flexible biasanya digunakan pada proses produksi yang membutuhkan perpindahan barang atau bahan pada area yang tidak rata atau sulit dijangkau dengan conveyor lainnya.

Keunggulan dari chain conveyor flexible adalah dapat menyesuaikan dengan bentuk atau kontur permukaan yang tidak rata dan dapat dipindahkan ke tempat lain dengan mudah.

5. Drag Chain Conveyor

Drag Chain Conveyor atau sering juga disebut sebagai en masse conveyor, adalah jenis conveyor yang menggunakan rantai baja atau plastik yang dihubungkan dengan pelat-pelat untuk memindahkan material dalam jumlah besar. Drag Chain Conveyor biasanya digunakan untuk mengangkut material-material padat yang cukup berat, seperti batu bara, bijih, dan bahan kimia dalam proses produksi industri.

Cara kerja Drag Chain Conveyor adalah dengan memindahkan material secara horizontal atau miring melalui sistem rantai dan pelat yang digerakkan oleh motor. Material dimasukkan ke dalam conveyor di ujung inlet, dan diangkut melalui rantai dan pelat hingga mencapai ujung outlet conveyor. Sistem rantai dan pelat pada Drag Chain Conveyor dirancang untuk menahan berat material yang cukup besar, sehingga conveyor dapat bekerja dengan aman dan efisien.

Manfaat dari penggunaan Drag Chain Conveyor adalah dapat mengangkut material dalam jumlah besar dengan efisien dan cepat. Conveyor ini juga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri, seperti pertambangan, pabrik kimia, dan industri makanan dan minuman. Selain itu, Drag Chain Conveyor juga dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan, dan mudah dipasang dan dirawat.

Terdapat beberapa jenis Drag Chain Conveyor, di antaranya adalah Scraper Conveyor dan Apron Conveyor. Scraper Conveyor menggunakan rantai dengan plat pengikat yang membawa material melalui conveyor dengan mengikis atau menyikat material dari permukaan conveyor. Sedangkan Apron Conveyor menggunakan rantai dengan pelat membentuk lembaran horizontal, yang membawa material melalui conveyor dengan cara mendorong material tersebut.

6. Roller Chain Conveyor

Roller chain conveyor adalah salah satu jenis conveyor yang menggunakan roller sebagai penggerak utama dalam sistem transportasi material. Roller chain conveyor digunakan untuk mengangkut material yang berat dan besar, seperti barang-barang dalam industri otomotif, logam, dan bahan bangunan.

Cara kerja roller chain conveyor adalah dengan mengalirkan chain atau rantai yang terbuat dari bahan logam di atas sprocket atau roda gigi penggerak, kemudian material yang diletakkan di atas conveyor akan terus mengalir dengan bantuan roller yang berputar. Roller pada conveyor biasanya terbuat dari bahan plastik atau logam, dengan bentuk yang disesuaikan dengan ukuran material yang akan diangkut.

Keuntungan dari roller chain conveyor adalah dapat mengangkut material yang berat dan besar dengan efisien, serta mampu mengatasi medan yang tidak rata. Selain itu, roller chain conveyor juga dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan desain sistem transportasi material yang dibutuhkan.

Namun, ada beberapa kelemahan dari roller chain conveyor, di antaranya adalah konstruksinya yang kompleks dan memerlukan biaya yang lebih mahal untuk instalasi dan pemeliharaan. Selain itu, karena menggunakan roller sebagai penggerak utama, roller chain conveyor juga memerlukan perawatan yang lebih intensif untuk menjaga agar roller tetap berfungsi dengan baik.

 

Bagian Utama Chain Conveyor

Berikut ini adalah beberapa bagian utama dari chain conveyor beserta fungsinya:

1. Rantai Conveyor

Rantai conveyor adalah bagian utama dari chain conveyor yang berfungsi untuk menggerakkan barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain. Rantai terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti baja karbon atau stainless steel. Ukuran dan jenis rantai yang digunakan pada chain conveyor bergantung pada berat dan jenis barang yang akan diangkut. Conveyor ini digunakan untuk mengangkut barang atau material dalam jumlah besar dengan efisien dan cepat. Rantai Conveyor memiliki daya tahan yang baik, sehingga cocok untuk digunakan dalam industri yang membutuhkan pengangkutan material yang berat dan kontinyu.

2. Roda Gigi

Roda gigi merupakan bagian utama yang digunakan untuk menggerakkan rantai dan membawa barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain. Roda gigi yang digunakan pada chain conveyor biasanya berbentuk bulat atau oval dan terbuat dari bahan yang tahan lama seperti baja karbon atau stainless steel.

3. Frame

Frame adalah struktur utama dari chain conveyor yang menopang rantai dan roda gigi. Frame pada chain conveyor terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama seperti baja karbon atau stainless steel. Frame biasanya memiliki bentuk persegi panjang atau bulat dan terdiri dari beberapa bagian yang dapat dipasang dan dilepas.

4. Chain Conveyor Motor

Chain Conveyor Motor digunakan untuk menggerakkan roda gigi dan menjalankan chain conveyor. Motor yang digunakan pada chain conveyor memiliki daya yang cukup besar untuk menggerakkan rantai dan membawa barang atau bahan dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat dan efisien. Motor pada chain conveyor biasanya memiliki jenis dan tipe yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan dan jenis aplikasi yang digunakan.

Chain Conveyor Motor memiliki beberapa keunggulan, di antaranya adalah daya tahan yang tinggi, efisiensi yang baik, dan dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Motor ini juga dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan, tergantung pada jenis dan berat material yang akan dipindahkan. Selain itu, Chain Conveyor Motor juga mudah dipasang dan dirawat.

Namun, seperti halnya motor listrik pada umumnya, Chain Conveyor Motor juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya adalah biaya perawatan yang relatif tinggi, terutama jika terjadi kerusakan pada motor atau roda gigi yang menghubungkan motor dengan rantai pada conveyor. Selain itu, Chain Conveyor Motor juga membutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk menggerakkan rantai pada conveyor, sehingga perlu dipertimbangkan dalam hal penghematan energi.

 

Keuntungan dan Kekurangan Chain Conveyor

Keuntungan:

1. Efisiensi dan produktivitas yang tinggi

2. Hemat biaya dan waktu

3. Mengurangi risiko kecelakaan kerja

4. Dapat mengangkut barang atau bahan dalam jumlah yang besar

Kekurangan:

1. Memerlukan perawatan yang teratur

2. Biaya perawatan yang cukup mahal

3. Tidak cocok untuk mengangkut barang atau bahan yang berat atau besar

4. Tidak fleksibel dalam penggunaannya

 

Cara Perawatan Chain Conveyor

Berikut adalah beberapa cara perawatan chain conveyor yang dapat dilakukan:

1. Membersihkan bagian-bagian chain conveyor secara teratur

Bagian-bagian chain conveyor seperti rantai, roda gigi, dan frame harus dibersihkan secara teratur untuk mencegah akumulasi kotoran atau debu yang dapat mempengaruhi kinerja mesin. Gunakan sikat lembut atau kain yang lembab untuk membersihkan bagian-bagian tersebut.

2. Memeriksa kondisi rantai dan roda gigi

Memeriksa kondisi rantai dan roda gigi merupakan hal yang penting untuk dilakukan secara rutin. Pastikan rantai tidak mengalami kerusakan seperti patah atau aus, dan roda gigi tidak ada yang patah atau longgar.

3. Melumasi rantai dan roda gigi secara berkala

Melumasi rantai dan roda gigi secara berkala dapat membantu menjaga kinerja mesin dan memperpanjang umur pakainya. Gunakan pelumas yang tepat dan hindari penggunaan terlalu banyak pelumas yang dapat menyebabkan kotoran menempel pada rantai dan roda gigi.

4. Memeriksa kondisi motor secara teratur

Pastikan motor yang digunakan untuk menggerakkan chain conveyor dalam kondisi baik dan bekerja dengan baik. Lakukan pemeriksaan dan perawatan pada motor secara rutin untuk mencegah kerusakan atau kegagalan yang dapat mempengaruhi kinerja mesin.

 

Kesimpulan

Chain conveyor adalah mesin conveyor yang menggunakan rantai sebagai penggeraknya. Mesin ini sering digunakan di pabrik-pabrik dan industri-industri yang memerlukan pengangkutan barang secara otomatis. Mesin ini memiliki berbagai manfaat, jenis, bagian utama, keuntungan dan kekurangan, serta cara perawatannya yang harus diperhatikan. Dengan memahami lebih detail mengenai chain conveyor, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi di berbagai industri.