Baut dan Mur

proses pembuatan baut

alwepo.com – – Ketika berbicara tentang baut dan mur maka kita akan selalu mendapatkannya di berbagai jenis pekerjaan, baik jenis pekerjaan konstruksi ataupun pekerjaan workshop. Baut (Bolt) merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya dan mur (Nut) adalah pasangannya. Baut dan mur menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kebutuhan sehari-hari mulai dari profesional yang bekerja dengan alat maupun keperluan rumah tangga banyak yang menggunakan baut dan mur.

Baut dan Mur

Daftar Isi

Sejarah Baut dan Mur

“Seorang pandai besi dari Amerika bernama Mr.Micah Rugg menemukan gagasan pembuatan baut mur, tahun 1818. Kemudian tahun 1840, ia bermitra dengan Mr.Martin Barnes dan mendirikan perusahaan pertama yang memproduksi baut mur di Amerika, bernama Rugg & Barnes. Adapun metode produksi ala Rugg & Barnes telah terbit dalam Majalah New York Pelatih-Marker, yakni pada bulan maret 1868”.

Baut/Sekrup diciptakan pada jaman Mesir dan Yunani kuno. Masyarakat Yunani menyatakan bahwa penemu baut/sekrup adalah philosopher Yunani Archytas of Tarrentum. Namun Archimedes yang diberikan credit sebagai penemu dengan productnya Archimedes Screw Water Pump, pada sekitar 234 BC.

Karena mesin sekrup rumit dari pembuatannya, baut atau sekrup hanya digunakan sebagai penghubung di beberapa mesin. Baut/Sekrup yang kita kenal sekarang ini mulai digunakan pada abad ke -15 di dalam jam. Sekrup juga diaplikasikan dalam pengeboran dan memindahkan material (selain air) pada abad tersebut. Theory mesin simple kemudian disempurnakan oleh scientist Italy bernama Galieo Galileo pada tahun 1600-an.

 

Pengertian dan Fungsi Baut dan Mur

Baut (Bolt) adalah suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya. Mur adalah alat mekanik yang berbahan dasar , dimana alat ini akan membentuk segi 6. Di tengah mur ini akan ada lubang yang sudah ada ulirnya. Jadi, murni berfungsi sebagai pengunci atau pengencang antara baut benda.

Fungsi baut dan mur adalah menggabungkan beberapa komponen sehingga tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Maka dari itu komponen yang menggunakan sambungan ini dapat dengan mudah dilepas dan dipasang kembali tanpa merusak benda yang disambung.

 

Aplikasi Baut dan Mur

Baut dan mur banyak dipergunakan dalam dan konstruksi. Seringkali kita temukan komponen ini dalam kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor serta menjadi bagian dalam pembuatan jembatan dan kontruksi lainnya. Selain itu, baut dan mur juga digunakan dalam pembuatan mesin.

Dalam penggunaannya di lapangan, baut dapat dijadikan sebagai salah satu alat untuk membuat konstruksi sambungan tetap, sambungan bergerak, maupun sambungan sementara yang dapat dibongkar, dirubah atau dilepas. Tentunya proses pembuatan baut dan mur di zaman dulu sangat berbeda dengan saat sekarang.

 

Jenis Baut, Mur dan Screw

Jenis baut mur dan screw

Jenis Baut

Terdapat berbagai jenis baut dan mur dalam dunia konstruksi, otomotif maupun workshop

Carriage Bolts

Baut carriage, banyak digunakan untuk menyambung komponen jenis kayu. Baut ini memiliki kepala berbentuk kubah dan leher persegi panjang. Bentuk leher persegi ini digunakan untuk mengencangkan dengan menekan komponen yang terhubung ke dalam kayu, menciptakan ikatan yang kuat.

Square Head Bolts

Dari judulnya, Anda sudah tahu seperti apa bentuknya. Baut yang didesain berbentuk kepala kotak digunakan oleh pekerja konstruksi di sektor industri berat.

Baut lag adalah salah satu jenis baut yang paling populer. Baut kepala persegi panjang biasanya digunakan dalam industri berat dan pekerjaan konstruksi.

Flange Bolts

Baut bergelang adalah baut dengan bubungan (flange) di bagian bawah kepala baut. Flensa ini dirancang untuk memberikan kekuatan pada baut, seperti halnya menggunakan mesin cuci. Bahan untuk baut ini bervariasi dari besi biasa hingga baja hitam.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis baut yang satu ini bukan? Hampir sama dengan baut hex, tapi tentu ada perbedaannya lho. apa itu? Bedanya pada bagian bawah, baut ini memiliki ring yang berfungsi sebagai penahan sehingga baut akan lebih kuat saat mengunci atau mengikat benda.

Hex bolts

Baut segi enam adalah baut yang biasa digunakan dalam pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan. Fitur umum dari baut ini adalah bahwa kepala berbentuk heksagonal, dan baut heksagonal memiliki kinerja atau bahan baku tertentu tergantung pada bagian yang digunakan untuk menyambung.

Read also  Sensor Oksigen : Fungsi, Prinsip Kerja Dan Penyebab Kerusakannya

Bahan baku dari pembuatan baut ini meliputi: baja tahan karat, karbon dan paduan yang dilapisi dengan kadmium atau seng untuk menghindari korosi. Baut kepala hex digunakan dalam berbagai aplikasi, dari eksterior, otomotif hingga kelautan; lingkungan pesisir dan suhu tinggi.

 

Jenis Mur

Dalam aplikasi juga kita mmebutuhkan jenis mur yang berbeda untuk setiap jenis pekerjaan yang berbeda-beda. Adapun jenis mur sebagai berikut:

Mur Segi Enam

Mur segi enam (hexagonal plain nut). Digunakan pada semua keperluan industri.

Castellated nut

Mur dengan mahkota atau dengan slot pengunci (mur bergerigi dan slotted) adalah mur dengan mekanisme penguncian. Kepala mur jenis ini dirancang untuk mengunci posisi mur agar tidak mengubah posisi yang dimaksud.

Mur Pengunci

Terakhir adalah mur pengunci (lock nut), merupakan mur yang memiliki ukuran lebih tipis dibandingkan mur pada umumnya. Mur pengunci biasanya dipasangkan di bawah mur utama yang berfungsi sebagai pengunci.

 

Jenis Screw

Berikut adalah jenis-jenis set screw dan baut-nya:

1. Sekrup Pengikat (Set Screw)

Jenis sekrup ini adalah jenis yang paling banyak digunakan. Biasanya lebih dikenal dengan nama sekrup berkepala (cap screw). Jenis sekrup ini banyak digunakan untuk menggabungkan dan mengencangkan kedua objek.

2. Stud Bolt (Baut tanam)

Stud bolt tidak berkepala dan memiliki garis drat dari setiap ujungnya. Stud bolt diaplikasikan di sejumlah industri untuk dipasangkan dengan suku cadang, peralatan industri, flensa dan perlengkapan mesin. Jenis baut ini tersedia dalam berbagai ukuran dan dapat dikonfigurasi double end ataupun tap end.

3. Baut Berkepala Bulat (Round Head Bolt)

Tipe baut ini sangat umum digunakan dengan kepala berbentuk bulat. Round head bolt ini mempunyai sebagian dari tangkainya yang berbentuk persegi untuk menahan baut, yang dapat digunakan untuk mengikat lantai kayu dari bodi truk atau untuk besi bemper.

4. Partially Threaded Bolt

Sebuah sekrup berdrat penuh dengan diameter kecil yang dilengkapi dengan sebuah mur persegi atau heksagon. Kepalanya dapat berbentuk bulat atau ”kepala keju” dan mempunyai sebuah alur untuk obeng. Partially Threaded Bolt ini digunakan untuk meletakkan komponen yang ringan atau penopang (bracket) yang kecil.

5. Gutter Bolt

Berdrat penuh dan sering kali digalvaniskan (galvanised) dengan sebuah kepala berbentuk kubah dan sebuah alur untuk obeng. Digunakan dengan sebuah mur untuk mengikat bahan yang ringan dan logam lembaran.

6. Grub Screw

Sebuah sekrup tanpa kepala yang mungkin dilengkapi dengan alur untuk obeng atau sebuah lekukan untuk Allen Key Wrench. Digunakan jika sekrup harus terpasang di bawah permukaan yang terbenam.

7. Self Drilling Screw

Sekrup ini akan membentuk drat sendiri ke dalam logam yang tipis. Biasanya digunakan langsung ke dalam logam lembaran atau mur logam lembaran khusus dipasangkan pada komponen tersebut. Semua bentuk kepala sekrup bisa digunakan dengan self drilling screws.

8. Baut ”U”

U bolt biasanya digunakan untuk kebutuhan pipa gas / air. U bolt juga dapat menahan pegas daun (leaf springs) pada poros sumbu kendaraan, dan juga pada sistem pembuangan / knalpot (exhaust system).

9. Split Pin

Pin baja runcing ini mempunyai sebuah bagian yang rata pada salah satu sisinya dan sebuah bagian kecil yang berulir pada bagian ujungnya yang kecil. Bagian runcingnya yang rata digunakan untuk menahan komponen seperti king pin truk. Mur dan washer perlu dipasangkan pada split pin ini untuk menghindari adanya pergerakan.

10. Baut Baterai (Battery Bolt)

Sebuah baut berkepala persegi, digalvaniskan dengan kuat, yang sering digunakan untuk mengencangkan terminal-terminal baterai (accu) pada kutub (kepala) baterai.

11. Taper Lock Stud

Menggunakan uliran khusus untuk menghasilkan sebuah drat yang beberapa ulir terakhirnya meruncing. Stud tersebut mempunyai uliran yang hampir sama runcingnya untuk membuat suatu interference fit pada saat stud tersebut dipasang. Stud ini digunakan pada aplikasi beban-beban berat pada peralatan yang bergerak.

12. Plow Bolt

Mempunyai kepala yang meruncing yang dapat masuk ke dalam lubang-lubang sekrup yang terbenam. Ketika dipasang, kepalanya terbenam dalam permukaan komponen tersebut. Baut-baut ini digunakan untuk memasang blade pada dozer dan grader yang membutuhkan hubungan dengan tanah, agar tanah yang didorong bisa berputar/bergulung dengan lancar pada bagian-bagian yang diikat.

 

Proses Pembuatan Baut dan Mur

Cara Membuat Baut

Cara Membuat Baut Dengan Mesin Otomatis atau mesin heading:

  1. Pemotongan: Potong benda kerja dengan ukuran yang disesuaikan. Sebuah silinder untuk mur memiliki panjang 100 mm.
  2. Pengikiran: Jika ukuran benda kerja tidak sesuai, gunakan file untuk menggiling hingga ukuran yang ditentukan. Itu 100mm.
  3. Pembubutan: Benda kerja yang dimesin kemudian diputar hingga diameter 9,8 dengan mesin bubut. Lakukan pembubutan secara bertahap agar benda tidak pecah dan tidak merusak sisipan mesin bubut. Proses ini membutuhkan air pendingin (cooler) agar suhu sudu dan benda tidak terlalu tinggi.
  4. Pembentukan kepala baut: Setelah Anda memiliki ukuran yang diinginkan, rekatkan kertas hex, gunting, dan pelipis yang sudah disiapkan ke ujung silinder. Pegang objek di catok dan kikir setiap sisi silinder di sepanjang slot kertas heksagonal. Hati-hati saat melakukannya.
  5. Penyenaian: Selanjutnya, jepit objek di catok. Jika posisi benda sudah diatur, ujung benda kerja (muka yang diputar) diberi tanda (beralur) sampai panjang tertentu. Lakukan ini langkah demi langkah.

Cara Membuat Mur

Berikut ini cara membuat mur :

  1. Pemotongan: Potong benda kerja dengan ukuran yang ditentukan. Mur setebal 10 mm membutuhkan dua silinder.
  2. Pengikiran (penghalusan): Ratakan benda kerja hingga ketebalan yang dibutuhkan.
  3. Pengeboran: Jika ditentukan, tempatkan benda kerja pada mesin bubut untuk mengebor. Bor mur melalui sisi lainnya.
  4. Pembentukan: Ketika ukuran yang diinginkan tercapai, kertas heksagonal yang disiapkan direkatkan, dipotong dan direkatkan ke ujung silinder. Pegang objek di catok dan kikir setiap sisi silinder di sepanjang slot kertas heksagonal. Hati-hati saat melakukannya, ya! Saat mengarsipkan, cobalah untuk memiliki luas permukaan yang sama di satu sisi dengan yang lain.
  5. Pengetapan: Ambil mur yang dibor dan pindahkan ke ragum untuk mengetuknya ke ukuran yang diinginkan. Usahakan dalam posisi vertikal lubang yang akan disadap, jangan terlalu kencang. Lakukan secara bertahap agar bekerja dengan baik sampai merembes ke sisi yang lain.

Proses pembuatan Baut Menggunakan Mesin Bubut

Langkah-langkah :

  1. Potong benda kerja dengan ukuran yang Anda butuhkan. Pastikan diameter benda kerja sesuai dengan ukuran mur kawin. Anda dapat memotong besi dengan mesin khusus atau gergaji besi.
  2. Menentukan posisi pada mesin bubut berdasarkan range, pitch atau deretan ulir yang akan dibuat. Sebagai panduan, Anda perlu memperhatikan meja pada mesin bubut Anda, terutama jika Anda harus mengganti persneling. Juga periksa apakah posisi roda gigi dan semua tuas penyetelan berada dalam aturan.
  3. Siapkan permukaan ulir pahat bubut. Jika kondisi ujung pahat agak tumpul maka harus diasah terlebih dahulu. Pastikan bentuknya sesuai dengan jenis benang yang ingin Anda buat. Benang metrik memiliki sudut 60 derajat, dan benang imperial memiliki sudut sekitar 55 derajat. Anda dapat menggunakan pahat untuk menyesuaikan pelat jika diperlukan. Kemudian pasang pahat bubut tadi dengan posisi sejajar dengan head off/torch.
  4. Setelah itu, atur kecepatan spindel dengan kecepatan yang sesuai dengan kondisi benda kerja. Kecepatan rata-rata adalah 100 rpm. Pasang benda kerja yang telah dipotong tadi pada dudukan mesin bubut. Pembubutan dilakukan secara merata pada benda kerja ini agar sesuai dengan bentuk dan ukuran diameter luar seperti yang direncanakan.
  5. Mulailah dengan menyalakan mesin bubut dan menekan tuas otomatis berulir untuk “memberi makan” benda kerja. Selama proses ini, jangan lepaskan tuas sampai threading selesai. Lanjutkan proses ini sampai benang benar-benar terbentuk pada permukaan benda kerja. Jika Anda terpaksa melepasnya, misalnya untuk memperbaiki pahat, Anda harus mengkalibrasi ulang mesin.
Read also  Mengapa Teknologi Konstruksi Dibutuhkan Dalam Kehidupan Manusia

proses pembuatan baut

Cara Membaca Ukuran Baut

Sebenarnya di sisi sejajar kepala, ukuran baut bisa terlihat karena ada logonya. Namun, tidak semua baut punya logo. Jadi, ini dia cara membaca ukuran baut.

1. Pahami bagian-bagian atau spesifikasi baut

Sebelum mengukur baut, kenali dulu bagian-bagian dari baut.

Spesifikasi baut

1 : diameter atau lingkar baut

2 : panjang dari baut

3 : panjang dari uliran baut

4 : lebar sejajar kepala baut dengan ukuran kunci

5 : jarak antara ulir baut

2. Pahami standar ukuran baut

Ada dua standar dalam pengukuran baut, yaitu skala inci dan skala metrik (millimeter). Apa bedanya dari kedua standar itu?

Standar ukuran baut skala inci

Baut skala ini memakai simbol W yang merupakan kependekan dari Whitworth. Simbol ini biasanya diikuti dengan ukuran baut, misalnya W ½ artinya ukuran diameter baut ini adalah ½ inci. Jadi, satuan ukurannya adalah inci. Kemudian, sudut alpha atau puncaknya adalah 55 derajat.

Selain tertulis kode W dan ukuran baut, biasanya diikuti juga dengan angka. Misalnya ukuran baut adalah W ⅜” x 16. Cara membacanya adalah ⅜” menunjukkan diameter baut, yaitu ⅜ inci (atau sekitar 0,375 inci) lalu angka 16 pada kode baut tersebut adalah jumlah pitch yang terdapat setiap 1 inci adalah sekitar 16. Pitch adalah jarak puncak ulir satu dengan puncak ulir lainnya.

Standar ukuran baut skala metrik (millimeter)

Standar yang kedua adalah standar skala metrik atau dalam satuan milimeter. Jadi, kalau di baut tersebut tertulis M 10 artinya diameter baut tersebut adalah 10 mm. Sudut alpha atau puncaknya adalah 60 derajat. Standar metrik (ISO Metric) ini banyak diterapkan di berbagai negara.

Misalnya, ada kode bertuliskan M8 x 1.25 2 LH L:35 mm pada baut, cara membacanya adalah sebagai berikut:

  • “M” menunjukkan standar metrik.
  • Angka 8 adalah diameter ulir baut 8 mm.
  • 1.25 menunjukkan pitch atau jarak ulirnya adalah 1.25 mm.
  • Angka 2 adalah penunjuk kelas material nomor 2.
  • LH artinya arah ulir ke kiri
  • L:35 mm adalah panjang baut.

3. Mengukur diameter baut

Alat untuk mengukur diameter baut dan diameter ulir adalah jangka sorong atau disebut juga sebagai vernier kaliper. Akan tetapi, kalau ingin mendapatkan hasil yang lebih detail, bisa menggunakan alat mikrometer luar. Caranya adalah meletakkan alat pengukur di kepala baut dan lihat diameternya.

4. Mengukur jarak ulir baut

Untuk mengukur jarak ulit baut, alat yang digunakan bernama screw pitch gauge (alat ukur jarak ulir). Alat ini digunakan di tuang baut bagian ulir. Kalau kode baut yang diukur adalah M8 x 1,25, jarak ulir tersebut adalah 1,25 mm. Jadi, gunakan bilah 1,25 pada alat ukur screw pitch gauge. Hati-hati saat mengukur jarak ulir baut karena bisa merusak ulir pada mur pasangan baut tersebut.

5. Mengukur panjang baut

Cara mengukur panjang baut bisa menggunakan jangka sorong juga atau bahkan bisa memakai penggaris. Kita bisa mengukur dari sisi kepala sampai ujung baut.

6. Mengukur lebar kepala baut sejajar

Mengukur lebar kepala baut juga bisa menggunakan jangka sorong. Biasanya, kesalahan orang adalah mengartikan kode ukuran untuk kepala baut bagian sejajar. Misalnya kode M 8, ukuran diameternya adalah 12 – 13 mm, jadi bisa menggunakan kunci ukuran 12 mm. Namun, ukuran baut tersebut tidak dikatakan sebagai baut 12 mm, tetapi baut M 8.

Kesalahan penyebutan ini bisa berdampak ketika kita membeli baut. Kita bisa membeli baut yang salah, akibatnya salah pemasangan pada komponen mobil.

Di bawah ini adalah tabel ukuran diameter ulir baut.

Tabel ukuran mur dan baut

 

Ukuran Sekrup

Sebagai informasi tambahan, kita juga akan membahas tentang ukuran sekrup. Berikut ini adalah tabel ukuran sekrup.

tabel ukuran screw

Cara mengukur sekrup juga hampir sama dengan cara mengukur baut. Lantas bagaimana cara membaca kode pada sekrup? Misalnya sekrup punya kode bertuliskan 6 x ¾”, artinya panjang sekrup adalah ¾ inci, sedangkan angka 6 adalah ukuran sekrup dari kepala sampai porosnya.

Dengan mengetahui cara membaca ukuran baut dan sekrup, kita tidak akan salah menggunakannya pada mobil. Sehingga, komponen mobil lebih awet dan aman.

 

Perbedaan Baut dan Sekrup

Walaupun secara bentuk baut dan sekrup sekilas terlihat sama, sebenarnya ada beberapa perbedaan baut dan sekrup dari segi fungsinya. Selain itu, baut dan sekrup juga memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing.

Baut dan sekrup memang sama-sama digunakan untuk menyambungkan atau mengencangkan benda, tetapi ada perbedaan di antara kedua alat tersebut. Berikut ini adalah perbedaan baut dan sekrup yang perlu Anda pahami.

1. Ulir

Perbedaan baut dan sekrup yang paling menonjol adalah bentuk dari ulirnya. Sekrup memiliki ulir penuh, dari mulai ujung batangnya hingga kepalanya. Di sisi lain, ulir pada baut hanya ada di batangnya saja, tidak sampai kepalanya.

Ujung ulir dari sekrup juga cenderung runcing, karena digunakan untuk melubangi permukaan benda. Sedangkan baut memiliki ujung ulir yang tirus dan tumpul agar lebih mudah dimasukkan ke dalam mur penguncinya.

Selain itu, ulir sekrup memiliki kemiringan yang tajam dibandingkan dengan baut, karena digunakan untuk mengikis permukaan benda secara langsung. Sedangkan baut memiliki ulir yang lebih halus karena digunakan pada benda yang sudah berlubang.

2. Penggunaan Mur

Pada dasarnya, baut tidak dapat digunakan jika tidak ada mur. Ketika Anda hendak menggunakan baut, mur tersebut akan berfungsi sebagai pengunci agar baut dapat menempel. Di sisi lain, sekrup tidak memerlukan mur karena sekrup bisa langsung mengunci pada bagian benda yang dipasanginya.

3. Obeng dan Kunci

Alat yang digunakan untuk memasang baut dan sekrup juga berbeda. Ketika Anda ingin menggunakan baut, alat yang digunakan untuk memasangnya adalah kunci pas (wrench). Sedangkan jika Anda ingin menggunakan sekrup, alat yang digunakan untuk memasangnya adalah obeng (screwdriver).

4. Kekuatan

Baut cenderung lebih kuat sebagai alat pengencang atau penyambung daripada sekrup. Mur yang digunakan sebagai pengunci baut dapat memastikan bahwa baut tidak akan lepas, kecuali karena berkarat. Di sisi lain, sekrup hanya mengandalkan bahan yang dipasanginya saja untuk menempel. Ketika bahan tersebut mulai melemah, maka sekrup juga akan sangat mudah lepas.

Read also  Daftar lengkap Bengkel Motor Terdekat di Seluruh Indonesia

5. Penggunaan

Faktor terbesar apakah Anda harus menggunakan sekrup atau baut adalah apa yang sedang dikerjakan. Anda dapat menggunakan sekrup pada proyek konstruksi ringan hingga sedang, seperti pembuatan pagar atau pembingkaian.

Jika Anda sedang mengerjakan proyek kelas berat, maka sebaiknya Anda menggunakan baut. Selain dapat memberi kekuatan yang lebih, baut juga dapat dilepas dan dipasangkan atau bongkar pasang dengan lebih mudah.

6. Material yang Dipasangi

Material yang dipasangi baut dan sekrup cenderung berbeda. Kedua alat pengencang tersebut memiliki keunggulannya masing-masing pada material tertentu. Sekrup biasanya dapat digunakan pada lebih banyak material, seperti:

  • Kayu
  • Papan
  • Dinding
  • Lembaran logam
  • Dek

Di sisi lain, baut lebih biasa digunakan pada material kelas berat, seperti:

  • Beton
  • Papan logam
  • Balok

Ada beberapa bahan yang mungkin memerlukan sekrup atau baut untuk mengencangkannya. Pastikan untuk mempertimbangkan beban yang diletakkan pada alat pengencang dalam kombinasi dengan bahan saat memilih antara baut dan sekrup.

7. Harga

Harga selalu menjadi faktor saat menganggarkan sebuah proyek, terutama jika Anda akan membutuhkan banyak alat pengencang. Pada dasarnya, harga baut relatif lebih mahal dibanding sekrup.

 

Pertanyaan Seputar Mur dan Baut

Mur dan baut apa bedanya?

Baut merupakan pasangan dari mur, ia memiliki bentuk berupa batang silinder yang memiliki ulir pada bagian silindernya dan pada salah satu ujungnya terdapat bagian yang disebut dengan kepala baut. Sama sepertu pada mur, kepala baut biasanya memiliki bentuk segi enam ataupun segi empat.

Mur seperti apa?

Mur adalah suatu pengikat yang memiliki lubang berulir. Mur hampir selalu digunakan bersama dengan baut pasangannya agar dapat mengikat suku benda tertentu secara bersama-sama.

Apa arti dari baut?

Baut adalah bentuk pengikat berulir yang dipasangkan dengan ulir jantan eksternal (biasanya dalam bentuk mur). Baut erat kaitannya dengan, dan sering kali tertukar dengan, sekrup.

Mur gunanya untuk apa?

Sesuai dengan namanya, mur ini mempunyai fungsi sebagai pengunci. Tentunya masih banyak jenis mur selain yang dijelaskan di atas. Benda tersebut, dapat ditemukan jenis lainnya dan bahkan membeli alat pengikat (fastener) lainnya. Baut memiliki jenis yang berbeda-beda.

Apa fungsi dari baut?

Biasanya, baut digunakan untuk menggabungkan beberapa komponen dan menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen. Melansir dari Fastener Engineering, baut adalah suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral di bagian permukaan.

Apa itu bolt and nut?

Baut (Bolt) merupakan suatu batang atau tabung yang membentuk alur heliks atau tangga spiral pada permukaannya dan mur (Nut) adalah pasangannya. Fungsi utama menggabungkan beberapa komponen sehingga tergabung menjadi satu bagian yang memiliki sifat tidak permanen.

Mur dan baut terbuat dari apa?

Selain baja hitam, bahan baut atau mur juga ada yang terbuat dari besi biasa. Secara kasat mata mengkilap seperti dikrom.

Apa itu baut hex?

Baut Hexagonal atau baut hex merupakan baut yang umum digunakan ditemukan pada pekerjaan konstruksi maupun perbaikan. Baut ini memiliki ciri umum yaitu kepala yang memiliki bentuk segi enam (hexagonal).

Baut M4 ukuran berapa?

Baut Mur Ring M4 Panjang 15 20mm (1Paket)

Apa fungsi baut U pada mobil?

U Bolt adalah jenis baut yang memiliki bentuk seperti huruf U. Umumnya, jenis baut satu ini digunakan untuk kebutuhan pipa gas atau pipa air. Selain itu, baut U juga digunakan untuk menahan pegas daun pada poros sumbu kendaraan.

Mur dan baut termasuk pada jenis sambungan apa?

Baut dan mur adalah salah satu sambungan yang tidak tetap, artinya sambungan tersebut dapat dipasang dan dilepas tanpa merusak konstruksi.

Apa itu M pada baut?

Misalnya, ada kode bertuliskan M8 x 1.25 2 LH L:35 mm pada baut, cara membacanya adalah sebagai berikut: “M” menunjukkan standar metrik. Angka 8 adalah diameter ulir baut 8 mm. 1.25 menunjukkan pitch atau jarak ulirnya adalah 1.25 mm.

M12 baut berapa?

Maksudnya adalah: M12=diameter baut. 30=panjang baut. P 1,75= Pitch atau ukuran drat 1,75.

Flange Bolt untuk apa?

Selamat berbelanja, happy shopping FLANGE BOLT adalah jenis baut yang pada bagian bawah kepala bautnya terdapat bubungan (flens). Flens ini didesain untuk memberikan kekuatan pada baut seperti menggunakan washer. Material dalam baut ini beragam, mulai dari besi biasa hingga baja hitam.

Baut apa yang sering digunakan sebagai pengganti ring?

Baut Flange

Terdapat topi di bagian leher yang berfungsi sebagai pengganti ring.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Spanner?

Dalam bidang perbengkelan, kunci (bahasa Inggris: wrench atau spanner) adalah alat yang terbuat dari baja yang dikeraskan dan dilapisi krom (Cr) atau nikel (Ni) agar tidak mudah aus di mana fungsi kunci ini digunakan untuk memutar (mengencangkan dan melepas) mur dari baut.

Apa perbedaan baut mur dan sekrup?

Perbedaan lain antara baut dan sekrup bisa diketahui dari bentuk kepalanya. Untuk mengendurkan atau mengencangkan, baut tidak menggunakan obeng melainkan kunci, sedangkan sekrup menggunakan obeng. Perbedaan lain bisa dilihat dari penggunaan mur atau nut. Baut biasanya dilengkapi dengan mur, sedangkan sekrup tidak.

Apa fungsi dari kunci pas?

Fungsi kunci pas sendiri berguna untuk mengatasi kepala mur atau baut yang bentuknya persegi dan segi enam (hexagonal). Sementara bagian kunci ring bisa Anda manfaatkan untuk melepas dan mengencangkan mur yang memiliki kepala berbentuk bulat.

Apa fungsi baut dan sekrup?

Selain itu, baut dan sekrup juga memiliki karakteristik dan fungsinya masing-masing. Baut dan sekrup memang sama-sama digunakan untuk menyambungkan atau mengencangkan benda, tetapi ada perbedaan di antara kedua alat tersebut. Berikut ini adalah perbedaan baut dan sekrup yang perlu Anda pahami.

Apa yang dimaksud dengan shoulder bolts?

Shoulder bolts merupakan baut yang pada umumnya digunakan sebagai sumbu putar. Konstruksi shoulder bolts memungkinkan digunakan pada sambungan maupun aplikasi yang dapat bergerak, bergeser, bahkan berputar. Shoulder bolts dapat digunakan pada berbagai komponen yang terbuat dari logam, kayu, dan bahan-bahan lainnya.

Threaded fasteners yang mana komponen dirakit dengan menggunakan?

Jawaban. Jawaban:Pada teknik perakitan threaded fasteners komponen dirakit dengan menggunakan bolt dan screw.

Apakah baut baja bisa berkarat?

Baut yang terbaik dan berkualitas pastinya terbuat dari material yang kuat yaitu besi dan baja. Besi dan baja merupakan material tepat yang membuat baut menjadi lebih kuat dan juga tidak mudah mengalami karat.

Mur M10 kunci berapa?

Mur M10 Kunci Baut 17.

Mur M14 kunci berapa?

Mur M14 Kunci Baut 22.