BANTALAN AKSIAL TYPE SEGMEN TURBIN SUPERVISORY

 

thrust%2Bbearing
 

BANTALAN AKSIAL TYPE SEGMEN TURBIN SUPERVISORY

 
Turbin Supervisory / Turbovisory dimaksudkan untuk mendeteksi / mengetahui apakah kondisi turbin normal atau ada yang tidak normal ketika beroperasi.
Jenis-jenis Turbovisory antara lian :
 
– Eccentricity Detector
– Vibration Detector
– Rotor Position Detector
– Turbin Speed Detector

1.       ECCENTRICITY  DETECTOR

Rotor turbin terpasang didalam casing dan gerakan radial rotor dijaga oleh bantalan journal agar selalu berada pada posisi sumbunya.
Apabila terjadi kerusakan pada bantalan journal atau poros menjadi bengkok, rotor turbin mungkin berputar tidak pada sumbunya. Peristiwa ini disebut turbin berputar  excentric. Apabila eccentricity rotor turbin melampu batas maximum yang ditetapkan maka akan terjadi gesekan arah radial antara casing / stator turbin.

2.       VIBRATION DETECTOR

Pada saat rotor turbin berputar dengan kecepatan tinggi akan timbul vibrasi atau getaran. Vibrasi ini dapat ditimbulkan oleh kondisi rotor yang tidak balance, menyebabkan kerusakan  bantalan, penyetelan kopling tidak baik dan bermacam-macam penyebab lainnya.
Vibrasi yang terlalu tinggi akan mempercepat terjadinya kerusakan karena fatigue, sehingga vibrasi turbin harus selalu dimonitor dengan menggunakan Vibration Detector  dan dijaga agar tidak melampaui batas maksimal yang diijinkan.
 

3.       ROTOR POSITION DETECTOR

Penyebab terjadinya perubahan posisi rotor terhadap casing adalah rusaknya bantalan aksial      ( thrust bearing ).
Bantalan aksial yang sudah aus akan menyebabkan posisi rotor bergeser dan lebih lanjut dapat mengurangi kelonggaran (clearance) antara rotor diaphragma (fixed blade) dan bahkan mungkin menjadi gesekan.
Kondisi seperti ini harus dihindari, oleh karenanya posisi rotor harus dimonitor menggunakan rotor position detector.

4.       TURBIN SPEED DETECTOR

Turbin Speed Detector berfungsi untuk memonitor kecepatan turbin. Dalam kondisi normal kecepatan putaran ini harus dijaga konstant. Bila kecepatan melampaui batas yang diijinkan (over speed), turbin harus trip.
Pada saat pemasangan detector ini berfungsi untuk memantau peningkatan kecepatan putaran agar sesuai dengan grafik start-up yang ditentukan.
Bila terjadi penurunan beban yang tajam, mula-mula sistem governor akan mengantisipasi kenaikan putaran yang terjadi. Bila sistem governor tidak mampu mencegah kenaikan putaran yang berlebihan, maka peralatan proteksi putaran lebih akan bekerja secara otomatis, sampai putaran turbin telah mencapai batas yang ditetapkan.
 
Peralatan  tersebut disetel untuk bekerja pada putaran sekitar 10 % diatas putaran normal. Bila alat ini bekerja, maka signal trip akan di kirim kesistem control dan katup penutup cepat akan menutup dengan segera. Pada turbin-turbin besar dan modern, disediakan fasilitas untuk pengujian sehingga mekanisme peralatan proteksi putaran lebih serta katup-katup penutup cepat dapat diuji pada waktu yang dikehendaki.
Read also  Dari Sebutir Brondolan Buah Kelapa Sawit