Asuransi Business Interuption (BI): Pengertian, Manfaat, Jenis, Komponen-komponen dan Cara Pendaftaran dan Cara Klaim

Asuransi Business Interuption (BI): Pengertian, Manfaat, Jenis, Komponen-komponen dan Cara Pendaftaran dan Cara Klaim
alwepo.com

alwepo, Asuransi Business Interuption – Kamu punya perusahaan atau bisnis dalam skala besar ataupun kecil? Anda khawatir akan kelangsungan bisnis anda, maka anda perlu memahami tentang Asuransi Business Interuption. Mari kita bahas lebih lanjut.!

Daftar Isi

Asuransi Business Interruption (BI) adalah salah satu bentuk asuransi yang sangat penting bagi pemilik bisnis. Ini dapat memberikan perlindungan finansial yang signifikan dalam situasi di mana bisnis mengalami gangguan atau henti beroperasi akibat berbagai alasan, termasuk kerusakan fisik pada properti. Dalam artikel ini, kami akan menguraikan pengertian, manfaat, jenis, komponen-komponen, cara pendaftaran, dan cara klaim untuk Asuransi Business Interruption.

 

Pengertian Asuransi Business Interruption

Asuransi Business Interruption adalah jenis asuransi yang dirancang untuk memberikan perlindungan finansial kepada pemilik bisnis dalam situasi di mana bisnis mereka terpaksa berhenti beroperasi atau mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat gangguan tertentu, seperti kerusakan fisik pada properti atau peristiwa insiden tertentu.



 

Manfaat Asuransi Business Interruption

Asuransi Business Interruption adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan finansial kepada bisnis dalam situasi ketika mereka mengalami gangguan operasional akibat kerusakan fisik atau insiden tertentu yang dicakup dalam polis asuransi. Manfaat dari Asuransi Business Interruption sangat penting bagi pemilik bisnis, terutama dalam menjaga kelangsungan operasi dan stabilitas keuangan perusahaan. Berikut adalah penjelasan lengkap dan detail tentang manfaat utama dari Asuransi Business Interruption:



1. Perlindungan Pendapatan

Salah satu manfaat paling penting dari Asuransi Business Interruption adalah memberikan perlindungan terhadap penurunan pendapatan yang dapat terjadi ketika bisnis mengalami gangguan operasional. Ini berarti jika bisnis Anda terpaksa berhenti beroperasi akibat kerusakan fisik seperti kebakaran atau banjir, asuransi ini akan menggantikan pendapatan yang hilang selama periode tersebut. Dengan demikian, bisnis Anda tidak akan mengalami penurunan drastis dalam pendapatan yang dapat membahayakan keberlanjutan operasional.

2. Biaya Operasional

Selain melindungi pendapatan, Asuransi Business Interruption juga dapat membantu Anda menutupi biaya-biaya operasional yang tetap berjalan meskipun bisnis sedang tidak beroperasi secara normal. Ini termasuk pembayaran gaji karyawan, biaya sewa tempat usaha, pembelian bahan baku, dan berbagai biaya rutin lainnya. Tanpa asuransi ini, bisnis mungkin harus menggunakan dana cadangan atau bahkan menghadapi kesulitan finansial yang serius untuk menjaga biaya operasional tetap berjalan.

3. Pemulihan Cepat

Asuransi Business Interruption dirancang untuk membantu bisnis Anda pulih lebih cepat setelah mengalami kerusakan fisik atau gangguan yang dicakup dalam polis. Dengan dana yang diterima dari klaim asuransi, Anda dapat memulai perbaikan dan restorasi segera, mengurangi waktu berhenti beroperasi secara signifikan. Ini adalah manfaat kunci, terutama jika bisnis Anda sangat tergantung pada kontinuitas operasional.



4. Penggantian Rugi Ekstra

Selain pendapatan dan biaya operasional, Asuransi Business Interruption juga dapat mencakup penggantian rugi ekstra yang mungkin diperlukan untuk memulihkan bisnis ke kondisi normal. Ini bisa termasuk biaya pemasangan peralatan baru, biaya promosi untuk menarik kembali pelanggan, atau biaya lain yang timbul akibat gangguan operasional.

5. Kepercayaan Pelanggan dan Mitra Bisnis

Mempertahankan operasi bisnis yang stabil, meskipun dalam situasi darurat, dapat membantu Anda mempertahankan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis. Ini berarti pelanggan tetap setia dan kontrak bisnis tetap berjalan, yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis Anda dalam jangka panjang.

6. Kepatuhan Perjanjian Pinjaman atau Kontrak

Jika bisnis Anda memiliki pinjaman bank atau berbagai kontrak yang mengharuskan Anda untuk menjaga operasional bisnis, Asuransi Business Interruption dapat membantu Anda memenuhi kewajiban ini. Ini dapat mencegah potensi sanksi atau masalah hukum yang dapat timbul jika Anda tidak dapat memenuhi komitmen tersebut.

7. Mengurangi Risiko Kepailitan

Dalam situasi yang parah, ketika bisnis mengalami kerusakan besar atau gangguan yang signifikan, tanpa perlindungan asuransi yang memadai, risiko kebangkrutan bisa menjadi kenyataan. Asuransi Business Interruption membantu mengurangi risiko ini dengan menyediakan sumber pendapatan tambahan yang dibutuhkan untuk menjaga bisnis tetap berjalan.

 

Jenis-Jenis Asuransi Business Interruption

Terdapat beberapa jenis Asuransi Business Interruption, termasuk:

1. Business Interruption due to Equipment Breakdown (Gangguan Bisnis akibat Kerusakan Peralatan)

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh kerusakan atau kegagalan peralatan yang sangat penting untuk operasi bisnis, seperti mesin produksi, sistem pendingin, atau peralatan kritis lainnya.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menggunakan peralatan yang rusak atau gagal. Selain itu, biaya perbaikan atau penggantian peralatan tersebut juga dapat dicakup.

2. Business Interruption due to Utility Failure (Gangguan Bisnis akibat Kegagalan Utilitas)

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh kegagalan pasokan utilitas penting, seperti listrik, gas, atau air bersih. Kegagalan ini dapat disebabkan oleh gangguan dalam infrastruktur publik atau kerusakan pada utilitas tersebut.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menjalankan operasi bisnis karena kegagalan pasokan utilitas. Biaya tambahan yang mungkin diperlukan untuk mengatasi kegagalan ini juga dapat dicakup.

3. Business Interruption due to Epidemic or Pandemic (Gangguan Bisnis akibat Epidemi atau Pandemi):

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh epidemi atau pandemi, seperti wabah penyakit yang menyebabkan penutupan bisnis atau penurunan signifikan dalam jumlah pelanggan.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh penutupan atau penurunan bisnis yang diakibatkan oleh epidemi atau pandemi. Namun, cakupan ini dapat memiliki pengecualian tertentu tergantung pada polis.

4. Business Interruption due to Fire Damage (Gangguan Bisnis akibat Kerusakan akibat Kebakaran)

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh kerusakan fisik pada properti bisnis akibat kebakaran atau letupan api.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh kerusakan fisik akibat kebakaran. Selain itu, biaya operasional yang masih harus dikeluarkan untuk menjalankan bisnis tetap dicakup.

5. Business Interruption due to Terrorism (Gangguan Bisnis akibat Terorisme)

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh tindakan terorisme atau ancaman terorisme yang mengganggu operasi bisnis.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh tindakan terorisme yang mengakibatkan penutupan atau gangguan pada bisnis. Namun, cakupan ini dapat memiliki pengecualian terkait dengan definisi dan batasan terorisme.

6. Business Interruption due to Legal Actions (Gangguan Bisnis akibat Tindakan Hukum)

  • Penyebab Gangguan: Jenis asuransi ini memberikan perlindungan terhadap gangguan bisnis yang disebabkan oleh tindakan hukum, seperti gugatan yang mengganggu operasi bisnis.
  • Cakupan: Asuransi ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh tindakan hukum yang memaksa bisnis untuk menghentikan operasinya atau menimbulkan kerugian finansial lainnya.

 

Komponen-Komponen Asuransi Business Interruption

Komponen-komponen dalam Asuransi Business Interruption adalah elemen-elemen yang penting untuk menghitung cakupan dan ganti rugi yang akan diberikan kepada pemilik bisnis. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai komponen-komponen ini:

1. Gross Profit (Keuntungan Kotor)

Definisi: Gross Profit adalah komponen utama dalam asuransi ini. Ini mencakup keuntungan kotor bisnis Anda selama periode tertentu sebelum terjadinya gangguan. Keuntungan kotor adalah selisih antara total pendapatan bisnis dan biaya langsung yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan tersebut.

Perhitungan: Gross Profit dihitung dengan mengurangkan biaya langsung dari total pendapatan. Ini mencakup biaya-biaya seperti bahan baku, upah langsung, biaya produksi, dan lainnya. Gross Profit digunakan sebagai dasar untuk menghitung ganti rugi selama periode gangguan bisnis.

2. Penurunan Pendapatan (Reduction in Turnover)

Definisi: Penurunan Pendapatan adalah bagian dari Gross Profit yang hilang atau berkurang selama periode gangguan bisnis. Ini mencakup penurunan dalam jumlah pendapatan yang biasanya diperoleh oleh bisnis selama operasional normal.

Perhitungan: Penurunan Pendapatan dihitung dengan membandingkan jumlah pendapatan yang sebenarnya diperoleh selama periode gangguan dengan pendapatan yang biasanya diperoleh pada periode yang sama dalam operasional normal.

3. Peningkatan Biaya Operasional (Increase in Cost of Working)

Definisi: Peningkatan Biaya Operasional mencakup biaya tambahan yang dikeluarkan oleh bisnis selama periode gangguan untuk menjaga operasional bisnis tetap berjalan. Ini termasuk biaya-biaya yang tidak akan dikeluarkan jika tidak ada gangguan.

Perhitungan: Peningkatan Biaya Operasional dihitung dengan menjumlahkan semua biaya tambahan yang dikeluarkan selama periode gangguan, seperti biaya transportasi alternatif, sewa tempat sementara, biaya promosi tambahan, dan biaya lain yang mungkin diperlukan.

4. Savings (Penghematan)

Definisi: Savings adalah pengurangan biaya-biaya operasional yang terjadi secara otomatis saat bisnis berhenti beroperasi sebagai akibat dari gangguan. Ini mencakup pengurangan biaya seperti biaya listrik, upah tenaga kerja, bahan bakar, dan lainnya yang tidak dikeluarkan selama periode gangguan.

Perhitungan: Savings dihitung dengan mengidentifikasi biaya-biaya operasional yang tidak dikeluarkan selama periode gangguan. Penghematan ini dapat dikurangkan dari Peningkatan Biaya Operasional untuk menghitung biaya bersih yang harus dicakup oleh asuransi.

5. Average (Keseluruhan Rata-Rata)

Definisi: Average adalah kondisi di mana bisnis dianggap “underinsured” karena jumlah asuransi yang diambil lebih kecil dari nilai sebenarnya yang seharusnya diambil. Ini dapat mengurangi jumlah ganti rugi yang diberikan kepada pemilik bisnis.

Perhitungan: Average muncul jika jumlah asuransi yang diambil lebih kecil dari nilai yang seharusnya diambil berdasarkan perhitungan risiko bisnis. Dalam hal ini, ganti rugi yang diberikan akan dikurangi secara proporsional sesuai dengan underinsurance tersebut.

6. Claim Preparation Cost (Biaya Persiapan Klaim)

Definisi: Biaya Persiapan Klaim adalah biaya yang terkait dengan proses persiapan dan penyelesaian klaim asuransi. Ini mencakup biaya untuk ahli klaim, penilai kerusakan, dan biaya administrasi terkait klaim.

Perhitungan: Biaya Persiapan Klaim biasanya dicakup dalam sub-limit dari polis asuransi bisnis.

 

Cara Pendaftaran Asuransi Business Interruption

Cara pendaftaran Asuransi Business Interruption melibatkan beberapa tahap yang perlu Anda lakukan dengan cermat. Berikut penjelasan lengkap mengenai cara pendaftaran asuransi ini:

1. Hubungi Perusahaan Asuransi

Langkah pertama dalam mendaftarkan Asuransi Business Interruption adalah menghubungi perusahaan asuransi yang Anda pilih. Anda dapat melakukan ini dengan menghubungi agen asuransi atau perusahaan asuransi secara langsung.

Konsultasi dengan Agensi Asuransi: Jika Anda tidak yakin tentang jenis cakupan yang diperlukan atau perusahaan asuransi mana yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan agen asuransi. Mereka akan membantu Anda memahami kebutuhan bisnis Anda dan memberikan saran tentang polis yang tepat.

2. Pilih Polis yang Tepat

Setelah Anda menghubungi perusahaan asuransi, langkah berikutnya adalah memilih jenis polis yang tepat untuk bisnis Anda. Pastikan polis ini mencakup Business Interruption atau Business Income coverage.

Anda juga perlu memeriksa dengan cermat syarat dan ketentuan dalam polis asuransi tersebut untuk memastikan bahwa cakupannya sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Polis harus mencakup penyebab kerusakan yang relevan, seperti kerusakan properti atau penyebab gangguan bisnis lainnya.

3. Tentukan Nilai Pertanggungan

Salah satu langkah kunci dalam mendaftarkan asuransi ini adalah menentukan nilai pertanggungan. Ini adalah jumlah maksimum yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika Anda mengajukan klaim. Nilai ini harus mencakup kerugian potensial bisnis Anda selama periode gangguan.

Anda harus melakukan perhitungan yang cermat untuk menentukan nilai pertanggungan yang tepat. Ini mencakup mengidentifikasi keuntungan kotor (Gross Profit) bisnis Anda, perkiraan penurunan pendapatan selama periode gangguan, dan perkiraan peningkatan biaya operasional. Semua ini akan membantu Anda menentukan nilai pertanggungan yang sesuai.

4. Bayar Premi

Setelah Anda memilih polis dan menentukan nilai pertanggungan, Anda perlu membayar premi asuransi sesuai dengan kesepakatan. Premi adalah biaya yang harus Anda bayar secara berkala (bulanan, tahunan, dll.) untuk menjaga polis asuransi tetap berlaku.

Pastikan Anda membaca dan memahami perincian premi, termasuk tanggal jatuh tempo pembayaran. Keterlambatan pembayaran premi dapat memengaruhi keabsahan polis Anda.

5. Persiapkan Dokumen Klaim

Meskipun ini bukan langkah pendaftaran, penting untuk mempersiapkan dokumen klaim dengan cermat. Jika suatu saat Anda mengalami gangguan bisnis dan perlu mengajukan klaim, memiliki dokumentasi yang tepat akan mempermudah proses klaim.

6. Perbaharui dan Evaluasi Secara Berkala

Setelah Anda memiliki polis Asuransi Business Interruption, penting untuk secara berkala memperbaharui dan mengevaluasi cakupan asuransi Anda. Ini termasuk memastikan bahwa nilai pertanggungan tetap relevan dengan bisnis Anda yang berkembang.

7. Konsultasi dengan Profesional Asuransi

Terkadang, mendaftarkan asuransi bisnis, terutama yang melibatkan Business Interruption, bisa rumit. Oleh karena itu, bijaksana untuk selalu berkonsultasi dengan profesional asuransi atau agen asuransi yang berpengalaman untuk memastikan Anda mendapatkan perlindungan yang tepat.

 

Cara Klaim Asuransi Business Interruption

Proses klaim Asuransi Business Interruption melibatkan beberapa langkah yang perlu Anda ikuti dengan cermat. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai cara klaim asuransi ini:

1. Hubungi Perusahaan Asuransi

Langkah pertama yang harus Anda ambil saat menghadapi situasi yang memenuhi syarat untuk klaim Business Interruption adalah segera menghubungi perusahaan asuransi Anda. Hubungi nomor klaim darurat yang biasanya tersedia dalam polis Anda atau hubungi agen asuransi Anda.

2. Kumpulkan Dokumen-Dokumen yang Diperlukan

Perusahaan asuransi akan memerlukan dokumen-dokumen yang mendukung klaim Anda. Dokumen-dokumen ini termasuk:

3. Bukti Kerusakan Fisik

Jika klaim Anda terkait dengan kerusakan fisik pada properti bisnis Anda (seperti gedung atau peralatan), Anda perlu mengumpulkan bukti kerusakan tersebut. Ini bisa berupa foto, laporan inspeksi, atau dokumentasi lain yang menunjukkan kerusakan yang terjadi.

4. Dokumen Keuangan

Anda perlu menyediakan laporan keuangan yang mendokumentasikan pendapatan bisnis Anda sebelum dan sesudah gangguan. Ini termasuk laporan laba rugi, neraca, dan catatan keuangan lain yang relevan.

5. Dokumen-dokumen Pendukung

Dokumen lain yang mendukung klaim Anda, seperti kontrak dengan pemasok, bukti-bukti pembayaran biaya operasional selama periode gangguan, dan semua informasi yang memperjelas dampak gangguan bisnis pada keuntungan Anda.

6. Ajukan Klaim

Setelah Anda mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, Anda dapat mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Biasanya, perusahaan asuransi akan memberikan formulir klaim yang harus Anda isi. Pastikan untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap dalam formulir klaim.

7. Evaluasi dan Penilaian Klaim

Perusahaan asuransi akan melakukan evaluasi terhadap klaim Anda. Ini mencakup penilaian atas kerugian yang Anda alami selama periode gangguan bisnis. Proses ini mungkin melibatkan inspektur asuransi yang akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kerusakan fisik atau gangguan.

8. Keputusan Klaim

Setelah menyelesaikan penilaian, perusahaan asuransi akan memberikan keputusan atas klaim Anda. Keputusan tersebut dapat berupa persetujuan atau penolakan klaim.

Jika klaim Anda disetujui, perusahaan asuransi akan mengirimkan pembayaran sesuai dengan cakupan polis Anda. Pembayaran ini dapat mencakup kerugian pendapatan yang dijamin oleh polis selama periode gangguan.

9. Pantau dan Koordinasi

Selama proses klaim berlangsung, Anda perlu terus memantau perkembangannya dan tetap berkoordinasi dengan perusahaan asuransi. Pastikan Anda selalu menjawab pertanyaan mereka dan menyediakan informasi tambahan jika diperlukan.

10. Pelajari Syarat dan Ketentuan

Penting untuk memahami dengan baik syarat dan ketentuan dalam polis asuransi Anda, termasuk batasan cakupan, jangka waktu pemulihan yang dijamin, serta batasan pembayaran klaim.

11. Konsultasi dengan Profesional Hukum atau Asuransi

Jika ada perselisihan atau jika klaim Anda ditolak dan Anda merasa itu tidak adil, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional hukum atau ahli asuransi yang berpengalaman untuk mendapatkan nasihat lebih lanjut.

 

Perusahaan Asuransi yang Menyediakan Asuransi Business Interuption di Indonesia

Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan Asuransi Business Interruption. Namun, perlu diingat bahwa ketersediaan produk asuransi dan cakupan mungkin berbeda-beda antara perusahaan asuransi. Di bawah ini adalah beberapa perusahaan asuransi besar yang umumnya menyediakan Asuransi Business Interruption di Indonesia:

1. PT Asuransi Allianz Life Indonesia: Allianz adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka di dunia dan menyediakan berbagai produk asuransi termasuk Asuransi Business Interruption.

2. PT AIA Financial: AIA adalah perusahaan asuransi jiwa terkemuka yang juga menyediakan produk asuransi bisnis, termasuk Asuransi Business Interruption.

3. PT Prudential Life Assurance: Prudential adalah perusahaan asuransi jiwa internasional yang menyediakan berbagai produk asuransi termasuk Asuransi Business Interruption.

4. PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia: Manulife adalah perusahaan asuransi jiwa yang memiliki operasi di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menawarkan produk-produk asuransi bisnis.

5. PT Asuransi Cigna: Cigna adalah perusahaan asuransi kesehatan dan jiwa yang juga menyediakan berbagai produk asuransi bisnis, termasuk Asuransi Business Interruption.

6. PT Asuransi Tokio Marine Indonesia: Tokio Marine adalah salah satu perusahaan asuransi terkemuka di dunia dan memiliki cabang di Indonesia yang menawarkan berbagai jenis asuransi, termasuk Asuransi Business Interruption.

7. PT Asuransi Sinar Mas: Sinar Mas adalah perusahaan asuransi yang telah lama beroperasi di Indonesia dan menyediakan berbagai produk asuransi bisnis.

8. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia: Tugu Pratama adalah perusahaan asuransi yang memiliki pengalaman dalam menyediakan asuransi bisnis dan industri di Indonesia, termasuk Asuransi Business Interruption.

9. PT Asuransi Sompo Japan Insurance Indonesia: Sompo Japan adalah perusahaan asuransi yang memiliki cakupan internasional dan menyediakan Asuransi Business Interruption di Indonesia.

10. PT Asuransi Central Asia: Central Asia adalah perusahaan asuransi yang juga menyediakan berbagai produk asuransi bisnis, termasuk Asuransi Business Interruption.

 

Contoh Asuransi Business Interruption (BI)

Berikut adalah contoh situasi di mana asuransi Business Interruption (BI) dapat diterapkan:

Nama Bisnis: ABC Electronics Store

Kejadian: Pada suatu malam, toko ABC Electronics mengalami kebakaran besar yang menghancurkan sebagian besar inventaris mereka, termasuk barang-barang elektronik, komputer, dan peralatan lainnya. Pemadam kebakaran datang tepat waktu untuk mencegah api menyebar ke bangunan tetangga, tetapi kerusakan fisik pada toko sangat besar.

Klaim BI: Setelah kebakaran, toko ABC Electronics harus ditutup untuk perbaikan dan pemulihan. Selama periode ini, mereka kehilangan pendapatan yang signifikan karena tidak dapat menjual barang dan layanan mereka kepada pelanggan. Ini juga memerlukan biaya tambahan, seperti menyewa toko sementara, membayar gaji karyawan meskipun tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukan, biaya perbaikan, dan biaya promosi khusus untuk memberi tahu pelanggan bahwa mereka masih beroperasi.

Proses Klaim BI: Setelah mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi mereka, perusahaan asuransi akan memeriksa polis BI toko ABC Electronics. Mereka akan memeriksa Indemnity Period (periode penggantian) yang disepakati dalam polis, batasan, dan kondisi lainnya.

Setelah persetujuan klaim, perusahaan asuransi akan memberikan pembayaran kepada toko ABC Electronics untuk:

  1. Reduction in Turnover: Ini mencakup kerugian pendapatan yang disebabkan oleh penurunan penjualan selama periode tertutupnya toko.
  2. Increase in Cost of Working: Ini mencakup biaya tambahan yang dikeluarkan oleh toko untuk menjaga bisnis tetap berjalan, seperti biaya sewa toko sementara, biaya perbaikan, biaya promosi khusus, dan biaya gaji karyawan.
  3. Savings: Jika ada penghematan yang otomatis terjadi selama periode kerusakan, seperti penghematan biaya listrik karena toko tidak beroperasi, penghematan tersebut mungkin akan diperhitungkan.
  4. Claim Preparation Cost: Biaya yang dikeluarkan oleh toko untuk mempersiapkan dan mengajukan klaim juga mungkin akan dikompensasi oleh asuransi.

Dengan bantuan asuransi Business Interruption, toko ABC Electronics dapat memperoleh kompensasi yang memadai untuk mengatasi kerugian pendapatan dan biaya tambahan yang terkait dengan kebakaran tersebut. Ini membantu mereka untuk memulihkan bisnis mereka tanpa harus merugi secara signifikan akibat gangguan operasional yang tidak terduga.

Penutup

Asuransi Business Interruption atau Loss of Profit. Asuransi semacam ini sangat penting bagi banyak bisnis karena dapat membantu mereka mengatasi kerugian finansial yang timbul akibat gangguan operasional yang disebabkan oleh kerusakan fisik atau kondisi tertentu.

Dalam rangka memahami bagaimana polis Business Interruption menanggapi klaim, penting untuk memahami beberapa konsep yang Anda sebutkan:

  1. Indemnity Period: Ini adalah periode waktu di mana bisnis masih terpengaruh oleh konsekuensi dari kerusakan fisik yang terjadi. Klaim Business Interruption akan mengacu pada periode ini.
  2. Gross Profit: Ini adalah konsep dasar dalam menghitung kerugian yang dicakup oleh asuransi Business Interruption. Ini mencakup penurunan dalam turnover (penjualan selama setahun) dan peningkatan Cost of Working. Savings (penghematan) dan Average (jika terjadi underinsured) juga memengaruhi nilai penggantian klaim.
  3. Reduction in Turnover: Ini adalah bagian dari Gross Profit yang terkait dengan penurunan penjualan. Ini dihitung dengan membandingkan penjualan saat ini dengan penjualan standar atau dari tahun sebelumnya.
  4. Increase in Cost of Working: Ini adalah bagian dari Gross Profit yang terkait dengan kenaikan biaya operasional yang muncul sebagai akibat dari kerusakan fisik. Biaya ini harus masuk ke dalam kategori yang ditetapkan oleh polis asuransi.
  5. Savings: Ini mencakup penghematan yang otomatis terjadi karena bisnis berhenti beroperasi akibat kerusakan. Ini bisa termasuk pengurangan biaya sewa, upah biasa, dan lainnya.
  6. Average: Ini muncul jika ada underinsured, yaitu jika jumlah yang diasuransikan lebih rendah dari nilai yang seharusnya dijamin. Average mengurangi nilai klaim sesuai dengan perbandingan antara jumlah yang diasuransikan dan nilai sebenarnya yang harus dijamin.
  7. Claim Preparation Cost: Ini adalah biaya yang terkait dengan persiapan klaim, termasuk biaya akuntan eksternal atau claim preparers. Ini biasanya memiliki batasan jumlah yang dapat diclaim.
  8. Payroll: Biaya gaji bisa menjadi bagian dari Gross Profit atau dipisahkan dari itu tergantung pada polis asuransi. Ini harus diatur secara spesifik dalam polis.
  9. Additional Increased Cost of Working: Ini adalah biaya tambahan yang muncul untuk memastikan operasi bisnis tetap berlanjut dan tidak memiliki batasan ekonomis.
  10. Klausul Material Damage Proviso Waiver dan Prevention or Denial of Access: Klausul ini mengatur persyaratan kerusakan fisik pada properti yang diasuransikan dan kondisi yang menghalangi akses ke lokasi bisnis.

Semua ini adalah konsep penting dalam mengerti cara asuransi Business Interruption bekerja dan bagaimana klaim diproses. Ini juga memahami batasan dan persyaratan yang terkait dengan polis asuransi yang berbeda. Semua ini berguna bagi bisnis untuk mengelola risiko dan menghindari kerugian finansial yang signifikan dalam kasus gangguan operasional yang tidak terduga.

Asuransi Business Interruption adalah alat penting dalam melindungi bisnis Anda dari kerugian akibat gangguan operasional. Memahami jenis-jenisnya, komponen-komponennya, dan proses pendaftaran serta klaimnya akan membantu Anda memaksimalkan manfaat dari asuransi ini. Jika bisnis Anda mengalami gangguan, segera hubungi perusahaan asuransi Anda untuk mendapatkan bantuan finansial yang dibutuhkan. Semoga Bermanfaat!

Cek Informasi Teknologi dan Artikel yang lain di Google News Alwepo.com